Getting Time...

Backstage MFW, Dua Bulan untuk 15 Menit

Koran SI - Koran SI
Jum'at, 19 Maret 2010 08:44 wib
detail berita
Milan Fashion Week 2010 (Foto: Google)

JIKA Anda bertanyatanya bagaimana sebuah fashion show bisa berlangsung sukses, jawabannya terletak pada kesiapan penyelenggara. Dibutuhkan persiapan berbulan-bulan hanya untuk menghadirkan show selama 15 menit.
 
Di dalam venue, para tamu undangan sudah duduk di tempatnya masing-masing, berbusana apik, dan berusaha terlihat anggun di hadapan kamera. Namun, hiruk-pikuk di belakang panggung yang menjadi ”dapur” sebuah peragaan busana. Ketenangan di dalam venue justru menjadi ”tanda” bagi para stylist, make up artist, dan penata rambut, untuk memberikan sentuhan terakhir pada penampilan para model sebelum tirai panggung dibuka.


Brand asal Milan, Frankie Morello menyatakan, timnya membutuhkan waktu dua bulan untuk mempersiapkan koleksi busana musim gugur dan musim dingin 2010/11 yang hanya dipertunjukan selama 15 menit di atas catwalk. 15 menit yang akan menentukan nasib penjualan mereka enam bulan mendatang. Waktu yang sangat singkat untuk membuat buyer dan editor mode terkesan.
 
Bukan hanya waktu, investasi dalam sebuah fashion show juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Di Milan, sebuah catwalk show sederhana bisa bernilai hingga 80.000 euro. Sementara untuk pertunjukan spektakuler yang melibatkan tata interior venue avant-garde, investasinya bisa membengkak hingga 1 juta euro, dengan model papan atas yang dibayar 10.000 euro untuk satu pertunjukan.
 
”Intinya, dalam pertunjukan ini Anda harus habis-habisan,” ujar Pierfrancesco Gigliotti, salah seorang pendiri Frankie Morello. ”Fashion show di pekan mode merupakan investasi kami yang terbesar dan kami bergantung sepenuhnya pada pertunjukan selama 15 menit itu, tidak peduli berapa banyak waktu yang kami butuhkan untuk mempersiapkannya,” sambungnya.
 
Persiapan fashion show selalu menjadi agenda utama para desainer papan atas karena pertunjukan di atas catwalk itu merupakan cara mereka menarik buyer dan perhatian media. ”Melalui fashion show, kita bisa melihat seberapa besar media tertarik akan koleksi yang kita sajikan dan hal itu akan berpengaruh terhadap penjualan kami,” papar Gigliotti.
 
Alasan itulah yang membuat para pelaku mode berusaha mempersiapkan sebuah pertunjukan spektakuler sejak lama, bahkan dalam hitungan bulan. Bila sebuah fashion show membutuhkan waktu persiapan dua bulan, bagaimana dengan pekan mode? Milan Fashion Week (MFW) membutuhkan waktu lima bulan dan melibatkan tidak kurang dari 8.000 orang di seluruh dunia yang saling terkoneksi melalui jaringan raksasa industri mode, dari pekerja garmen, staf desainer, model, penata gaya, hingga kru belakang panggung, termasuk pemasang instalasi listrik serta kru keamanan.

”Sebuah pekan mode adalah acara besar yang membutuhkan tangan banyak orang,” tutur Mario Boselli, Chairman National Chamber of Fashion Italia, penyelenggara Milan Fashion Week.

Persiapan penyelenggaraan pekan mode terbesar di Italia itu dimulai dengan rapat-rapat intensif untuk menentukan venue serta pembagian ruang bagi desainer, terutama untuk desainer pemula yang belum memiliki agenda pribadi. ”Untuk Milan Fashion Week, kami selalu punya jadwal yang lebih maju empat bulan,” terang Boselli.
Di luar itu, penyelenggara pun harus memiliki stok kesabaran ekstra mengenai draf jadwal pertunjukan yang akan dilaksanakan, terutama mengingat Milan Fashion Week merupakan jujugan media dan buyer internasional.

”Terkadang terjadi ketidaksesuaian jadwal dan kita harus mengulangi semua dari awal. Karena itulah, saya selalu mengatakan pekerjaan ini membutuhkan kesabaran sebagai modal utama,” ujarnya saat diwawancarai Reuters.

Boselli menyatakan, setiap musimnya Milan Fashion Week mencatat kehadiran 1.300 jurnalis dari seluruh dunia, yang kemudian harus disetujui dan dipilih oleh masing-masing desainer. Urusan tempat duduk pun akan menjadi masalah yang sama peliknya dengan masalah jadwal pertunjukan. ”Kami harus memasang mata dan telinga untuk mengetahui siapa tidak ingin duduk di sebelah siapa,” sambung Boselli.
Bukan hanya jurnalis dan buyer yang merupakan daftar undangan utama para desainer, melainkan juga list selebriti yang menjadi ”gula” dalam show-show tertentu.

”Biasanya kami menerima pemberitahuan pendahuluan tentang daftar selebritis yang diundang, terutama oleh top-notch designers, seperti Giorgio Armani, Versace, Prada, atau Gucci,” katanya.

Persiapan berikutnya adalah urusan transportasi. Boselli selalu mengatakan kepada timnya bahwa transportasi merupakan checklist utama dalam daftar persiapan. ”Kami menyediakan mobil-mobil rental juga shuttle service untuk membantu buyer dan media berpindah dari satu venue ke venue lain,” paparnya.
(tty)

Beri komentar