JANGAN remehkan masalah ketombe! Jika dibiarkan dan penanganannya salah akan membuat rambut mudah rontok. Umumnya, ketombe menjangkiti kulit kepala wanita yang mengenakan jilbab. Karena itu, rawatlah rambut Anda dengan perawatan ekstra.
Rambut memiliki arti yang cukup penting. Rambut berfungsi sebagai daya tarik dan keapikannya menambah rasa percaya diri. Rambut juga berfungsi mahkota yang dapat mempercantik penampilan. Untuk mendapatkan rambut yang indah dan sehat, tak heran banyak wanita yang getol dalam merawat kesehatan rambutnya dengan berbagai macam perawatan khusus seperti creambath, hair spa atau hair mask.
Bagi wanita yang mengenakan jilbab, rambut merupakan salah satu aurat yang harus ditutupi. Menurut Rudy Hadisuwarno, rambut yang ditutupi dengan jilbab membutuhkan perawatan ekstra. Rambut yang terlalu sering ditutupi akan membuat rambut menjadi lembap dan kepanasan. Sehingga dapat menimbulkan masalah seperti kerontokan, ketombe, bau, dan rambut menjadi lepek. “Hal yang paling sering mengganggu wanita berjilbab adalah ketombe. Mereka sering terganggu karena rasa gatal dari ketombe itu. Dan tentu saja ini juga mengganggu kerja mereka,” kata penata rambut profesional kelahiran Pekalongan, 21 Oktober 1949 ini.
Menurutnya, ketombe membuat wanita berjilbab sering menggaruk kepalanya sehingga menyebabkan mereka sulit untuk berkonsentrasi dalam bekerja. Masalah ketombe yang dialami wanita berjilbab sering kali membuat mereka minder dalam pergaulan. “Kita pasti sedikit risih kalau mau menggaruk kulit kepala yang gatal di depan umum. Karena terkesan kita adalah orang yang kurang bersih dan tidak bisa merawat rambut dengan benar,” urai Rudy.
Ketombe (Pityriasis capitis) merupakan pengelupasan sel kulit mati yang berlebihan sel kulit mati yang berlebihan di kulit kepala. Pengelupasan ini dapat dikatakan normal jika dalam jumlah yang sedikit. Tapi, ada beberapa orang yang sering mengalami secara terus menerus atau dalam jumlah yang besar. Serta munculnya merah-merah dan iritasi pada kulit kepala.
Ketombe disebabkan oleh Pyrosporum ovale (P. Ovale). Ini adalah jamur yang secara alami terdapat pada kulit kepala dan bagian kulit yang lainnya. “P. Ovale sebenarnya jamur yang ada di udara. Jadi dia bisa tumbuh di berbagai jenis kulit kepala dan rambut,” ungkapnya. Menurutnya, jamur ini bukanlah jamur yang berbahaya. Tapi, seiring dengan perubahan hormon, perubahan cuaca, dan stres yang tinggi, akan membuat kulit kepala memproduksi banyak minyak. “Inilah yang membuat P. Ovale bertambah banyak,” ucap Rudy.
Selain itu, ketombe juga merupakan gejala sebborhoic dermatitis, psoriasis, infeksi jamur, atau kutu rambut, jangan terlalu sering menggaruk kulit kepala. Apalagi menggaruknya dengan kencang,” tukas Rudy jika menggaruk kepala dengan kuku-kuku akan menyebabkan kulit kepala menjadi luka. “Dan luka itulah yang akan menyebabkan infeksi pada kulit kepala,” lanjut Rudy. Bila mengalami ketombe, menggaruk kepala secara berlebihan harus dihindari. Menggaruk bagian tersebut dapat menyebabkan kerusakan kulit, yang selanjutnya dapat meningkatkan risiko infeksi, terutama bakteri staphylococcus aureus dan streptococcus.
Selain disebabkan oleh jamur, stres juga dapat memicu datangnya ketombe. Menurut Rudy, hal ini juga disebabkan oleh peningkatan hormon androgen pada orang yang sedang mengalami stres. Hal ini dapat memicu timbulnya kelenjar minyak keluar berlebihan hingga kulit kepala mudah lepas. Beberapa jenis makanan juga dapat mempengaruhi parahnya ketombe seperti mentega dan makanan yang digoreng. “Sedangkan untuk wanita berjilbab, rambut yang terlalu sering ditutupi, membuat rambut dan kulit kepala sulit bernapas. Sehingga mereka akan menghasilkan keringat dan menyatu bersama minyak yang ada pada rambut,” jelas Rudy.
Menurut Rudy, rambut yang ditutupi dengan jilbab akan mudah berkeringat dan lembap. Terutama jika wanita berjilbab memiliki aktivitas yang tinggi. “Untuk wanita berjilbab, sebaiknya mencuci rambut maksimal dua kali dalam sehari. Seminggu sekali, dapat dilakukan creambath, atau juga dengan melakukan perawatan-perawatan khusus lainnya. “Hal ini bermanfaat untuk memberikan nutrisi pada rambut, serta merilekskan otot-otot pada kulit kepala dan menenangkan urat-urat saraf pada kepala.
Untuk wanita yang mengenakan jilbab, perlu melakukan perawatan khusus. “Gunakanlah sampo yang ringan dan sesuai dengan kondisi rambut berjilbab. Serta memiliki pH yang rendah,” tutur Rudy. Setelah mencuci rambut, rambut hanya perlu dikering-keringkan dengan cara di angin-anginkan. “Setelah sampo, cukup tambahkan conditioner saja. Tak perlu ada penambahan serum leave-on pada rambut,” tegas Rudy.
Rudy mengatakan, dengan memberikan serum leave-on pada rambut, kemudian rambut diikat dan ditutup kerudung justru akan memperparah ketombe. Pasalnya, zat-zat yang menempel pada batang rambut akan menyatu dan tanpa sengaja mengenal kulit kepala. “Minyak yang bercampur dengan zat-zat dari leave-on, ditambah keringat dan jamur akan memperparah ketombe,” katanya. Rudy menyarankan agar wanita yang mengenakan jilbab untuk menggunakan conditioner dan perlu melakukan perawatan khusus untuk rambut setiap minggu atau sebulan sekali.
(tty)