PARA orangtua sebaiknya kini lebih rajin memberi bekal makanan untuk anak. Pasalnya, penelitian membuktikan anak yang jajan di luar mempunyai kecenderungan menjadi obesitas.
Sebuah penelitian yang dilakukan di tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Amerika Serikat menyebutkan, tidak sedikit di antara siswa yang secara rutin makan siang di sekolah atau jajan, mengalami kelebihan berat badan.
Mereka pun cenderung memiliki kolesterol jahat yang tinggi atau LDL, ketimbang anak yang secara rutin membawa bekal makan siang dari rumah.
“Karenanya, membawa bekal dari rumah lebih sehat. Lingkungan sekolah sendiri merupakan kesempatan baik untuk mengajarkan anak tentang makanan sehat dan perlunya olahraga,” papar Elizabeth Jackson MD MPH, selaku asisten profesor di Universitas Michigan Health System di Ann Arbor.
Elizabeth menuturkan, hal tersebut penting untuk diketahui oleh anak-anak dari kalangan sekolah menengah tersebut. Sebab, masa itu anak-anak mulai dididik untuk menjadi lebih mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain.
Jika mereka mulai terbiasa untuk memilih hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat dan olahraga secara teratur, maka kebiasaan ini akan terus mereka jalani hingga dewasa nanti.
Penelitian ini melibatkan lebih dari 1.000 siswa tingkat SMP, yang telah diminta untuk mengisi kuesioner yang menanyakan tentang beberapa hal. Di antaranya, apa saja yang mereka makan, pola makan, seberapa sering melakukan aktivitas fisik, dan berapa jam yang lalui setiap hari untuk menonton televisi, bermain video game, hingga berapa lama menghabiskan waktu di depan layar komputer.
Kemudian para siswa ini dipecah menjadi tiga kelompok. Pembagian kelompok didasarkan pada jawaban mereka sendiri yang tertera pada kuesioner tersebut. Siswa dibagi menjadi mereka yang menjawab ‘selalu’ atau 'hampir selalu', jajan di kantin sekolah atau di luar.
Dan siswa yang menjawab ‘selalu’ atau ‘hampir selalu’ membawa makan siang mereka dari rumah. Sedangkan siswa yang menjawab ‘kadang-kadang’ jajan di dalam atau luar sekolah atau kadang membawa bekal dari rumah.
Hasil penelitian kemudian dipresentasikan pada acara rapat tahunan American College of Cardiology. Nah, dibandingkan dengan anak yang membawa makanan dari rumah, anak yang jajan di sekolah mempunyai kecenderungan kelebihan berat badan atau obesitas.
Mereka pun mempunyai kesukaan untuk menyantap dua hingga lebih makanan berlemak, seperti daging, ayam goreng, ataupun hot dog dalam per harinya. Anak yang suka jajan dibanding membawa makanan sendiri dari rumah, setiap harinya mengonsumsi minuman manis dua gelas atau lebih dari itu.
Mereka pun lebih sedikit menyantap buah-buahan segar dalam sehari-harinya, termasuk menyantap sayur-sayuran. Maka, tidak heran jika akhirnya anak-anak yang gemar jajan ini mempunyai kolesterol jahat atau LDL lebih tinggi daripada anak yang secara teratur menikmati bekal makan siang mereka dari rumah.
Bukan hanya itu, penelitian juga menyebutkan bahwa anak yang tidak terbiasa membawa bekal makan siang dari rumah ini, lebih sedikit melakukan aktivitas olahraga.
Misalnya saja basket atau berjalan kaki, atau tergabung dalam suatu tim olahraga di sekolah. Mereka malah lebih banyak menghabiskan waktu dengan menonton televisi, bermain video game, dan menggunakan komputer.
“Sebanyak satu per tiga anak-anak di Amerika Serikat saat ini, menderita obesitas. Artinya, anak-anak ini memiliki peluang tinggi untuk mengalami gangguan jantung atau diabetes ketika dewasa nanti,” tutur Elizabeth.
Lebih lanjut Elizabeth mengatakan, jika kita tidak segera menangani hal ini, maka angka kematian orang akibat gangguan jantung akan membengkak. Jadi, apakah menyiapkan bekal makanan dari rumah adalah yang terbaik bagi anak-anak?
Agaknya Michael Barret MD, ahli jantung dari Temple University di Philadelphia tidak sependapat dengan hal ini. Menurut dia, menyiapkan bekal bagi anak sebelum mereka berangkat sekolah, bukan berarti bekal itu yang mereka makan ketika siang.
Bisa saja anak menukar bekal tersebut dengan makanan lain milik temannya yang mereka pikir lebih lezat.
Mereka pun bisa dengan bebas membeli makanan ringan di kantin sekolah Karenanya, Michael menganjurkan orangtua untuk bekerja sama dengan sekolah, demi memastikan makanan yang disediakan di kantin sekolah atau oleh pihak sekolah sendiri, disediakan dengan sedikit garam dan lemak.
Sebaliknya, lebih banyak serat. Para orangtua juga harus menghadirkan menu makanan sehat di rumah, baik untuk kudapan maupun makan berat.
Ajak juga anak untuk berolahraga. Bisa saja dengan mengajak bersepeda di hari libur atau mendorongnya ikut tim olahraga di sekolah. Data terakhir menunjukkan sekitar 30,6 juta siswa di Amerika jajan di luar atau di kantin sekolah.
Sementara hanya 6% dari program makan siang di sekolah yang disediakan pihak sekolah, memenuhi persyaratanmakanansehatsesuaidengan Departemen Agrikultur Amerika Serikat.
Misalnya saja dengan sedikit memberikan garam pada makanan. Sisanya, sebanyak 80% sekolah, tidak menaati aturan yang sudah ditetapkan. Dengan menyajikan makanan berlemak lebih dari 30% dari total kalori. (nsa)