Getting Time...

Komunikasi Jaga Keutuhan Keluarga

Koran SI - Koran SI
Senin, 8 Februari 2010 11:10 wib
detail berita
Makan bersama keluarga dapat dijadikan ajang berkomunikasi antarkeluarga (Foto: Corbis)

KOMUNIKASI adalah salah satu kunci hangatnya hubungan keluarga. Untuk itu, tanamkan kebiasaan berkomunikasi pada seluruh anggota keluarga mulai dari sekarang.
 
Psikolog ternama asal Amerika Serikat, Neil Clark Warren, dalam bukunya yang berjudul Learning to Live With the Love of Your Life, mengatakan bahwa waktu yang singkat sekitar lima hingga sepuluh menit saja. Waktu yang singkat tersebut bila digunakan secara efektif sangat bermanfaat mempertahankan keakraban keluarga.
 
Apa pun itu masalah yang menimpa, entah masalah besar ataupun ringan, apabila dikomunikasikan dengan lancar pasti akan terselesaikan. Sebaliknya, seringan apa pun persoalan tanpa komunikasi yang baik, akan menjadi masalah besar.
 
Komunikasi bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Tak harus menunggu momen spesial. Dikatakan konselor perkawinan dan keluarga dari Universitas Indonesia, Dr Adriana Soekandar Ginandjar Msi, bahwa komunikasi yang macet atau tidak berjalan lancar, menjadi kendala dalam upaya suami-istri untuk berekonsiliasi.
 
Bila komunikasi sudah sangat parah, terkadang susah sekali untuk mencari jalan keluarnya. Banyak fakta yang menyebutkan bahwa komunikasi yang tidak sehat dan tidak jelas sering menjadi penyebab timbulnya masalah keluarga yang berujung pada perceraian.
 
“Segera kenali pola komunikasi yang bermasalah. Lalu, perjelas apa yang diinginkan untuk mencari jalan keluar,” ungkap psikolog yang juga menjabat sebagai Pimpinan Sekolah Mandiga ini.
 
Sebaiknya jangan pernah berhenti berkomunikasi antar pasangan untuk menghindari perceraian. Komunikasi yang lancar hendaknya dimulai saat masih berpacaran, di mana pada saat berpacaran adalah fase penjajakan. Adriana menuturkan, tantangan komunikasi untuk menjaga keluarga tetap harmonis di era modern seperti sekarang memang semakin berat.
 
Maka itu, para perempuan Indonesia harus mengetahui cara berkomunikasi yang efektif seperti dapat mendengarkan dengan hati, mampu mengungkapkan dan mengekspresikan diri dengan baik, serta fasih dalam menyampaikan bahasa nonverbal yang memberikan rasa nyaman.
 
”Tidak hanya itu, inspirasi komunikasi efektif bisa didapatkan dari kejadian sehari-hari, lingkungan sekitar dan pengalaman orang lain,” tandasnya dalam acara peluncuran situs www.maribicara. com, yaitu sebuah situs yang menyediakan layanan konsultasi komunikasi dengan pakarnya yang diadakan Sariwangi sebagai kelanjutan program kampanye “SariWangi Mari Bicara” di Hotel Intercontinental, Sabtu (30/1) kemarin.
 
Gunakan waktu yang efektif untuk ngobrol atau sharing atau bahkan curhat (mencurahkan isi hati) baik itu dari suami maupun istri, sehingga keindahan dalam berpacaran akan terus dipupuk dan dijaga hingga perkawinan.
 
Yang tentunya buahnya akan dituai anak-anak di kemudian hari, yang hendak berumah tangga. Bahkan diketahui bahwa berkomunikasi untuk membicarakan masalah keluarga banyak caranya dan berbeda-beda tiap pasangan, yang juga bisa dilakukan melalui seks atau melakukan hubungan suami istri.
 
Perselingkuhan, ketidak harmonisan, masalah ekonomi,atau keegoisan bisa menjadi penyebab adanya perceraian yang bisa diselesaikan dengan komunikasi. Salah satu cara untuk menjalin komunikasi yang efektif, bisa dilakukan dengan cara melakukan ritual minum teh bersama.
 
Secara hakikat, memang aktivitas ngeteh merupakan medium yang tepat untuk berkomunikasi dan bertukar pikiran. Ditambah pula dengan kandungan theanine dalam teh yang memberikan rasa tenang pada diri, sehingga momen menikmati teh SariWangi menjadi saat yang tepat untuk berbicara, berbagi dan menyambung rasa dengan pasangan.
 
Salah satu pasangan yang kerap mempertahankan rumah tangganya dengan melakukan komunikasi yang efektif adalah pasangan Ira Wibowo dan Katon Bagaskara.
 
Pasangan selebriti yang berbeda latar belakang budaya ini mengungkapkan bahwa perbedaan budaya dan kesibukan di antara mereka, memberikan tantangan tersendiri dalam mengomunikasikan pendapat dan menjaga keharmonisan keluarga.
 
”Kami memiliki kewajiban untuk menjalankan komitmen kami sejak awal pernikahan, yaitu selalu berkomunikasi meski sesibuk apapun kami. Hasilnya, selama 14 tahun usia pernikahan, kami tidak pernah tidak bicara lebih dari 1 hari penuh, dan biasanya kami memanfaatkan momen minum teh SariWangi sebagai salah satu kesempatan untuk saling berkomunikasi terutama bila ada ganjalan,” tutur mereka di acara yang sama.
 
Berdasarkan itu pula, pasangan ini sangat mendukung kampanye “SariWangi Mari Bicara” ini karena mereka sudah membuktikannya sendiri. ”Semoga kampanye ini dapat terus diadakan sehingga dapat membawa dampak positif bagi keluarga Indonesia,” tandas Ira.
(nsa)

Beri komentar