PEMILIK Calvin Klein, Phillips-Van Heusen Corp hari ini menyatakan mereka telah sepakat untuk membeli secara privat label Tommy Hilfiger dengan transaksi kontan dan saham senilai 2,2 miliar euro (2 milyar poundsterling) atau setara Rp27,6 T untuk menciptakan salah satu perusahaan pakaian terbesar di dunia.
Produsen pakaian Phillips-Van Heusen yang membeli Calvin Klein pada tahun 2003, telah menyetujui kesepakatan untuk mengambil alih perusahaan pakaian asal Amerika Serikat itu, yang menandai perubahan kepemilikan kedua Tommy Hilfiger dalam empat tahun terakhir. Demikian seperti dinukil okezone dari Dailymail, Selasa (16/3/2010).
Sebuah kelompok yang dipimpin oleh perusahaan Apax Partner menguasai Tommy Hilfiger pada Mei 2006 dengan nilai 1,1 miliar euro atau setara dengan USD1,6 miliar. Perusahaan itu telah menginvestasikan lebih dari 400 juta euro, dan meningkatkan jumlah karyawan lebih dari 1.000 dan jumlah toko-toko menjadi 1.002 unit dari awalnya 574 unit.
Apax berjuang untuk berkompetisi dari perusahaan-perusahaan termasuk Phillips-Van Heusen untuk mengamankan kesepakatan. Tapi bisnis Apax sekarang 'kembali ke kekuatan lama' setelah mengalami perbaikan selama empat tahun.
Perusahaan pemasok pakaian tersebut telah berkonsolidasi untuk menghemat biaya, di samping beberapa perubahan yang dibuat untuk mendapatkan Tommy Hilfiger kembali ke jalurnya setelah mengalami popularitas pada 1990-an.
Mitra Apax Stahl Kristen, yang akan bergabung dengan Phillips-Van Heusen mengatakan setelah penjualan, "Pada tahun 2006, perusahaan menderita di AS dan telah kehilangan posisi. Yang jelas kita melihat kekuatan bisnis internasional dan bersama-sama dengan tim manajemen mengembangkan suatu strategi yang jelas untuk reposisi dan restrukturisasi bisnis AS."
"Kami melakukan investasi yang besar untuk pertumbuhan dan mampu mengkristalisasi nilai yang melekat dalam merek ikonik ini," lanjutnya.
Menurut Apax, toko Tommy Hilfiger telah hampir dua kali lipat lebih banyak menjadi 1.002 dari sebelumnya 574 pada tahun 2006. Selain itu, tenaga kerja juga meningkat sampai 1.000.
Sebelumnya, Apax merupakan pemegang saham utama di Phillips-Van Heusen setelah memberikan dukungan keuangan bagi pengambilalihan Calvin Klein pada tahun 2003. Merek lain yang dimiliki oleh Phillips-Van Heusen termasuk Van Heusen, Bas, dan Arrow.
Sementara itu, Phillips-Van Heusen, yang berbasis di New York mengatakan, pendapatan perusahaan gabungan akan berjumlah sekira USD4,6 miliar.
"Pembelian itu akan memungkinkan Phillips-Van Heusen untuk memperkenalkan sebagian dari merek mereka di pasar internasional," kata sumber di Phillips-Van Heusen.
Meski telah dibeli oleh Phillips-Van Heusen Corp, namun perancang Tommy Hilfiger akan tetap berperan sebagai desainer utama, dan menetapkan visi untuk merek Tommy Hilfiger. (nsa)