KEGEMUKAN atau overweight merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung. Tak cukup itu, overweight juga menyandang posisi juara sebagai penyebab kematian wanita di Amerika Serikat. Namun sekali Anda didiagnosis memiliki masalah jantung, tidak berarti vonis tersebut adalah hukuman seumur hidup.
"Kehilangan berat badan secara signifikan akan mengurangi risiko penyakit jantung," kata Sohah Iqbal MD, ahli jantung New York University Hospital, sebagaimana dikutip dari Woman’s Day.
"Penurunan berat badan melalui diet dan program olahraga secara signifikan dapat mengurangi faktor risiko penyakit jantung—yang secara signifikan meningkatkan risiko penyakit arteri koroner dan serangan jantung," tambahnya.
Penurunan berat badan tidak hanya berhubungan dengan tekanan darah lebih rendah, tetapi juga telah ditunjukkan dalam penelitian mampu meningkatkan metabolisme tubuh, yakni dengan menurunkan LDL (low density lipoprotein atau kolesterol jahat) dan meningkatkan HDL (high density lipoprotein atau kolesterol baik), serta mengurangi trigliserida (lemak dalam darah).
"Akumulasi kolesterol dalam arteri dimulai pada usia muda, tapi jika Anda dapat memerbaiki profil kolesterol di kemudian hari, ini akan menstabilkan timbunan kolesterol dan menurunkan risiko pembesaran, serta penutupan jalan arteri atau pecahnya (pembuluh darah) yang menyebabkan serangan jantung,” jelasnya.
American Heart Association mengatakan Anda dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler sebesar 20 persen, dan memastikan jantung Anda dalam kesehatan optimal saat menjalani diet dan program olahraga. (ftr)