Getting Time...

Mengajak si Kecil ke Lapangan Hijau

Koran SI - Koran SI
Rabu, 10 Maret 2010 09:37 wib
detail berita
Ajak anak main golf (Foto: Getty Images)

OLAHRAGA golf bukan lagi hanya diminati kalangan dewasa. Anak-anak pun menaruh perhatian pada permainan ini. Apa manfaat yang bisa didapat dari golf bagi si kecil?

Bila Anda perhatikan beberapa tahun belakangan ini, mulai banyak bermunculan sekolah atau kursus golf yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak. Tingkat usianya pun bervariasi, mulai usia SD. Bahkan, ada pula tempat kursus golf yang menawarkan anakanak di atas tiga tahun.

Sama seperti olahraga lainnya, olahraga golf pun memiliki manfaat bagi pertumbuhan anak. Apalagi, melihat si kecil yang sedang aktif dan berada dalam masa pertumbuhan.
Golf bisa menjadi sebuah permainan yang dapat mendukung perkembangannya secara optimal. Bisa dibilang golf merupakan permainan yang minim fisik, tetapi lebih mengedepankan taktik dalam bermain. Di sinilah letak keunggulan olahraga tersebut.

Karena tidak adanya kontak fisik dengan lawan ketika bermain, Amelia pun tidak ragu untuk memasukkan putrinya, Shazi, siswi kelas lima SD sebuah sekolah di Jakarta Barat, mengikuti kursus golf setidaknya dua kali dalam seminggu.

”Tidak seperti olahraga lain yang menuntut fisik, golf minim risiko,” ujar ibu rumah tangga ini ketika ditanya Seputar Indonesia.

Amelia juga mengatakan, untuk bermain golf tampaknya mudah, namun sebenarnya tidak demikian. Ia mencontohkan, untuk memukul bola yang diam saja pada awal latihan, cukup sulit.

”Meski bola ada di hadapan mata kita, untuk memukulnya sering kali tidak kena. Makanya berlatih golf mengajarkan anak untuk konsentrasi dan sabar,” tuturnya.

Hal senada dikatakan Head Couch Tee Academy Cengkareng Golf Club Arron Cole. Menurut Cole, kondisi mental sang pemain, tak pelak juga turut diasah dalam permainan ini.

”Kesabaran dan ketenangan sangat dibutuhkan dalam permainan, keduanya diperlukan bagi pemain untuk memasukkan bola,” katanya.

Maka tidak salah jika dikatakan, golf membantu anak untuk mengendalikan emosinya. Golf pun berguna dalam melatih saraf motorik anak, agar berkembang lebih baik. Dengan anak memegang stik golf dan mengayunkannya, saraf motorik akan terangsang untuk berkembang lebih sempurna.

Jika dilakukan secara rutin, Cole juga mengatakan bahwa golf dapat membantu konsentrasi segenap organorgan tubuh, seperti mata, kaki, dan tangan. Olahraga ini pun sangat baik untuk kesehatan jantung, mengingat dalam olahraga ini pemain banyak dituntut untuk berjalan.

Adeitya Eduardo Kimura, yang melatih golf di Gading Raya Driving Range, menambahkan poin penting dalam manfaat yang bisa diberikan olahraga ini.

Seperti diketahui, dalam golf ada langkahlangkah yang harus diikuti. Dimulai dari memfokuskan diri pada bola di hadapan serta mengayunkan stik. Tempat bermain golf pun tidak sama, misalnya di driving range atau golf course.

Dengan tahapan yang harus dilewati tersebut, otomatis melatih anak untuk berpikir sistematis. Agaknya tidak berlebihan yang diungkapkan Adeitya, Amelia pun menyetujui yang dikatakannya. Sudah lebih dari dua tahun putrinya berlatih golf, ada perubahan yang nampak pada diri gadis kecilnya ini.

”Yang pasti, dia (Shazi) bisa mudah konsentrasi. Ketika bermain golf juga, kan dia harus memikirkan strategi untuk langkah berikutnya,” kata wanita berusia 35 tahun ini.

Lain lagi dengan pengakuan Lanny Gunawan, yang memasukkan putrinya, Mulan Sukrisno, berlatih golf di Tee Academy. Golf membuat Mulan menjadi lebih percaya diri. Bagaimana tidak, Mulan yang sudah berlatih golf sejak usia dini ini, sengaja didorong Lanny untuk rajin mengikuti berbagai turnamen.

Lanny percaya lewat turnamen kepercayaan diri Mulan dapat dilatih. Jika akhirnya kalah, dia harus menerima kekalahan tersebut dengan lapang dada, dan berjanji untuk berlatih lebih giat dan semangat lagi.

Sebaliknya kalau menang, ajarkan anak untuk tidak berlebihan menyikapinya dan jangan sampai terpukau dengan kemenangannya. ”Sehingga melupakan latihan dan menganggap diri lebih dari teman yang lain,” katanya.

Golf pun menjadi sarana yang efektif untuk mengukir prestasi sekaligus memuaskan hobi. Sekolah golf Tee Academy, membuka pendaftaran bagi anakanak dengan usia antara 4–14 tahun. Sementara Golf Academy Pondok Indah, juga membuka kelas yang sama. Ada pula kelas untuk remaja yang berusia hingga 17 tahun.

Usia empat tahun dipilih lantaran anak dengan usia tersebut terbilang sudah cukup stabil dan mau diajak bekerja sama. Mereka pun sudah bisa lebih fokus menyimak pelatihan yang diberikan. Hanya, dengan kurun waktu pelatihan yang masih sangat sebentar.

Tentunya pengajar yang mendampingi anak pun harus bersikap sabar dalam memberikan pengajaran. Pada dasarnya, pelatihan golf bagi anak-anak, memang bertujuan untuk mendapatkan bibit baru di cabang olahraga golf ini. Pelatihan ini pun didukung penuh oleh Persatuan Golf Indonesia (PGI), dengan cara menyelenggarakan turnamen untuk kelompok junior dalam setiap bulannya.

Di samping untuk mendapatkan calon pemain profesional, turnamen berguna untuk menumbuhkan semangat kecintaan serta sportivitas terhadap golf.Semakin dini anak berlatih, siapa tahu semakin besar peluang terbuka bagi anak untuk dapat mengukir prestasi di lapangan golf. (nsa)

Beri komentar