Getting Time...

Chenny Han Siap Rilis Buku Make Up di Penjara Wanita

Dewi Arta - Okezone
Senin, 1 Februari 2010 11:37 wib
detail berita
Chenny Han (Tuty Ocktaviany/Okezone)

TAK hanya pintar menciptakan kreasi gaun pengantin nan cantik, desainer kenamaan Chenny Han juga gemar bereksperimen dengan make up. Ia bahkan termotivasi untuk berbagi ilmu merias wajah dengan para narapidana wanita.

“Waktu itu saya mengajar make up di salah satu penjara wanita. Sekira empat atau lima tahun lalu. Make up yang saya ajarkan untuk berbagai suasana,” tuturnya saat ditemui di Jakarta Covention Center, Jakarta, baru-baru ini.

Chenny mengaku, para narapidana yang diajarkan cara merias wajah kebanyakan adalah pekerja seks. Ilmu ini sengaja dibagikannya dengan harapan mereka memiliki pengetahuan yang bisa diterapkan di lapangan saat keluar dari penjara.

”Supaya begitu keluar penjara, mereka bisa mencari nafkah sendiri. Semoga yang saya ajarkan bisa diterapkan di lapangan. Jadi keluar dari penjara, mereka punya ilmu dan tidak menjadi pekerja seks komersil lagi,” harap desainer langganan Agnes Monica ini.

Bahkan seperti diungkap dalam buku “Beauty Preneurship: Intrepreneur Muda dalam Industri Beauty, Fashion,& Lifestyle”, Chenny berencana mengadakan peluncuran buku tentang make up di penjara wanita. Rencana ini bermula saat alumnus Puspita Martha ini bersama salah satu penerbit ternama di Indonesia tengah membuat sejumlah buku tentang kecantikan.

Ia dikontrak untuk menyusun 10 buku berisi tulisan ringan dan tip praktis sehari-hari. Untuk tahap pertama akan dikeluarkan tiga buku terlebih dahulu, yakni make up alis, make up mata, dan make up bibir menurut aura dan fengshui.

Menurut Chenny yang pernah mengenyam pendidikan make up dan tata rambut di Amerika Serikat selama lebih dari lima tahun, dengan memperbaiki alis, mata, dan bibir melalui make up, orang akan terlihat lebih rapi, lebih bersih, dan ia akan menjadi lebih percaya diri. Chenny berharap buku-bukunya dapat diterima masyarakat. Baginya, proyek ini bukanlah sumber profit, melainkan lebih pada berbagi ilmu. (ftr)

Beri komentar