Getting Time...

Pria Jadi Terobsesi Saat Dimabuk Cinta

Adhini Amaliafitri - Okezone
Senin, 14 Juni 2010 14:37 wib
detail berita
Saat seseorang jatuh cinta, logikanya menjadi tumpul. (Foto: Askmen)

CINTA tak punya definisi pasti yang disusun dalam sebuah kamus asmara. Saat seseorang jatuh cinta, logikanya menjadi tumpul. Sementara hati memegang peran kunci bagi seseorang dalam menentukan sikap dan keputusan.

Bila wanita cerdas bisa menjadi bodoh ketika jatuh cinta. Apa yang terjadi dengan pria? Mengapa pria yang dikenal dengan makhluk yang sangat menggunakan logika, bisa begitu terobsesi saat berhadapan dengan cinta.
 
Seperti halnya dengan gangguan obsesif kompulsif, cinta menurunkan tingkat serotonin pada otak-neurotransmiter yang bertanggung jawab untuk mood dan fleksibilitas. Serotonin rendah, berarti Anda bisa stuck dalam suatu keadaan. Anda bisa terobsesi (dalam konteks jatuh cinta). Demikian berita yang okezone nukil dari Men’s Health, Senin (14/6/2010).
 
Memang ini tidak apa-apa bagi para pria. Dengan catatan, sang wanita tidak meninggalkan Anda pergi. Pasalnya, ketika pasokan serotonin sedikit dalam otak, maka ini membuat Anda rentan terhadap depresi. Dalam kasus ekstrim, kekurangan serotonin dapat memicu perilaku obsesif, seperti menunjukkan kecemburuan yang ekstrim atau “menguntit” si wanita kemanapun pergi.
 
Nah, untuk meningkatkan cadangan serotonin, maka cobalah untuk berolahraga lebih banyak, makan lebih banyak karbohidrat dan tidak mengganggu pikiran Anda sendiri dengan obsesi tersebut. Semua ini merupakan cara meningkatkan tingkat serotonin Anda. Sehingga Anda bisa menggunakan logika kembali, walaupun tengah dimabuk asmara.
(tty)

Beri komentar