Getting Time...

Pasutri Tidur Beda Ranjang, Sehatkah?

Fitri Yulianti - Okezone
Kamis, 29 Juli 2010 14:21 wib
detail berita
Cobalah untuk memecahkan apapun masalah dan ketidakcocokan kebiasaan tidur antara Anda berdua sebelum melarikan diri ke ruangan lain. (Foto: gettyimages)

BARU-BARU ini, New York Times mengangkat sebuah artikel tentang kecenderungan semakin banyak pasangan yang tidur di kamar terpisah. Benarkan cara ini menyehatkan kehidupan pernikahan?

Menurut National Association of Home Builders, hampir satu dari empat pasangan Amerika melakukan tidur terpisah. Kadang-kadang, kita memang tidur terpisah dari pasangan, mungkin karena alasan dengkuran, menonton televisi, pekerjaan, dan sebagainya. Mengenai dampaknya untuk hubungan, psikoterapis Tessina Tina B PhD (a.k.a. Dr Romance) menjawabnya pada Self.

"Tidur terpisah dapat berkontribusi pada terputusnya hubungan yang memberi malapetaka bagi hubungan. Ini hanya membuat pasangan lebih mudah untuk menghindar satu sama lain, padahal yang benar-benar dibutuhkan adalah koneksi dan kontak,” ungkap penulis Money, Sex, and Kids: Stops Fighting About the Three Things That Can Ruin Your Marriage ini.

Menurutnya, ada solusi lain untuk menghindari dengkuran dan kegelisahan yang membuat Anda tidak bisa tidur nyenyak. Untuk Anda berdua, berikut motivasi untuk lebih sering tidur bersama di ranjang:

Suami lebih mungkin menikmati tidur malam yang lebih baik bila bersama Anda

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep and Rhythms Biology, para peneliti menemukan bahwa sementara tidur wanita jadi kurang nyenyak saat berbagi tempat tidur bersama pasangan, pria justru benar-benar tidur lebih baik bila berada di samping seorang wanita. Bicarakan kebiasaan tidur masing-masing agar tak saling mengganggu dan akhirnya merusak hubungan.

Waktu tidur tidak selalu untuk tidur

Dua hal penting untuk keintiman, yakni meringkuk dan seks. Waktu privat sangat penting, terutama jika Anda sudah punya anak. Pastikan Anda berdua punya me-time masing-masing, kemudian tempatkan seks sebagai aktivitas spontan, bukannya tugas yang dijadwalkan.

Malam hari, saat Anda saling berdampingan adalah waktu terbaik untuk berkomunikasi

Di antara bekerja dan tanggung jawab lain, Anda berdua hanya memiliki waktu minim tanpa gangguan untuk saling berkomunikasi di sepanjang hari. Nah, dengan pintu kamar tidur tertutup dan di antara lembaran seprei, Anda berdua bisa benar-benar berbicara tentang apa yang ada dalam pikiran, tanpa gangguan anak, telepon, dan sebagainya.

"Berpelukan dan berbicara pelan sangat mengikat cinta dalam kehidupan pernikahan Anda. Pasangan yang tahu cara melakukannya, dan melakukannya secara teratur, punya hubungan yang lebih baik daripada pasangan yang tidak," kata Tessina.

Intinya, cobalah untuk memecahkan apapun masalah dan ketidakcocokan kebiasaan tidur antara Anda berdua sebelum melarikan diri ke ruangan lain. (ftr)

Beri komentar