Orgasme Miss V & G-Spot Berbeda!

Selasa, 24 Agustus 2010 - 13:36 wib | Adhini Amaliafitri - Okezone

Orgasme Miss V & G-Spot Berbeda! Eksistensi G-spot memang masih menjadi perdebatan, dan apakah ini fakta atau fiksi, semua tergantung pada siapa Anda bertanya. (Foto: gettyimages) ADALAH dokter asal Jerman bernama Ernst Grafenberg yang menulis pertama kali tentang sebuah zona sensitif penuh titik rangsangan di bagian depan dinding Miss V bernama G-spot. Kemudian, sang dokter menulisnya dalam sebuah buku berjudul The G-spot pada 1982.

Zona G-spot berada di belakang tulang kemaluan dan sering kali dianggap berjasa sebagai pemicu Miss V (vs klitoris) untuk orgasme, dan bahkan sebuah katalis (zat yang dapat mempercepat atau memperlambat reaksi yang pada akhir reaksi dilepaskan kembali dalam bentuk semula/KBBI) untuk ejakulasi wanita.

Lewat penelitian pada 2008, tim peneliti Italia memecahkan misteri bahwa orgasme pada Miss V dan G-spot berbeda. Hasil ini dinyatakan setelah mereka menemukan perbedaan anatomi tubuh wanita yang bisa orgasme G-spot dengan yang tidak bisa. Demikian okezone kutip dari The Sun.

Pendiri aliran psikoanalisis dalam psikologi, Sigmund Freud mengatakan, orgasme pada area klitoris adalah suatu bentuk “kecil” dari klimaks orgasme Miss V, yang membutuhkan adanya penetrasi Mr P.

”Dalam pandangan Freud, tidak ada dua cara untuk hal ini; jika seorang wanita tidak bisa puas dengan penetrasi seks, maka pasti ada sesuatu yang salah dengannya,” kata Ian Kerner PhD, penulis She Comes First, seperti dikutip WebMD.

Eksistensi G-spot memang masih menjadi perdebatan, dan apakah ini fakta atau fiksi, semua tergantung pada siapa Anda bertanya.

"G-spot itu ada. Ini adalah sumber kekuatan orgasme bagi kebanyakan wanita," tutur Seth Prosterman PhD, seksolog klinis dan terapi pernikahan dan keluarga dari San Francisco.

"Saya kira G-spot itu ada. Sebagai urolog, kami banyak bekerja di daerah tersebut (di mana G-spot berada) dan ada sesuatu di sana," ujar Ira Sharlip MD, Profesor Urologi dari Universitas California.

Prosterman dan pakar medis lainnya menekankan pentingnya G-spot sebagai konteks pembicaraan. Sebab, G-spot menjadi perpanjangan topik seputar anatomi klitoris, yang meluas ke saluran Miss V. Kerner menulis bahwa G-spot "tidak lebih dari sekadar akar klitoris yang saling menyilang di atas spons uretra”.

Helen O'Connell MD, kepala unit neurourology Departemen Urologi Royal Melbourne Hospital, Australia, mengatakan, "G-spot memiliki banyak kesamaan dengan gagasan Freud soal orgasme Miss V. Ini adalah konsep seksual, khususnya anatomis yang menyebabkan kebingungan dan telah memunculkan gagasan keliru tentang seksualitas wanita yang memang sangat kompleks.” (ftr)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »