SIAPA bilang profesi ilmuwan hanya digeluti kaum adam saja? Kini, ilmuwan tak hanya digeluti pria, namun wanita pun bisa melakukannya. Bahkan, melalui penelitian yang mereka lakukan, ilmuwan pun bisa sukses bak selebriti.
Melalui “National Fellowship L’oreal-UNESCO for Women in Science” yang digagas oleh salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kecantikan, PT L’oreal Indonesia, para ilmuwan wanita mampu bersaing dengan ilmuwan pria. Bahkan, karyanya pun telah diakui oleh dunia.
Menandai dimulainya program “National Fellowship L’oreal-UNESCO for Women in Science” 2010, Jumat (30/7) kemarin, Loreal Indonesia menyelenggarakan acara temu kangen bersama para penerima anugerah “Fellowship L’oreal Indonesia for Women in Science” dari tahun 2004 hingga 2009. Dalam acara yang turut dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar dan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Prof Fasli Jalal, L’oreal Indonesia dan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) kembali mengajak seluruh wanita peneliti muda Indonesia untuk turut berpartisipasi dalam ajang penganugerahan “National Fellowship L’oreal-UNESCO For Women in Science” 2010.
Memasuki tahun ketujuh, “L’oreal UNESCO For Women in Science” di Indonesia mengangkat topik “For Women in Science untuk Peningkatan Partisipasi Wanita Indonesia di Bidang Sains” yang bertujuan untuk merangsang perkembangan dan regenerasi peranan wanita Indonesia di bidang sains, serta meminimalisir ketidaksetaraan gender dengan memberikan kesempatan yang sama bagi wanita peneliti Indonesia untuk berperan di bidang sains.
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, “Perempuan Indonesia bisa memainkan peran yang lebih besar dalam bidang sains. Terbatasnya sarana untuk menunjukkan eksistensi mereka dan adanya isu gender membuat peran perempuan di bidang sains masih didominasi oleh laki-laki, padahal sudah banyak peneliti perempuan di bidang sains. Untuk itu saya menyambut gembira dan mendukung sepenuhnya program ‘L’oreal UNESCO for Women in Science’ yang hingga saat ini sudah menemukan 17 orang perempuan peneliti Indonesia yang telah aktif mengangkat perempuan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.”
Presiden Direktur PT L’oreal Indonesia Jean Chistophe Lettelier mengungkapkan, “L’oreal Indonesia gembira dapat menghadirkan kembali ‘L’oreal-UNESCO For Women in Science’ yang bertujuan untuk mengangkat kesetaraan gender di bidang sains dengan memotivasi wanita peneliti Indonesia melalui penganugerahan bantuan dana bagi penelitian yang ditekuninya. Melalui pertemuan hari ini bersama para ‘Fellows For Women in Science’, kami berharap tahun ini akan lebih banyak wanita Indonesia yang termotivasi untuk mengikuti jejak mereka, guna meningkatkan partisipasi wanita Indonesia di bidang sains.”
Prof Dr Arief Rachman MPd, Ketua Harian KNIU menambahkan, “Perhatian dan minat masyarakat Indonesia terhadap sains dinilai masih minim karena kurangnya pemahaman mereka terhadap prospek pekerjaan di bidang sains yang dianggap kurang menjanjikan. Hal ini melatarbelakangi fakta jumlah peneliti Indonesia yang lebih kecil dibandingkan negara-negara lain. Melalui ‘L’oreal-UNESCO for Women in Science’, kami mendorong wanita-wanita Indonesia untuk mengeksplorasi potensi-potensi sumber daya alam sebagaimana program ‘For Women in Science’ yang ditekankan pada penelitian bidang
Life Sciences dan
Material Sciences demi kemajuan bangsa Indonesia.”
Karya penelitian tiga orang
Fellows telah mendapatkan pengakuan di tingkat internasional. Penghargaan ini pertama kali diraih oleh Dr Ines Atmosukarto, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang memenangkan “International Fellowship L’oreal-UNESCO for Women in Science” pada 2004. Prestasi yang sudah diraihnya ini menjadi gerbang motivasi bagi generasi muda Indonesia turut berpartisipasi meningkatkan peranan wanita Indonesia di bidang sains.
Dr Fenny Martha Dwivany, “Fellow International 2007 L’oreal-UNESCO for Women in Science” mengungkapkan, “’Fellowship L’oreal for Women in Science’ telah memberikan saya kesempatan yang besar di awal karier dengan membantu saya membangun jaringan dan
network ilmiah hingga ke luar negeri. Hal ini saya rasakan sangat penting dalam mendukung karier saya sebagai peneliti. Lebih jauh lagi, program yang sangat positif ini sangat mengangkat profil wanita Indonesia di mata dunia dan mengikis isu kesetaraan gender di bidang sains. Saya mengajak generasi wanita peneliti Indonesia untuk menikmati manfaat dari program prestisius ini melalui dukungan yang disediakan terhadap proyek penelitian yang ditekuni.”
“L’oreal UNESCO for Women in Science” telah diadakan sejak 1998 dan diperbaharui pada 2004 oleh L’oreal dan UNESCO. Setiap tahunnya, tiga wanita peneliti Indonesia yang terdiri dari dua orang dengan penelitian di bidang
Life Sciences dan satu orang di bidang
Material Sciences dianugerahi bantuan dana penelitian senilai Rp70 juta. Di Indonesia, telah terpilih 17 orang
fellows yang terdiri dari 14 orang peneliti bidang
Life Sciences dan tiga orang peneliti bidang
Material Sciences. (tty)