Getting Time...

Nikmati Teh Oolong ala Taiwan

Koran SI - Koran SI
Sabtu, 20 Maret 2010 10:02 wib
detail berita
Mengonsumsi teh telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat. (Foto: Google)

MINUM teh telah menjadi tradisi turun-temurun di Taiwan. Tak hanya melulu soal adat istiadat, mengonsumsi teh juga telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat.
 
Jika pergi ke Taiwan, jangan lupa sempatkan waktu untuk menikmati sensasi teh oolong. Bagi masyarakat Taiwan minum teh sudah menjadi tradisi turun-temurun. Tak heran bila di sini gampang sekali menemui teh berkualitas bagus. Teh oolong misalnya. Masyarakat Taiwan meyakini, teh oolong memiliki kandungan gizi yang lebih banyak dibanding teh sejenis, misalnya teh hijau, teh herbal, atau teh hitam.

Sebenarnya minuman teh–apa pun jenisnya–diyakini memiliki banyak khasiat. Selain sebagai antioksidan, pucuk daun tanaman ini setelah diseduh mampu membuat pikiran rileks. Demikian pula dengan teh oolong. Lantas, apa beda teh ini dengan teh sejenis?
 
Menurut Ny Lien, pemilik Lien Jih Tea Farm, di Taitung, Taiwan, teh oolong biasanya dikonsumsi setelah menyantap makanan berlemak atau seusai mengonsumsi minuman beralkohol. Fungsi utama dari teh ini adalah membersihkan lemak dan racun yang mengendap dalam tubuh.
 
Selain itu, menetralisasi pengaruh alkohol. Sehingga, misalnya saja, jika pada jamuan makan malam kita menyantap makanan berlemak, setelah itu kita minum teh oolong, keesokan harinya saluran pencernaan akan kembali “plong”. Ini karena cairan dari teh ini mampu melakukan proses pembersihan.


“Habiskanlah secangkir teh oolong dalam tiga kali tegukan, maka khasiatnya akan lebih terasa,” tutur Ny Lien sembari meracik teh oolong di hadapan rombongan visiting journalist yang menyambangi perkebunannya awal Maret lalu.
 
Lantas, bagaimana teh ini bisa menjadi “raja” nya teh di Taiwan? Ini karena proses seleksi yang sedemikian ketat dari awal. Pucuk daun teh yang diambil misalnya, hanya diambil dua helai daun termuda. Biasanya turut disertakan pula bakal daun ketiga yang masih kuncup.

Pemilihan bahan-bahan dan proses meramu teh yang “berbeda” dibanding teh lainnya menjadikan suatu produk disebut teh oolong. Kuncinya, ada pada proses oksidasi. Khusus teh jenis ini, saat oksidasi hanya berlangsung sekitar 2–3 hari.
 
Saat itu, “jati diri” teh sedang berada dalam kondisi tengah-tengah antara teh hijau dan teh hitam. Sebagai perbandingan, oksidasi untuk teh hitam atau merah berlangsung 2 minggu hingga 1 bulan. Selanjutnya, proses dilanjutkan dengan pemanasan (cara tradisionalnya dengan digongseng di atas wajan panas).
 
Seiring perkembangan jaman, masyarakat Taiwan pada era kekinian, cenderung tidak lagi menyediakan waktu khusus untuk minum teh, baik oolong atau pun jenis lainnya. “Semua, tergantung konteks acara dan kebutuhan,” ujar Director Press Information Division Taipei Economic and Trade Office (TETO) Indonesia, Tommy Lee.
 
Teh oolong memang sangat tenar di China. Namun, sejatinya, teh ini diperkenalkan lebih dulu di Taiwan, sehingga tidak berlebihan jika kemudian teh jenis ini diklaim sebagai ciri khas dan “milik” wilayah ini. Setelah mengetahui seabrek manfaat teh ini, tidak ada salahnya Anda mulai mengonsumsi.
(tty)

Beri komentar