DEFORESTASI yang terus-menerus terjadi di Hutan Amazon, membuat banyak pihak kecewa terhadap pemerintah Brasil, termasuk organisasi pencinta lingkungan Greenpeace. Hal tersebut ternyata berimbas pada industri kulit dan sepatu di Negeri Samba ini.
Pasalnya, Greenpeace berhasil memotivasi beberapa top brand alas kaki, termasuk Clarks, Adidas, Nike, dan Timberland, untuk memutuskan hubungan kerja sama terhadap industri kulit dan sepatu di Brasil, bila aksi penggundulan hutan terus berlanjut.
Deforestasi yang terjadi di Brasil erat kaitannya dengan ekonomi, karena pemerintah berusaha meningkatkan produktivitas agrikultur, terutama kedelai, yang menjadi devisa utama bagi Brasil. Sementara itu, ekstensifikasi lahan pun terjadi untuk memajukan peternakan dan industri daging.
Greenpeace menyebutkan, jika moratorium atas industri kulit terjadi, hal tersebut bisa berpengaruh positif terhadap lingkungan. Dalam arti, deforestasi akan berkurang dan keanekaragaman hayati akan tetap terjaga.
”Ini adalah langkah yang harus kita ambil, karena perubahan iklim ini sangat berkaitan dengan deforestasi dan Brasil merupakan negara dengan catatan deforestasi yang menyedihkan,” ujar Sekretaris Energi dan Perubahan Iklim Inggris Ed Milliband, seperti dilansir Guardian.
”Hutan Amazon adalah permata dan paru-paru bagi dunia ini dan melihatnya terus dirusak adalah kenyataan yang memilukan, dan itu harus dihentikan,” sambungnya.
Perwakilan Greenpeace James Turner mengharapkan moratorium tersebut bisa memberikan hasil nyata untuk menghentikan deforestasi yang terjadi di Brasil. ”Kami sangat senang mendapati brand-brand footwear tersebut sadar bahwa ada bahaya yang lebih besar dari sekadar hutan yang hilang, dan kami antusias mereka mau bekerja sama dalam hal ini. Kami harap industri lain bisa mengikuti langkah ini,” pungkasnya.
(tty)