MEMILIH aksesori atau furnitur untuk dijadikan focal point dalam ruangan bukan perkara sulit. Coba pilih ambalan.
Benda yang berfungsi hampir sama dengan lemari pajangan itu bisa menjadi alternatif focal point ruangan Anda. Hanya, permasalahan yang kebanyakan muncul adalah, si empunya rumah tidak mengetahui cara penerapannya. Mana yang harus ditonjolkan dari ambalan tersebut, apakah tertuju pada pemasangannya atau malah isinya yang lebih diutamakan?
Menurut arsitek Probo Hindarto, perbedaan utama lemari dengan ambalan adalah kebanyakan lemari memiliki kaki, sedangkan ambalan merupakan lemari kabinet tipis transparan atau tanpa pembatas untuk dekorasi yang ditempelkan pada dinding.
Cara pembagian focal point atau point of interest pada ambalan sangat mudah dan sederhana. Salah satunya dengan menempatkan sebuah benda pajangan yang sangat menarik di bagian tengah atau di bagian yang mudah terlihat oleh mata kita.
”Dengan begitu, secara otomatis dia akan menjadi focal point,” ujar Probo.
Ambalan itu sendiri bisa kita jadikan elemen yang ”vokal” di dalam ruangan. Contoh, bila seluruh bagian dinding dibiarkan polos sementara hanya ada satu sisi dinding yang diberi ambalan, maka itu sudah bisa dijadikan pembeda ruangan. Dalam arti, si ambalan sudah menjadi focal point alias pusat perhatian.
”Selebihnya, karena fungsi ambalan itu menjadi semacam bingkai dari elemen dekorasi di dalamnya, maka sebaiknya tidak dibuat terlalu 'vokal' karena bakal mengalahkan perhatian kita terhadap elemen hiasan tersebut,” imbuh arsitek yang juga penulis itu.
Lantas, bagaimana cara menata ambalan agar dapat menjadi pusat perhatian? Hal pertama yang harus dipikirkan adalah bujet.Kenapa? Karena bila Anda memiliki dana cukup, pembuatan ambalan akan menjadi lebih mudah.
Anda bisa membuatnya sesuai selera atau keinginan Anda. Setelah yakin dana Anda cukup untuk membuat ambalan, langkah selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah, apakah ambalan tersebut ditujukan untuk keseluruhan bidang dinding atau hanya dibuat sebagai elemen dekorasi yang berdiri sendiri?
Sebab, keduanya memiliki cara-cara aplikasi yang berbeda. Probo menerangkan, jika jenis ambalan yang akan dibuat dimasukkan ke dalam desain dinding, maka buatlah ambalan yang menutup seluruh permukaan salah satu dinding dengan kayu, kaca, atau material lain.
Sementara bila Anda membuat ambalan sebagai elemen dekoratif yang berdiri sendiri, maka perhatikanlah kesan yang ingin ditampilkan pada keseluruhan ruangan. Misalkan, sebut Probo, dimensi atau ukurannya, lalu ketebalan dari kayu atau material yang digunakan supaya tidak terlihat terlalu besar atau terlalu kecil dibandingkan keseluruhan ruangan.
Selanjutnya, perhatikan pula benda-benda yang diletakkan di dalam ambalan itu. Biasanya benda yang diletakkan adalah benda pajangan seperti barang koleksi, keramik, dan foto-foto keluarga.
Desain yang unik membuat ambalan memiliki banyak fungsi. Namun, fungsinya yang utama adalah sebagai dekorasi, baik menyatu dengan papan atau board yang dipasang pada dinding maupun berdiri sendiri dan memiliki bentuk menarik karena ingin dijadikan elemen dekoratif interior.
Menurut Probo, ambalan bisa dikatakan elemen dekoratif karena lemari kabinet tipis tersebut pada dasarnya tidak berfungsi secara khusus sebagai lemari atau kabinet, melainkan bagian dari dekorasi ruangan yang dipadu dengan benda-benda dekoratif lain yang ditempatkan di dalamnya.
Fungsi yang lain, ambalan bisa dijadikan alternatif media penyimpan benda-benda agar tidak berserakan, misalnya majalah dan mainan anak. Dalam hal ini bendabenda yang diletakkan di sana cenderung ditata secara rapi dan menjadi elemen dekorasi, meskipun bukan benda pajangan.