Yuk, Mudik Aman & Menyenangkan!

Selasa, 7 September 2010 - 09:23 wib | Koran SI - Koran SI

Yuk, mudik aman dan menyenangkan! (Foto: Google)

Yuk, Mudik Aman & Menyenangkan!
LEBARAN tinggal menghitung hari. Mungkin Anda kini sudah bersiap-siap untuk pulang kampung bersama keluarga. Apa saja persiapan yang harus dilakukan agar perjalanan Anda lancar dan menyenangkan.
 
Mudik setiap Lebaran sepertinya menjadi ritual yang sayang bila dilewatkan bagi kaum urban. Mudik atau yang biasa disebut juga dengan istilah ”pulang kampung” menurut psikolog keluarga Kasandra Putranto MPsi, selain menjadi ritual tahunan dalam keluarga dan Idul Fitri, juga memberi banyak manfaat. Salah satunya untuk menjalin komunikasi yang baik dan efektif yang dapat diterapkan dalam situasi apa pun. Komunikasi tersebut bahkan bisa berjalan sejak persiapan untuk mudik.
 
”Mudik bisa menjalin komunikasi dalam keluarga, dan itu dimulai dari persiapan di rumah, selama di perjalanan menuju tempat tujuan, hingga tiba kembali di rumah,” ujar psikolog dari Kasandra Associates ini.
 
Hal tersebut sudah bisa dirasakan di dalam rumah misalnya, yaitu pada saat awal menentukan keberangkatan untuk mudik. Seperti berkomunikasi saat sedang melakukan pengepakan baju atau menentukan ke mana Anda sekeluarga akan mudik, termasuk sampai rute mana yang ingin dilewati dalam perjalanan mudik pun terjalin komunikasi antara orang tua dan anak.
 
”Dan, itu akan terjadi lagi di dalam perjalanan, di mana antara orang tua dan anak akan ada komunikasi yang terjadi selama dalam perjalanan mudik,” tutur psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.
 
Persiapan dalam menghadapi mudik, umumnya dilakukan sebelum bulan puasa, persiapan sarana atau prasarana seperti pemesanan tiket kereta, pesawat dan perbaikan kendaraan. Untuk Anda yang membawa keluarga, terutama anak balita, ada baiknya persiapan mudik dilakukan dengan memperhatikan kondisi anak-anak. ”Banyak hal yang harus diperhatikan agar mudik bersama keluarga menjadi satu momen menyenangkan dalam keluarga,” ujar Kasandra.
 
Persiapan yang penting dilakukan saat mudik bersama keluarga salah satunya adalah persiapan kendaraan. Saat mudik, jangan lupa untuk perhatikan kondisi kendaraan yang akan Anda naiki. Jika Anda ingin mudik dengan mobil pribadi, dikatakan oleh Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat Bidang Lalu Lintas (Pamen Dikyasa Ditlantas) Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Warsinem, dalam berkendara, penting sekali untuk memperhatikan keadaan keluarga.
 
Seperti memosisikan anak dalam keadaan aman, misalnya dengan membiarkan anak duduk di bangku baris tengah atau di belakang dan memasangkan sabuk pengaman. Orang tua harus berpesan kepada anak agar tidak terlalu banyak bercanda saat orang tua berkendara agar tidak mengganggu konsentrasi orang tua yang sedang menyetir.
 
”Sering-seringlah melihat kondisi anak yang duduk di belakang. Duduk di belakang ini dimaksudkan untuk menghindari risiko luka serius,” pesannya.
 
Bagi para pengendara, usahakan untuk bisa duduk senyaman mungkin dengan konsentrasi berkendara dan tidak lupa untuk menggunakan sabuk pengaman.
 
”Beberapa hal yang harus diperhatikan ialah, cara-cara berkendara dengan aman seperti kepahaman para pengendara dalam mengangkut penumpang, terutama keluarga,” ujarnya.
 
Apabila Anda memilih mudik menggunakan kendaraan umum seperti pesawat, maka kondisi kesehatan juga jangan sampai terlewatkan, terutama untuk wanita hamil yang memiliki risiko tinggi saat menempuh perjalanan udara.
 
Dikatakan oleh ahli obstetric dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr Andon Hestiantoro SpOG(K), mempererat ikatan tali silaturahmi dengan cara mudik ini merupakan kegiatan utama yang selalu didambakan semua umat manusia di dunia, termasuk wanita yang sedang hamil yang ingin melakukan kegiatan pulang kampung pada bulan Ramadan dan bulan Syawal.
 
Namun, mengingat perjalanan dengan pesawat terbang terkadang dapat menimbulkan dampak negatif bagi ibu yang sedang hamil, maka dianjurkan agar menyertakan surat izin dari dokter ketika akan melakukan perjalanan menggunakan pesawat udara pada usia kehamilan di atas 28 minggu.
 
”Yang juga harus disampaikan di dalam surat tersebut ialah mengenai kesehatan ibu dan janinnya untuk melakukan perjalanan dengan pesawat terbang,” tutur dokter yang juga berprofesi sebagai staf pengajar Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
 
Andon mengatakan, wanita dengan kehamilan pertama masih diizinkan untuk melakukan perjalanan dengan pesawat sampai usia kehamilan 36 minggu. Namun, untuk wanita dengan kehamilan kedua atau lebih, dianjurkan untuk tidak lagi melakukan perjalanan dengan pesawat terbang setelah usia kehamilan mencapai 32 minggu. Jangan lupa untuk mengenakan sabuk pengaman dalam penerbangan yang diletakkan di bawah rahim yang membesar. Hal itu untuk menghindari tertekannya janin di dalam rahim oleh sabuk pengaman tersebut.
 
”Bagi ibu yang baru melahirkan, dianjurkan untuk melakukan perjalanan dengan pesawat terbang setelah bayi berusia di atas 7 hari,” sarannya. Kegiatan mudik memang menjadi satu hal yang dinanti, tetapi para pemudik juga tetap harus memperhatikan kondisi kesehatan, keamanan, dan keselamatan selama dalam perjalanan bersama keluarga, khususnya orang tua.
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Daftar Keinginan Pria pada Wanita