MUDIK Lebaran—tradisi yang hanya ada di Indonesia—menjadi agenda menyenangkan bagi banyak keluarga. Banyak persiapan perlu dilakukan agar perjalanan mudik bisa selamat sampai tujuan. Begitu pula yang diterapkan Mona Ratuliu beserta keluarga.
Setelah melewati kebahagiaan dari indahnya bulan Ramadan, Mona telah menyusun berbagai rencana mudik. Momen mudik yang pada umumnya dirasakan penduduk ibukota ini, juga dialaminya.
“Aku mudik ke Bandung, Indra (Indra Brasco, suami-red) mudik ke Malang. Jadi, kita tiap tahun roadshow ke Jakarta, Bandung, Malang, gantian. Kalau tahun ini hari pertama Lebaran kita ke Bandung, nah hari kedua atau ketiga kita ke Malang. Karena seluruh keluarga Indra di Malang. Gantian tiap tahun,” katanya saat berbincang dengan okezone di Mesjid Al-Bina, Gelanggang Bung Karno Senayan, Jakarta, baru-baru ini.
Mengendarai mobil untuk mencapai kampung halaman tak ayal menimbulkan rasa pegal dan nyeri, tak hanya di kaki, leher, pinggang, punggung, tapi juga seluruh tubuh. Karena itu, perjalanan mudik memerlukan persiapan tenaga. Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, rasa letih berkendara dibarengi pula dengan situasi kemacetan.
Membayangi kepadatan pemudik tiap tahunnya, Mona merasa lebih nyaman mudik dengan transportasi udara jika harus ke Malang. Tapi jika tujuannya hanya Bandung, Mona dan keluarga memilih menggunakan mobil.
“Persiapan mudik, kalau ke Malang biasanya tiket pesawat yang harus dipikirkan karena cepat penuh. Sebulan sebelumnya sudah beli,” ungkapnya.
Untuk urusan packing, ibu dua anak ini mengaku tak mengalami kerepotan.
“Sisanya sih biasa, ribet packing, karena pulang kampung enggak sama kayak liburan. Kalau liburan kan mesti konsentrasi banget packing-nya, tapi kalau mudik, bawa baju yang penting saja. Enggak terlalu ribet,” tukas Mona. (ftr)