PEKAN lalu, aksi cium bibir Krisdayanti dan kekasihnya, Raul Lemos cukup menghebohkan penikmat acara infotainment. Tak heran bila banyak pihak menyayangkan perilaku keduanya. Berkaca dari kejadian ini, haruskah kemesraan diumbar di depan publik?
Dua sejoli yang sedang dimabuk cinta selalu mengumbar kemesraan tanpa peduli keadaan sekitarnya. Psikolog Henny E Wirawan MHum Psi mengatakan, masyarakat penganut budaya Timur seharusnya mengerti dan memegang batasan soal kemesraan di depan publik. Cara mengungkapkan kemesraan inilah yang membedakan kita—masyarakat Indonesia—dengan penganut budaya Barat.
“Kita punya nilai dan batasan tentang sopan santun dalam menampilkan kemesraan. Kita, orang Timur. Cara kita berekspersi akan berbeda dengan orang Barat. Saya pikir urusan pribadi tidak perlu dipertontonkan di depan publik. Kalaupun ingin bermesraan, mungkin bisa dengan bergandengan tangan, cium pipi, atau saling merangkul sudah cukup, tidak perlu sampai berciuman bibir untuk waktu yang panjang, misalnya,” jelasnya panjang lebar saat dihubungi okezone, baru-baru ini.
Jika aksi cium bibir di depan publik masih dianggap tabu, lalu kemesraan seperti apakah yang boleh di pamerkan? Staf pengajar Universitas Tarumanegara ini menjelaskan, pasangan yang sedang dimabuk cinta tak perlu saling mempertontonkan rasa sayang mereka. Terlebih, jika kemesraan itu dimaksudkan untuk sekadar pamer.
”Rasa sayang tidak perlu dipertontonkan di depan publik, apalagi kalau sekadar pamer. Kehadiran pasangan dalam suatu kegiatan saja sudah merupakan cara untuk menunjukkan kekompakan. Berjalan beriringan dengan pasangan juga sudah merupakan cara menunjukkan kemesraan. Semua itu sifatnya relatif. Tetapi yang terpenting, kedua hati sama-sama mengerti bagaimana rasa sayang pasangan terhadapnya,” lanjutnya.
Henny menambahkan, rasa sayang tak harus ditunjukkan dengan selalu berpegangan tangan saat bersama.
“Jika seseorang merasa bahwa pasangannya sungguh menyayanginya, tanpa harus selalu berpegangan tangan ketika berjalan bersama, sebenarnya tidak ada masalah. Tetapi kalau di rumah diwarnai pertengkaran dan pertarungan, mau pamer mesra dengan berpelukan, berangkulan, atau berciuman pun, percuma rasanya,” ungkapnya.
Henny turut mengomentari kritikan pedas yang dilayangkan kepada Krisdayanti dan Raul Lemos.
“Tidak perlu dikomentari berlebihan. Mereka pun punya hak untuk mengekspresikan diri. Hanya saja, bila orang-orang itu adalah teman dekat, bolehlah kita mengingatkannya sebagai kawan. Selebihnya, adalah tugas mereka untuk mengubah cara mereka dalam mengekspresikan diri,” tandasnya. (ftr)