Shafira Kenalkan Gaya Silang Budaya

|

Adhini Amaliafitri - Okezone

Koleksi busana muslim Shafira (Foto: Dok Shafira)

Shafira Kenalkan Gaya Silang Budaya
GAYA rancangan Shafira tidak saja mengadaptasi budaya Nusantara seperti koleksi selama ini. Perjalanan inspirasi tren rancangan berkelana menuju penjuru Afrika Timur. Saling pengaruh budaya yang terjadi di era keterbukaan di segala bidang saat ini telah mengilhami koleksi Shafira bergaya silang budaya. Unsur etnik Indonesia dipadu dengan kemewahan etnik Maroko menjadi sebuah karakter bernama eklektik mediterania.  
Filosofi perubahan yang masih menjadi misi Shafira tahun ini diaplikasikan sampai pada rancangan busana. Koleksi tampil lebih minimalis dan praktis. Kecenderungan masyarakat global untuk kembali kepada nilai-nilai tradisi terakomodir pada pilihan gaya rancangan untuk semua generasi dalam tema “Shafira for All Generation”. Kerudung berlapis dan penuh hiasan dekoratif sudah ditinggalkan. Gantinya, bentuk ikatan sehelai kerudung berbahan cotton shimmer dan chiffone yang sangat ringkas dan sederhana. Tema yang diusung Shafira kali ini adalah Spring in the desert atau dalam bahasa Prancis “Printemps dans le desert” (Musim Semi di Gurun Pasir).
 
“Artinya tumbuh dan berkembang menjadi yang cantik. Sebetulnya, perbedaan yang mendasar itu temanya. Sekarang, Indonesia dikemas modern. Semuanya Indonesia. Pengaruhnya justru datang dari Makassar, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Banjarmasin,” papar Fenny Mustafa, desainer Shafira saat berbincang dengan okezone dalam acara Indonesia Islamic Fashion Consortium di Multi Function Hall, Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2010).
 
Gaya rancangan Shafira kali ini hadir lebih ringan. Pilihan bahan dalam satu set pakaian ditata dinamis dengan permainan bahan berbeda. Kombinasi itu juga  terlihat pada komposisi blus tunik longgar dengan pilihan celana dari berbagai alternatif karakter bahan dan style, mulai katun sampai jins.
 
Pilihan tunik, blus tunik, dan mukena dalam satu set adalah penawaran istimewa Shafira tahun ini. Batik sebagai kekayaan budaya Indonesia juga mewarnai rangkaian koleksi Lebaran. Semua koleksi ini mengungkapkan cita rasa yang bersifat global dan pribadi. Flower print, motif kotak, dan polkadot juga menjadikan koleksi Shafira kali ini terlihat lebih muda dan segar.
 
“Saya ingin mendadandai wanita muslimah itu modern walaupun bahannya dari daerah-daerah di Indonesia. Bahkan menurut saya menjadi kuat, tetap ada touch daerah, tapi modern. Jadi unik dibandingkan kita mengandalkan sutra saja,” ungkap Fenny.
Kerajinan kriya yang menjadi detail dekoratif pada busana selalu hadir dalam koleksi Shafira. Kali ini diaplikasikan tidak berlebihan, namun tetap ditata manis. Ornamen tembaga khas Jawa berbentuk perhiasaan, seperti buckle menjadi daya tarik baru. Tenun Jepara dan Makassar diaplikasikan sebagai aksen menarik di sana-sini.
 
Hadirnya unsur seni kriya yang halus merupakan salah satu upaya Shafira untuk menciptakan daya saing tinggi bagi kerajinan Indonesia yang bisa dijadikan peluang industri dan pasar. Koleksi di bagi dalam lima bagian untuk mengungkap keragaman busana Hari Raya, mulai dari gaya kasual sampai formal, bagi pribadi, pasangan, keluarga kecil hingga keluarga besar.
 
“Sekarang dari mulai anak-anak sampai yang tua, kita garap benar. Kalau dulu, lebih ke wanita matang yang kita garap. Kalau sekarang, remaja kita juga garap. Semua yang ada di runway tadi nanti di Ramadan dijual. Harganya berkisar Rp400 ribu sampai Rp15 juta,” tutup Fenny.
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ayu Ting Ting Pakaikan Bilqis Bando supaya Feminin