Getting Time...

Sepatu High Heels Picu Varises

Adhini Amaliafitri - Okezone
Senin, 8 Februari 2010 15:37 wib
detail berita
Sepatu high heels bahaya untuk kesehatan kaki. (Foto: Google)

SETIAP wanita pasti merasa fashionable ketika memakai high heels. Sepatu model ini memang membuat kaki terlihat lebih ramping dan jenjang. Tak heran, bila banyak wanita tergila-gila memakai high heels dalam keseharian.

Memakai stiletto ataupun wedges mungkin membuat Anda merasa sangat trendi bak Victoria Beckham. Namun, jika sepasang sepatu tersebut tidak cukup baik untuk kesehatan kaki, apa yang Anda lakukan?


“Jalan yang benar itu dari otot kaki, diangkat dan gerakannya benar. Namun, bukan diseret. Jalan yang memenuhi kriteria agar aliran darah kita lancar mulai dari punggung kaki, dialirkan ke otot, setelah itu ke paha. Sedangkan kalau kita memakai heels, paha menahan kaki ke bawah, padahal aliran darah balik lagi ke atas, dan dihambat oleh heels, berarti menganggu,” ungkap Dr Dedy Pratama SpB (K) V, Vascular Phlehologie Consultant kepada okezone di acara ”Woman Health Expo & Bazaar 2010” di Puri Agung Sahid Jaya Hotel, beberapa waktu lalu.

Kalau sudah begini, sambungnya, bukan berarti kita tidak boleh mengenakan sepatu fashionable ataupun high heels sekalipun. Namun, kita harus memberikan waktu untuk kaki berisitirahat barang sejenak. Dan menyiasati dengan pemakian stocking. Mengapa stocking?

“Kalau orang memiliki pekerjaan yang menyebabkan ia berdiri, duduk secara terus-menerus dan ototnya tidak bergerak terus, atau suka mengenakan heels, maka saya anjurkan pakai stocking supaya otot kaki masih digerakkan oleh stocking tersebut,” jelas Dr Dedy.

Selain itu, lanjutnya, tinggi heels yang sering kali dikenakan kaum hawa sepatutnya tidak terlalu tinggi. Jika Anda termasuk pengguna heels dengan tinggi mencapai 7 cm, 9 cm atau bahkan 13 cm, sebaiknya Anda mengurangi kebiasaan tersebut. Bukan tanpa sebab, karena sepatu hak tinggi merupakan salah satu penyebab wanita terjangkit varises.

“Tinggi yang bagus adalah 2-3 cm. Terlalu rendah pun enggak bagus, ceper tidak bagus. Tidak benar jalannya, karena menekan pompa otot bagian bawah. Jadi aliran darah tidak benar,” tukas Dr Dedy.
(tty)

Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.