Jitu Menghadapi Atasan Baru

|

Koran SI - Koran SI

Dalam bulan-bulan pertama, bos baru umumnya membutuhkan karyawan yang cepat dan tanggap dalam membantunya. (Foto: Google)

Jitu Menghadapi Atasan Baru
PERUBAHAN selalu ada di tempat kerja. Anda bisa saja mendapatkan rekan kerja baru atau malah atasan baru. Tapi berbeda dengan rekan kerja baru, menghadapi atasan baru cenderung lebih sulit karena jabatannya yang lebih tinggi. Salah langkah atau salah berbuat, Anda bisa kehilangan pekerjaan.
 
Berikut beberapa langkah jitu menghadapi bos baru:

Rajin membantu


Bekerja di posisi yang baru tentunya menjadi tantangan bagi semua orang, tak terkecuali bos Anda. Anda tentu masih ingat bagaimana rasanya saat baru memasuki posisi baru di pekerjaan baru dan membutuhkan banyak bimbingan dari orang-orang sekitar. Karena itulah, bantu bos Anda dengan mendiskusikan beberapa proyek yang masih berjalan atau yang tertunda. Selain itu, berikan juga informasi tentang pekerjaan-pekerjaan yang memasuki masa tenggat.

Fleksibel


Bos baru biasanya memiliki idenya sendiri untuk menjalankan departemen yang dipimpinnya. Anda tentu harus siap jika ide dan aturannya ini bertentangan dengan ide atau aturan Anda. Cobalah untuk tetap berpikiran terbuka, dan coba cari cara untuk melakukan pendekatan- pendekatan lain agar hal tersebut tidak mengganggu kepentingan masing-masing.

Selalu siap sedia



Dalam bulan-bulan pertama, bos baru umumnya membutuhkan karyawan yang cepat dan tanggap dalam membantunya. Karena itu, tawarkanlah bantuan Anda. Pastikan dia mengetahui semua keahlian kerja Anda. Meski begitu, jangan terlalu memaksakan diri atau ingin tampil sendiri. Ini bisa menjadi pandangan negatif bagi rekan kerja yang lain, bahkan juga bos baru Anda.

Sabar


Pada bulan-bulan pertama jabatannya, bos baru biasanya ingin sekali memastikan bahwa pekerjaan sudah sempurna dan tak ada hal kecil yang terlewatkan. Jadi jika dia selalu menuntut Anda untuk membuat laporan sesering mungkin tentang proyek yang sedang dikerjakan, turuti saja kemauannya. Hal ini bukan berarti dia tidak mempercayai Anda; tapi hanya karena sebagai bos baru, dia ingin mendapatkan kepastian bahwa semua berjalan di jalur yang benar dan dia bisa bernapas lega.

Perhatikan cara dan gayanya


Perhatikan cara kerja bos baru Anda. Apakah dia termasuk orang yang mengendalikan atau melepas karyawannya? Bagaimana dengan gaya berkomunikasinya? Pertanyaan-pertanyaan ini tentu saja membutuhkan pengamatan yang cukup lama hingga tak bisa langsung terjawab. Namun jika sudah mendapatkan jawabannya, Anda akan lebih mudah untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengannya.
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bayi 11 Hari Alami Tumor yang Langka