Getting Time...

Cinta Pria Matang-Wanita Muda Selalu Sad Ending?

Fitri Yulianti - Okezone
Jum'at, 30 Juli 2010 13:45 wib
detail berita
Alasan lain mengapa hubungan dengan wanita muda berakhir buruk adalah kesenjangan generasi. (Foto: gettyimages)

BAGI sebagian pria, merajut cinta dengan wanita usia muda terasa menyenangkan. Wanita muda masih hot, ceria, dan punya banyak ide segar. Sayangnya, banyak hubungan dengan wanita muda berakhir buruk.

Mel Gibson dan mantan pacarnya Oksana Grigorieva adalah contoh tren budaya pop tentang bagaimana kencan dengan wanita muda akan berakhir buruk. Gibson meninggalkan istrinya demi wanita berusia 28 tahun. Bukannya menemukan kebahagiaan, dia justru menghancurkan hidupnya.

Ingat Ronnie Wood, gitaris Rolling Stones yang di awal tahun 1960-an meninggalkan istrinya demi model Rusia berusia 20-an? Lagi-lagi, hubungan cinta keduanya berakhir buruk.

Askmen mengulas alasan tertentu mengapa cinta pria matang dengan wanita muda akan berakhir buruk.

Perasaan tidak aman

Pria kerap berasumsi bahwa wanita matang memiliki emosional yang cenderung temperamental, tapi tidak dengan wanita muda. Sebagian pria terpikat oleh kepolosan wanita muda. Pria berpikir bahwa karena wanita muda tidak pernah patah hati, maka dia tidak akan memiliki masalah keintiman.

Padahal, tiap wanita punya masalahnya masing-masing. Wanita muda—karena belum berpengalaman dalam cinta—bisa jadi cenderung merasa tidak aman.

Cintanya dangkal

Sebelum Anda berkencan dengan wanita muda, tanyakan pada diri sendiri, “Bagaimana bila wanita yang Anda sukai saat ini—saat Anda masih mapan dan sehat—tidak lagi mencintai Anda pada 10 atau 20 tahun kemudian, ketika Anda semakin tua? Kebanyakan, wanita muda tertarik pada rasa aman yang bisa diberikan pria mapan, baik harta ataupun perasaan cinta.

Kesenjangan generasi

Alasan lain mengapa hubungan dengan wanita muda berakhir buruk adalah kesenjangan generasi. Singkatnya, pria usia 50 tahun sulit memahami obsesi wanita usia 20 tahun, begitupun sebaliknya. Kesenjangan generasi membuat Anda berdua memiliki kebiasaan dan selera berbeda. Sulit untuk membangun hubungan ketika Anda hanya punya sedikit kesamaan.

Dia ingin hidup bebas

Salah satu hal menarik tentang wanita muda adalah hidup mereka bebas dari sebagian besar tanggung jawab. Wanita lajang berusia 20-an, misalnya, tidak punya anak atau utang. Mereka bisa keluar malam, kapanpun menginginkannya.
Meskipun mungkin menyenangkan untuk menghidupkan kembali masa muda Anda, akhirnya Anda akan menyadari bahwa semua itu melelahkan dan tak seharusnya Anda ada di lingkungan itu lagi. Ketika nafsu memudar, hubungan pun memudar.

Hubungan Anda ibarat bulan madu

Salah satu alasan lain mengapa hubungan dengan wanita muda akan berakhir buruk adalah karena awal hubungan Anda bak bulan madu. Pada awalnya, Anda mungkin berpikir menyenangkan untuk menjalin hubungan berdasarkan seks dan asmara. Tidak hanya intensitas emosi dan ketertarikan fisik yang akhirnya tidak abadi, tetapi inipun basis yang dangkal untuk sebuah hubungan.

Dia wanita terakhir Anda, tetapi Anda pria pertamanya

Anda punya banyak pengalaman menjalin cinta dengan wanita. Anda tahu apa yang Anda cari dalam pasangan, tahu bagaimana mengatasi masalah hubungan, tahu kapan harus kompromi dengan pasangan dan sebagainya. Tapi, wanita muda, tidak. (ftr)

Beri komentar