BERAT badan sangat memengaruhi kesehatan seseorang. Terlalu kurus, bisa jadi Anda mengidap penyakit. Kegemukan, bisa berisiko mengakibatkan penyakit juga.
Banyak yang mengatakan bahwa kurus merupakan pertanda orang sakit. Tetapi, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa gemuk juga tidak baik untuk kesehatan. Sebenarnya yang menentukan seseorang sehat bukanlah kadar gemuk atau kurusnya seseorang, melainkan dari keseimbangan berat badannya.
Saat tubuh terlalu gemuk atau terlalu kurus, keluhan pun timbul. Selain keluhan karena masalah penampilan, keluhan karena masalah kesehatan pun seharusnya menjadi satu hal yang harus diperhatikan. Berdasarkan WHO grafik pertumbuhan anak mulai dari usia 10–11 tahun, akan naik sebanyak 2–2,25 kg.
Dikatakan Evelyne Lam Nutritionist dari Appeton Kotra Pharma, umumnya para dokter menggunakan BMI (
body mass index) untuk mengukur keadaan seseorang dapat disebut kurus, normal, atau kelebihan berat badan. “Keadaan badan yang terlalu gemuk atau keadaan badan yang terlalu kurus, tidaklah baik untuk kesehatan,” tandas Evelyne yang mengambil gelar Master of Science di Public Health and Community Medicine.
Evelyne menjelaskan, pada orang terlalu gemuk (
overweight) risikonya secara fisik adalah penyempitan pembuluh darah dan bisa berakhir dengan serangan jantung, sedangkan secara psikis adalah bisa membuat diri menjadi minder dan susah bergaul.
Sementara untuk anak-anak yang mengalami kekurangan nutrisi dan menyebabkan berat badan di bawah normal (
underweight), dapat mengakibatkan tidak sejalannya perkembangan fisik dan mental, pertumbuhan yang tertahan, serta rusaknya sistem kekebalan tubuh.
“Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa seorang anak yang menderita kekurangan nutrisi dan baru diberikan nutrisi tambahan di tahun berikutnya kemungkinan besar akan tetap mengalami penurunan daya tanggap, serta problem untuk berkonsentrasi dan ingatan yang kurang baik,” jelasnya.
Beberapa kasus kekurangan nutrisi melibatkan perkembangan kemampuan motorik anak, seperti membaca atau menulis. Penelitian juga menyebutkan bahwa bayi yang mengalami kekurangan nutrisi dampaknya akan dialami sepanjang hidupnya dan bahkan dapat menurun keempat generasi, meski kekurangan nutrisi tersebut sudah di coba untuk diatasi. Sebab, diperkirakan bahwa telah terjadi kerusakan program di otak.
“Meski anak hanya mengalami sedikit kekurangan nutrisi dibandingkan takaran wajarnya, pada perkembangan nantinya mereka tetap kurang dibandingkan dengan anak sehat yang cukup nutrisinya,” ungkapnya.
Seharusnya pada remaja yang gemuk, tidak seharusnya berusaha untuk mengurangi berat badan mereka, kecuali terpaksa harus menguruskan jika untuk kebutuhan kesehatan. Sebab, lemak yang tidak berlebihan tidak akan berbahaya bagi mereka.
“Lemak (
fat) itu dibutuhkan untuk pertumbuhan motorik otak. Penurunan berat badan yang drastis pada anak remaja dapat mengganggu pertumbuhan tubuhnya,” ujar Evelyne.
Beberapa dampak lainnya saat anak mengalami penurunan berat badan yang drastis di antaranya pertumbuhan (pertumbuhan yang gagal dapat terjadi ketika tubuh tidak mendapat kebutuhan nutrisi yang cukup). Kesehatan (seringnya gangguan pernapasan atau dapat mengarah ke penyakit yang lebih serius), dan juga akan mengganggu perkembangan (misal penurunan prestasi akademik).
“Penelitian ilmiah menunjukkan remaja yang terobsesi dengan diet, memiliki nilai 10 persen di bawah nilai rata-rata teman kelasnya,” ungkap Evelyne.
Penelitian lain menemukan, tidak teraturnya pola makan pada anak dan remaja dapat mengarah pada buruknya pencapaian prestasi di sekolah atau tingkat kecerdasan, meski anak tersebut sudah besar. Mereka juga dapat tumbuh menjadi manusia dewasa yang memiliki keterbatasan dalam kemampuan tubuh dan intelektual serta terbatasnya kapasitas kerjanya di kemudian hari.
Pola makan yang salah juga bisa membuat pertumbuhan terbelakang, dan bahkan perempuan yang kurang berat badan dapat mengakibatkan masalah-masalah
obstetric (kandungan). “Penambahan berat badan untuk dewasa sama pentingnya seperti pada anak masa pertumbuhan,” tandasnya.
Banyak penyebab seorang anak menjadi kurus. Anak yang kurus bisa terjadi karena kehilangan nafsu makan yang disebabkan sakit, depresi, berada dalam perawatan/pengobatan yang cukup lama (penderita asma). Atau, ada juga karena kekurangan vitamin dan mineral (terutama vitamin B1, B3, B12, biotin, zinc,atau vitamin lain yang berhubungan dengan kehilangan nafsu makan.
“Penyebab lain adalah kemungkinan adanya kegiatan yang cukup banyak seperti terlalu banyak olahraga, main komputer, dan menonton TV yang pada umumnya mengakibatkan anakanak melewatkan waktu makannya,” katanya.
Berat badan di bawah normal, bisa diatasi dengan cara yang sehat. Untuk menambah berat badan, sebaiknya dilakukan dengan mengonsumsi tambahan ekstra kalori sekitar lebih dari 400 kalori per harinya. Misal 2 mangkuk nasi, 1 butir telur,1 ikan dengan ukuran sedang, dan 1 potong daging ayam bagian dada.
“Berat badan di bawah normal bisa diatasi dengan cara sehat apabila dilakukan dengan benar menurut aturan,” ungkapnya.
Dikatakan ahli gizi Dr Leanne Suniar M MSc SpGK, bahwa salah satu cara untuk mendapatkan agar tubuh tetap berada pada kondisi normal, tidak gemuk dan tidak kurus, adalah menjalani gaya hidup sehat. Salah satunya dengan mengatur pola makan atau mengatur asupan gizi ke dalam tubuh secara seimbang.
Dengan asupan gizi seimbang, tubuh akan tetap berada pada kondisi normal sesuai dengan anjuran berat badan tubuh yang disarankan. Gizi seimbang ini dibutuhkan selain untuk kesehatan juga untuk atasi kekurangan dan kelebihan berat badan sehingga membentuk badan yang ideal.
(tty)