Getting Time...

Anak Mengompol, Mimpi Buruk Orangtua

Koran SI - Koran SI
Sabtu, 20 Maret 2010 10:18 wib
detail berita
Jika anak Anda masih mengompol di malam hari, cari penyebabnya. Dengan menyuruh anak tidur sesuai waktunya secara reguler, dapat melatihnya untuk buang air kecil sebelum tidur. (Foto: Google)

MALAM hari anak masih suka mengompol? Tentu hal ini sangat merepotkan kita. Apalagi, anak sudah mulai beranjak besar. Adakah cara untuk mengatasinya?
 
Anne terbangun dari tidurnya. Angga putra semata wayangnya yang berusia enam tahun, datang dengan celana basah ke kamarnya.
 
Ia pun merengek pada Anne untuk tidur dengannya. Entah sudah berapa seprai yang dicucinya karena kebiasaan mengompol buah hatinya tersebut. Ia pun harus siap dengan cucian baru di pagi hari. Anne merasa kesal dan kecewa, kapan kira-kira Angga bisa bangun dan pergi ke kamar mandi jika ingin buang air kecil di malam hari.

Anne bukan satu-satunya ibu yang mengalami hal ini. Banyak jutaan ibu lainnya yang memiliki masalah yang sama dengan yang dialami oleh Anne. Mengompol sebenarnya bukan masalah besar. Rutinitas ini dapat diatasi bersama oleh ibu dan anak jika mengetahui caranya. Sebagian besar anak-anak dengan kebiasaan mengompol, akan berhenti mengompol bahkan ketika mereka mencapai masa pubertas.

Sebanyak 15 persen anak berhasil menghentikan kebiasaan buang air kecil di malam hari ini tanpa adanya treatment apa pun. Untuk mengatasi kebiasaan mengompol, ada beberapa solusi yang ditawarkan. Dari terapi kebiasaan atau perilaku hingga pengobatan untuk mencegah mengompol. Terapi perilaku untuk menghentikan kebiasaan buruk si kecil ini, meliputi perkembangan dan latihan rutinitas untuk mengurangi kemungkinan ia mengompol.
 
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengakhiri kebiasaan ini. Misalnya dengan tidur sesuai waktunya. Menurut Gregory Fritz MD selaku profesor dan Direktur Divisi Psikologi Anak dan Remaja di Sekolah Medis Brown, “Dengan menyuruh anak tidur sesuai waktunya secara reguler, dapat melatihnya untuk buang air kecil dahulu sebelum tidur,” katanya.

Tentu saja tidak perlu terlalu ketat untuk mengatur jadwal tidur tersebut. Beri anak kelonggaran untuk tidur lebih larut ketika sekolah libur. Fritz menuturkan, tidak perlu untuk membatasi minum anak di waktu siang hari. Yang perlu dikurangi adalah porsi minum setelah makan malam.
 
Perlu diingat, mengompol di malam hari bukan saja dikarenakan anak banyak minum di malam hari, namun juga karena kantung kemih perlu dikosongkan.
Jadi, jangan juga membuat anak merasa kehausan karena khawatir ia akan mengompol di malam hari. Padahal tubuh juga memerlukan cairan untuk mencegah dehidrasi dan membuat tubuh sehat.
 
Perlu dicermati juga, untuk membatasi konsumsi minuman yang mengandung kafein. Seperti minuman bersoda atau cokelat panas di malam hari. Kafein dapat meningkatkan produksi urine. Untuk jenis minuman yang satu ini, tidak ada salahnya orang tua membatasi konsumsinya yang masuk ke tubuh anak.
 
Langkah selanjutnya, membiasakan si kecil untuk buang air kecil sebelum naik ke tempat tidur. Seperti halnya menggosok gigi, anak harus dibiasakan buang air kecil lebih dulu menjelang tidur. Jadi anak akan berangkat tidur dengan kantung kemih yang kosong. Namun bagaimana jika dia menolak untuk menggunakan pispot atau ingin cepat-cepat keluar kamar mandi?
 
“Terkadang anak-anak ingin buru-buru keluar kamar kecil sehingga tidak buang air kecil secara sempurna. Untuk itu, dampingi anak dan minta mereka untuk menyelesaikannya dengan sempurna agar tidak ingin pipis lagi,” ujar Howard Bennet MD, penulis ”Waking Up Dry: A Guide to Help Children Overcome Bedwetting”. Ia melanjutkan, jika anak kesulitan untuk mengikuti peraturan ini, minta mereka untuk buang air kecil dua kali. Pertama 30 menit menjelang akan tidur, dan kemudian sebelum mereka naik ke atas tempat tidur.
 
Orangtua juga membantu anak membuatkan semacam jurnal untuknya. Jika si anak berhasil tidak mengompol di pagi hari, beri bintang di jurnalnya atau pada kalender di rumah.
(tty)

Beri komentar