Getting Time...

"Dek, Kita ke Rumah Eyang, Yuk!

Mom& Kiddie
Sabtu, 4 September 2010 09:07 wib
detail berita
Selain menjadi model, orangtua juga bisa mulai mengarahkan anak untuk bersikap sopan. (Foto: gettyimages)

TAK ada istilah terlalu dini untuk mengajarkan sopan santun terhadap si kecil. Moms bisa menggunakan momen Lebaran tahun ini untuk mengajarkan etika kepada sang buah hati.

Misalnya, jangan bercanda dan berlari-larian di area ruangan dalam rumah orang lain, membuat kegaduhan ketika bertamu atau melahap makan sebelum dipersilakan oleh sang empunya rumah. Yuk, tilik trik jitu mengajarkan etika bertamu kepada si kecil.

Berikan Contoh Sederhana

Seperti yang dikatkan oleh Judith Wagner, Ph.D. – profesor perkembangan anak dan Direktur Broadoaks Children’s School of Whittier College di California –perilaku orang tua merupakan model bagi anak. Hal ini sangat penting, lantaran si balita masih terlalu muda untuk sepenuhnya memahami nilai di balik kata-kata yang sopan. Ingat Moms, mereka hanya bisa mencontoh.

Selain menjadi model, orangtua juga bisa mulai mengarahkan anak untuk bersikap sopan. Misalnya, ketika bertamu ke rumah sanak saudara, mengucapkan “terima kasih” ketika diberi sesuatu oleh sang tuan rumah atau “bolehkah saya...?” ketika si kecil menginginkan sesuatu. Cara-cara semacam ini akan memberi berbagai keuntungan jangka panjang. Salah satunya adalah: Membantu anak mengembangkan tunas-tunas empati, dan meletakkan semacam dasar untuk membimbing mereka menjadi orang yang bertata krama, bijak dan penuh pertimbangan.

Hindari Menghukum

Mungkin orangtua kesal melihat polah si kecil yang ’pecicilan’ saat bertamu. Namun, sebaiknya hindari menghukum balita di depan tuan rumah. Pasalnya, hal ini dapat membuatnya merasa dipermalukan di depan orang lain.

Lain halnya jika si kecil benar-benar tidak bisa diatur. Jika demikian, ajak si kecil keluar rumah dan beri penjelasan bahwa apa yang sudah dilakukan itu tidak baik dan dapat mengganggu tuan rumah dan tamu yang lain.

Ada baiknya, otangtua membawa mainan dari rumah untuk menyiasati kebosanan si kecil atau membawa pengasuh – jika tidak mudik – untuk menemaninya bermain.

Ingat Moms, mengajarkan sopan santun adalah sebuah proses yang bertahap. Kesabaran dan konsistensi adalah kunci keberhasilan Anda.

Jika si Kecil Bertamu, Hendaknya...

- Lewat pintu pagar atau pintu depan ketika berkunjung ke rumah Om, Tante, Eyang, atau saudara lainnya. Walaupun, mereka masih kerabat dekat, tetap diperlukan etika ketika berkunjung.

- Mengucapkan salam sebelum masuk.

- Ketika berada di dalam rumah, tidak langsung ’menerobos’ ke ruang-ruang lain. Misal, masuk ke kamar tidur tanpa diajak sang empunya, meskipun itu kamar anak si tuan rumah.

- Tidak menyentuh benda-benda yang ada di sekitar dalam rumah.

- Jika berkumpul di ruang makan, sebaiknya pinta si kecil untuk tidak mengintip makanan di atas meja makan atau kulkas, apalagi mengambil tanpa seizin tuan rumah.

- Memahami aturan yang berlaku di rumah kerabat Moms. Misal, kerabat Anda tidak suka jika ada anak kecil yang berlari-lari di dalam ruangan. Nah, sebaiknya Moms, menjelaskan kepada anak akan hal itu dengan bahasa yang mudah dimengerti. Contohnya, ”Adek, kalau di rumah Om, jangan main lari-larian di dalm rumah ya. Nanti, kalau ada yang pecah, Adek bisa luka.”

- Beri pengertian agar tidak mengganggu saat orangtua sedang berbicara dengan Om, Tante, Eyang, atau kerabat lain.

- Jangan minum dari gelas orang lain selain gelas miliknya. Jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti, seperti, “Adek jangan minum dari gelas itu karena punya Om. Adek kan sudah punya gelas sendiri.”

- Jelaskan, apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan saat bertamu. (ftr)

Beri komentar