Waspadai Jatuh Saat Hamil!

Minggu, 13 Juni 2010 - 10:10 wib | Mom& Kiddie -

Waspadai Jatuh Saat Hamil! Perubahan bobot tubuh inilah yang dapat menyebabkan BuMil kehilangan keseimbangan tubuhnya dan membuatnya gampang jatuh. (Foto: gettyimages) GUBRAKKK...!” tiba-tiba saja Sarah terpeleset. Perutnya yang membuncit sempat menyentuh lantai. Sembari meringis ngilu dan sedikit panik, dia mengelus perutnya yang kini memasuki usia kehamilan 27 minggu. Duh, bagaimana nasib janin di kandungannya?

Mengapa BuMil Gampang Jatuh?

Semakin besar usia kehamilan, banyak perubahan dialami BuMil. Salah satunya, berat badan. Pertambahan berat badan ini, jelas dr. Dhely Lesthama. A, antara lain dipengaruhi oleh berat badan bayi (sekitar 2,5 sampai 3,5 kg), plasenta (500-600 g), dan belum lagi ditambah berat air ketuban, misalnya.

Perubahan bobot tubuh inilah yang dapat menyebabkan BuMil kehilangan keseimbangan tubuhnya dan membuatnya gampang jatuh. Selain itu, ada juga penyebab yang tak kalah penting.

“Gangguan mual dan muntah menyebabkan terganggunya asupan gizi pada ibu. Berkurangnya asupan glukosa pada kehamilan juga dapat mengganggu pertumbuhan bayi dan menyebabkan ibu menjadi lemas karena kurangnya kalori. Akibatnya, BuMil susah berdiri kuat dan timbul gangguan keseimbangan,” tambah dr. Dhely .

Kenali Trauma

Jatuh ini tak bisa dianggap sepele. Pasalnya, bisa menyebabkan trauma - tekanan yang ditimbulkan oleh benda tajam ataupun benda tumpul. Trauma ini dapat menyederai janin dan Moms.

Trauma itu dapat berdampak secara tidak langsung atau langsung. Dampak tidak langsung, seperti BuMil menjadi stres atau terlalu khawatir. Misal, peristiwa jatuhnya BuMil membuat BuMil terus memikirkannya, dan ujung-ujungnya stres. Nah, stres inilah yang bisa memicu terjadinya kontraksi. Bila terjadi kontraksi yang kuat dan terus menerus, maka dapat menyebabkan ketuban pecah. Jadi, ketenangan psikis ibu hamil juga harus diperhatikan oleh keluarga, utamanya oleh suami dan orangtua.

Lalu, ada dampak dari trauma langsung. Biasanya, pada kasus trauma langsung ini penanganannya serius karena dapat membahayakan BuMil dan janinnya. Ambil contoh, kecelakaan mobil yang sebabkan perut BuMil terbentur. Dan BuMil mengalami perdarahan akibat lepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari tempat menempelnya (solutio plasenta).

“Bila kondisi lepasnya plasenta ini sifatnya ekstrim, bisa sebabkan janin tidak tertolong. Namun, bila solutio plasenta ini hanya sebagian saja, janin masih bisa tertolong,” ujar Dokter yang sehari-hari praktik di RS Puri Indah, Jakarta Barat ini. Lagi ujarnya, ketuban pecah spontan juga dapat terjadi bila benturan atau trauma cukup keras.

Perhatikan Posisi Jatuh

Sebaiknya, ketika BuMil jatuh, jangan langsung panik. Kalau bisa, tetaplah rileks sekaligus waspada. Ada beberapa posisi saat terjatuh, antara lain jatuh terduduk, misalnya. Kala itu beban tubuh bertumpu pada tulang belakang.

“Jika terjadi cedera pada tulang belakang, maka saat persalinan, umumnya BuMil akan terganggu saat mengejan,” imbuh dr. Dhely.

Hal lain yang bisa terjadi ialah berisiko kantong ketuban robek yang bisa menimbulkan persalinan lebih awal. Posisi jatuh lainnya, telentang, umumnya tidak menimbulkan trauma langsung pada rahim karena posisi jatuhnya. Namun dapat saja terjadi trauma pada kepala ibu sehingga menyebabkan penurunan kesadaran dan ibu jatuh dalam kondisi pingsan.

Begitu pula BuMil jatuh tengkurap, posisi jatuh ini dapat berdampak langsung dan mengenai janin, bahkan bisa menyebabkan lepasnya plasenta bila benturan yang terjadi sangat kuat.

Segera Amati Kondisi Setelah Jatuh!

1. Terjadi Perdarahan atau tidak

Meski hanya flek saja, Moms tetap waspada. Segera periksa ke DSOG untuk memeriksa kondisi janin! Kalau sekadar flek, pemeriksaan bisa dilakukan dokter yang biasa menangani. Namun, jika terjadi perdarahan hebat, BuMil segera dibawa ke UGD RS terdekat!  
2. Ketuban Pecah atau tidak
Jika merasa air ketuban mengalir, segera konsultasikan ke dokter. Tujuannya, agar air ketuban ini mengalirnya tidak bertambah banyak yang dapat menyebabkan timbulnya kontraksi, persalinan prematur, dan infeksi pada bayi.
 
3. Masih ada gerakan janin atau tidak
Coba pantau gerak janin setiap jamnya. Apakah bayi itu bergerak setiap per jamnya atau tidak? Bahkan jika selama beberapa jam saja, janinnya tidak bergerak, Moms segera ke DSOG untuk melihat gerakan bayi lewat USG!
 
4. Terjadi kontraksi atau tidak.
Istilah kontraksi adalah pergerakan otot rahim secara simultan sehingga dinding rahim terasa rileks dan mengeras secara bergantian. Biasanya, awam menyebutnya mules atau melilit berlebihan. Nah, umumnya kontraksi ini timbulnya menjelang persalinan dan tidak boleh timbul sebelum waktunya karena dapat menyebabkan persalinan prematur.
 
Segera ke DSOG, Jika…
 
1. BuMil mengalami kontraksi pada rahim/perut plus nyeri, perdarahan, ketuban mengalir atau basah di pakaian dalam dan/atau perut terasa kencang/kontraksi karena jatuh.
 
2. BuMil merasakan nyeri atau sakit karena terjatuh.
 
3. Berkurangnya gerakan bayi di perut.
 
Tip Cegah BuMil dari Jatuh
 
1. Upayakan BuMil Cukup Cairan dan Kalori.
kondisi BuMil yang kurang cairan dan kalori menyebabkan dirinya dehidrasi dan hipoglikemia sehingga sering pusing dan bisa kehilangan keseimbangan. Tetapi, bila pasokan cairan dan nutrisi baik, maka BuMil bisa kuat berdiri.
 
2. Batasi Aktivitas.
Tak perlu naik-turun tangga bila tak diperlukan. Pasalnya, kegiatan ini memerlukan keseimbangan dan kekuatan otot tungkai. Padahal BuMil kerapkali mengalami gangguan keseimbangan sehingga bisa mengakibatkan dia terjatuh.
Kalaupun BuMil ingin naik-turun tangga, tetaplah berpegangan pada tepian tangga dan lakukan secara perlahan.
 
3. Hindari alas kaki berhak tinggi.
Pilihlah alas kaki yang nyaman, dasar pijakan lebar dan haknya tidak terlalu tinggi. Ingat, pilih alas kaki yang ukurannya lebih besar dari normalnya. Sebab, jelang akhir masa kehamilan, ukuran kaki bertambah lebar.
 
4. Jagalah kondisi rumah.
Perhatikan kondisi lantai, singkirkan benda-benda yang berserakan yang bisa menyebabkan BuMil terpeleset atau jatuh. Perhatikan pula lantai kamar mandi. Rajinlah membersihkannya agar terhindar dari lumut yang sebabkan lantai kamar mandi licin. Begitu pula soal penerangan, berilah penerangan yang memadai dalam pelbagai ruangan.
 
5. Partisipasi Pasangan
Dalam hal ini peran suami diperlukan dalam memantau kondisi kehamilan istri. Membantu pekerjaan istri atau menggantikan tugas istri yang dapat menimbulkan resiko jatuh atau terpeleset.
(ftr)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »