Getting Time...

Sosialisasi Kursus Robotik

Koran SI - Koran SI
Senin, 15 Maret 2010 16:53 wib
detail berita
Di negara maju seperti Jepang, Singapura, dan Eropa, kegiatan merakit robot merupakan bagian dari kurikulum sekolah. (Foto: gettyimages)

BAGI anak-anak, merakit robot menjadi kesukaan mereka tersendiri. Dengan merakit robot, mereka bisa menciptakan robot yang mereka inginkan.
 
Itulah yang diakui Jerry. Bocah berusia sembilan tahun ini mengaku amat senang membuat robot. ”Aku sering nonton film robot dan senang berimajinasi membuat robot. Dengan kursus ini, impianku buat robot sendiri jadi kenyataan,” kata Jerry.
 
Begitu juga dengan pengakuan Shannon, salah seorang siswa kursus robot Creative Kids. Shannon mengatakan bahwa belajar membuat robot dapat membuatnya menggali potensi dan imajinasi yang dimiliki. ”Saya bisa menggerakkan robot seperti keinginan saya,” kata siswa SD Santa Laurensia ini.
 
Meski usia Shannon terbilang masih belia, dia memiliki tekad yang kuat untuk mendalami bidang ini hingga dewasa kelak. Shannon yang telah menginjak tahap Intermediate di Creative Kids ini mengaku, terkadang dirinya mengalami kendala dalam merakit robot, yakni untuk mendapatkan ide merancang robot itu sendiri.
 
Setelah melalui tahap Basic, siswa memang diwajibkan untuk memikirkan sebuah ide untuk menciptakan robot sendiri. Shannon dan Jerry mungkin masih beruntung karena sejak usia dini sudah bisa mengutak-atik robot di tempat kursusnya. Masih banyak anak-anak yang tidak seberuntung keduanya.
 
Padahal, di negara maju seperti Jepang, Singapura, dan Eropa, kegiatan merakit robot merupakan bagian dari kurikulum sekolah. Sedari dini, anak-anak pun sudah diminta untuk bereksperimen sendiri dengan robot. Berbeda dengan kondisi di Indonesia, di mana merakit robot belum terlalu populer dan baru diikuti sebagian kalangan saja.
 
Menyadari hal ini, beberapa tempat kursus robotik melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah. Seperti yang dilakukan Klub Robotik besutan Lucas. Diakui Lucas, Klub Robotik telah menjalin kerja sama dengan beberapa sekolah dari tingkat SD hingga SMA. Pihaknya mendatangi sekolah-sekolah tersebut dan mengadakan kegiatan ekskul robotik di sekolah itu.
 
”Ketika datang ke sekolah, kami menerangkan manfaat yang didapat lewat kursus ini. Misalnya pengenalan pada teknologi,” pungkas Lucas.
 
Sejauh ini, sudah ratusan siswa dari berbagai sekolah yang mengikuti kegiatan ini. Agar sosialisasi lebih luas sekaligus memantapkan metode pengajaran, kini berbagai tempat kursus robotik bahkan menjalin kerja sama dengan berbagai universitas ternama. Sebut saja UI, Trisakti, Gunadarma, dan politeknik UI.
(ftr)

Beri komentar