Getting Time...

Malam Ini, ODC/Dance Gelar 3 Tarian Artistik

Adhini Amaliafitri - Okezone
Jum'at, 29 Januari 2010 17:40 wib
detail berita
Tarian dikreasikan mengalir bagai sebuah cerita lewat gerakan-gerakan yang seolah memiliki jiwa. (Foto: Koleksi ODC/Dance)

SETELAH melakukan workshop di Institut Kesenian Jakarta kemarin, rencananya malam ini ODC/Dance bakal menggelar pentas di Teater Salihara. Tiga tarian penuh makna nan artistik siap menggugah cita rasa seni Anda.

Secara umum, Brenda Way selaku Artistic Director ODC/Dance mengungkap visi-misi lewat ketiga tarian bahwa wanita adalah mahkluk yang kuat, dan pria bukan hanya kuat, tetapi juga gentle.

Tiga bentuk tarian yang siap dipertontonkan malam ini adalah Origins of Light, Unintended Consequences: A Meditation, dan 24 Exposures. Origins of Light diciptakan oleh Evelyn Feintech untuk mengenang suaminya, Norman. Tarian berdurasi 26 menit ini menyajikan kekuatan, kebahagiaan, dan belas kasihan sebuah hubungan turun-temurun yang naik-turun. Tarian diciptakan untuk membangkitkan suka cita yang tertuang dalam bahasa gerak bersama dan meningkatkan semangat manusia dalam gerakan.

Unintended Consequences: A Meditation mengangkat beragam keprihatinan Way terhadap masalah sosial, mulai dampak terhadap lingkungan hidup hingga pengaruh teknologi pada diri kita. Tarian berdurasi 17 menit ini menyoroti secara kritis kerumitan yang tidak sengaja kita ciptakan sendiri akibat keputusan yang diambil secara tergesa-gesa dan seringkali merusak aspek politik dan komersil. Inti dari kritik Way berasal dari lagu Big Science karya Anderson, “Every Man for Himself.”

Sementara 24 Exposures dibuat berdasarkan musik gubahan Appalachian blue grass karya Mark O’Connor/Yo-Yo Ma/Edgar Meyer, koreografi Way ini menampilkan napak tilas evolusi seni perjalanan kelompok ini selama 30 tahun, mulai dari gerakan sehari-hari, ke improvisasi hubungan, ke gerakan tarian yang luar biasa, dan keanggunan sebuah bentuk ke hubungan pribadi yang membara.

“Saya mendapatkan inspirasi dari kehidupan sehari-hari. Saya melihat banyak hal, tapi saya hanya menunjukkan suatu hal kecil,” ujar Way kepada okezone saat ditemui di Teater Salihara, Jakarta, Jumat (29/1/2010).

Tarian dikreasikan mengalir bagai sebuah cerita lewat gerakan-gerakan yang seolah memiliki jiwa. Ditambahkan Way yang sekaligus pendiri ODC/Dance, tarian yang akan dibawakan oleh 10 penari ini bersifat sangat universal sebab semua orang dari berbagai negara memiliki bentuk yang sama dan sebuah tarian menunjukkan human spirit.

“Terkadang saya memberikan contoh kecil gerakan, dan para penari mengembangkan sendiri gerakan tersebut. Lalu, mereka latihan bersama pasangannya,” tutur peraih penghargaan Isadora Duncan, John Simon Guggenheim Fellowship (2000), dan Resident of the Arts 2009/2010 American Academy di Roma.

Pertunjukkan tari ODC/Dance bisa Anda nikmati di Teater Salihara, Jalan Salihara No 16 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 29-30 Januari 2010, mulai pukul 20.00 WIB.

Perlu diketahui, kegiatan ODC/Dance bernaung di bawah DanceMotion USA adalah sebuah program Biro Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Luar Negeri AS yang diproduksi oleh BAM (Brooklyn Academy of Music/Akademi Musik Brooklyn) dengan tujuan untuk mempelajari, berbagi, dan menjajaki pengalaman tari modern Amerika dengan khalayak internasional.

Selama berada di Jakarta sejak 26 Januari-3 Februari 2010, ODC/Dance memberikan pelatihan dan lokakarya di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Komunitas Salihara sebagai upaya mengangkat arti penting pertukaran budaya melalui dansa.

“Kami sangat bahagia ada di Indonesia dan bekerjasama dengan kedutaan besar Amerika Serikat bersama komunitas Salihara,” tutur Way. (ftr)

Beri komentar