Tubektomi Bikin Kehidupan Seks Lebih Menyenangkan

|

Fitri Yulianti - Okezone

Wanita tubektomi dan pasangannya lebih menikmati seks karena mereka bebas dari kecemasan atas potensi kehamilan yang tidak direncanakan. (Foto: gettyimages)

Tubektomi Bikin Kehidupan Seks Lebih Menyenangkan
KONTRASEPSI mantap berupa tubektomi kerap menjadi momok bagi wanita. Kabarnya, wanita yang tubektomi akan mengalami risiko disfungsi seksual. Benarkah?
 
Menurut sebuah studi baru yang okezone lansir dari Health24, wanita yang telah menjalani sterilisasi untuk mencegah kehamilan, tidak memiliki risiko disfungsi seksual setelah itu.
 
Para peneliti menemukan fakta bahwa partisipan wanita yang telah menjalankan prosedur tubektomi menunjukkan risiko rendah terhadap masalah-masalah seksual tertentu. Bahkan, mereka cenderung lebih bahagia dengan kehidupan seks daripada wanita lain.
 
Operasi, yang dikenal juga sebagai tubal ligation adalah menghalangi tuba falopi yang menghubungkan indung telur dengan rahim. Hal ini dilakukan baik tepat setelah melahirkan—melalui Miss V atau selama operasi caesar, atau melalui operasi laparoskopi, di mana satu atau dua sayatan kecil dibuat di perut.
 
Tidak ada alasan fisiologis untuk diyakini bahwa tubektomi akan menyebabkan masalah seksual. Tetapi, ditegaskan Dr Anthony Smith dari La Trobe University di Melbourne, Australia, peneliti utama studi tersebut, ada sedikit penelitian tentang masalah ini. Smith mengatakan, studi yang ada umumnya hanya bertanya wanita tentang kepuasan seksual mereka secara umum.
 
Bagaimana studi dilakukan
 
Untuk studi mereka, Smith dan rekan-rekannya mengamati 2.721 wanita Australia tentang berbagai gejala disfungsi seksual dan kepuasan mereka secara keseluruhan dengan kehidupan seksnya. Dari semua wanita, sebanyak 447 orang atau sekira 16 persennya telah menjalani tubektomi, kebanyakan di usia antara 40 dan 64 tahun.
 
Secara keseluruhan, mereka melaporkan tidak memiliki masalah seksual, bahkan bahagia dengan kehidupan seks mereka. Studi ini telah dipublikasikan di BJOG, jurnal kedokteran Inggris.
 
Lebih dari 42 persen partisipan mengatakan, mereka kurang tertarik pada seks, tapi coba bandingkan dengan 51 persen wanita yang memiliki masalah serupa, padahal tidak menjalani tubektomi. Dan sementara hanya 14 persen pasien tubektomi "tidak merasakan seks menyenangkan", sebanyak 17 persen wanita yang tidak menjalani tubektomi mengatakan, mereka mengalami hal yang sama.
 
Ketika para peneliti memperhitungkan faktor-faktor lain, seperti usia, pendidikan, dan status pernikahan, wanita yang menjalani tubektomi—sekira 33 persen—cenderung kurang tertarik pada seks, butuh waktu lama untuk orgasme, atau Miss V kering saat berhubungan seks.
 
Alasan kehidupan seksual menyenangkan
 
Di samping itu, penelitian menemukan bahwa wanita yang menjalani tubektomi biasanya memberikan nilai lebih tinggi untuk kehidupan seks mereka. Sebesar 36 persen dilaporkan "sangat tinggi kepuasan seksualnya”. Kepuasan tersebut hanya dirasakan 30 persen wanita yang tidak menjalani tubektomi.
 
Tidak jelas mengapa wanita tubektomi umumnya memiliki fungsi seksual lebih baik. Tapi, Smith mencatat bahwa wanita dan pasangannya lebih menikmati seks karena mereka bebas dari kecemasan atas potensi kehamilan yang tidak direncanakan.
(ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Calon Menkes Pernah Jadi Bintang Iklan