Fruitarianism, Anggap Buah Punya Kualitas Tertinggi

|

Fitri Yulianti - Okezone

Pelaku fruitarianism (fruitarian) lebih memilih buah ketimbang sayuran karena yakin bahwa buah adalah makanan berkualitas lebih tinggi. (Foto: gettyimages)

Fruitarianism, Anggap Buah Punya Kualitas Tertinggi
PERNAH dengar fruitarianism? Seperti halnya berbagai genre gaya hidup, fruitarianism pun menyimpan sisi baik dan buruk. Bagaimana panduan yang tepat saat memelihara kesehatan tubuh hanya dengan makan buah?

Fruitarianism adalah pola makan yang hanya mengonsumsi buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan tanaman lain yang berasal dari tanaman yang dipanen tanpa merusak atau merugikan tanaman itu sendiri.

Gaya hidup fruitarianism merupakan jenis diet ketat seperti diet vegetarian. Tentu saja, seperti diet khusus lainnya, banyak pelaku fruitarianism yang juga mengonsumsi makanan lain. Tapi, sebagian besar tetap mengkonsumsi 50 persen atau lebih buah-buahan dalam diet harian mereka.

Contoh paling umum buah yang dimakan berasal dari tanaman, termasuk plum, jeruk, apel, melon, berries, pisang, mangga, alpukat dan nanas, tetapi menurut fruitarianism, pelakunya hanya makan jenis buah yang jatuh secara alami, bukan seperti pemanenan buah yang mengambil dari tanaman. Dalam teori fruitarianism dikatakan tindakan "pembunuhan" tanaman.

Beberapa buah-sayuran juga bisa dimasukkan ke diet fruitarianism, seperti tomat, mentimun dan buah zaitun. Pelaku fruitarianism (fruitarian) lebih memilih buah ketimbang sayuran karena yakin bahwa buah adalah makanan berkualitas lebih tinggi dan membantu manusia untuk berpartisipasi dalam cara hidup alami dengan menyebarkan benih buah.

Meski begitu, fruitarian juga menambahkan sayuran berdaun hijau atau sayuran berakar pada menu dietnya, serta beberapa produk olahan susu. Namun, gandum tidak termasuk percaya bahwa bahan makanan tersebut bukanlah pendekatan alami dan tidaklah layak memakan benih, yang belum tumbuh menjadi tanaman. Sementara, fruitarian lain mengatakan, tak mengapa makan tanaman yang bijinya disebar setelah dimakan.

Bagian lain dari fruitarianism mencakup keyakinan bahwa makanan yang dimasak harus dihindari sepenuhnya, karena dipandang tidak sehat dan mencemari lingkungan. Fruitarian percaya bahwa makanan ini menyebabkan gizi tidak seimbang, ketagihan bahan kimia dan nutrisi sintetis, menyebabkan penyakit, perubahan mood, dan mengurangi penghargaan mereka terhadap kehidupan dan kebijaksanaan.
(ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Agar Tak Tertipu Beli Cokelat Murahan