MENERIMA cinta dan kasih sayang yang terlalu berlebihan dari seseorang merupakan hal paling menakutkan bagi wanita. Biasanya, wanita takut merasa terlalu membutuhkan dan kemudian ditolak, dihakimi, atau ditinggalkan. Apa pasal?
Ketiga hal itu sangat menyakitkan. Sebab jauh di dalam bawah sadar, wanita mempunyai keyakinan keliru bahwa ia tidak layak menerima lebih banyak. Keyakinan ini terbentuk dan diperbentuk pada masa kanak-kanak, setiap kali ia terpaksa menekan perasaan, kebutuhan, atau harapannya.
“Wanita sangat peka terhadap keyakinan keliru dan negatif bahwa ia tak layak dicintai. Bila semasa kecil ia menyaksikan pelecehan atau langsung dilecehkan, ia jadi lebih peka terhadap perasaan tidak layak dicintai; lebih sulit baginya untuk menentukan harga dirinya. Perasaan tidak layak yang tersembunyi di bawah sadar ini menimbulkan rasa takut memerlukan orang lain. Sebagian dirinya membayangkan ia tidak akan memeroleh dukungan,” tulis John Gray PhD, penulis “Men are from Mars, Women are from Venus”.
Karena khawatir tidak akan memeroleh dukungan, secara tak sadar wanita mengesampingkan dukungan yang dibutuhkannya. Dan ini bisa membuat hubungan si wanita dengan pasangannya mengalami masalah. Mengapa?
“Bila seorang pria merasa si wanita tidak memercayainya untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhannya, pria akan langsung merasa ditolak dan kehilangan minat. Keputusasaan dan kecurigaan wanita mengubah kebutuhan-kebutuhannya yang sah menjadi ungkapan putus asa atas kebutuhannya dan memberi kesan bahwa wanita itu tidak memercayai si pria akan mendukungnya,” jelas Dr Gray.
Anehnya, kaum pria terdorong kalau dibutuhkan, tapi kehilangan minat melihat kesengsaraan. Pada saat-saat demikian, wanita secara keliru menganggap bahwa memiliki kebutuhan jadi mematikan semangat pria. Padahal sebenarnya, keputusasaan, tiadanya harapan, dan kecurigaan wanita itulah yang telah menghilangkan minat tersebut. Tanpa mengakui bahwa kaum pria perlu dipercayai, akan sulit dan membingungkan bagi kaum wanita untuk memahami perbedaan antara membutuhkan dan menderita karena dia.
“Membutuhkan berarti keluar secara terbuka dan meminta dukungan dari pria dengan cara penuh kepercayaan. Cara yang menganggap bahwa pria itu akan berusaha sebaik-baiknya, hal ini membuat pria bersemangat. Namun, kesengsaraan adalah sangat sangat membutuhkan dukungan karena Anda tidak yakin akan memerolehnya. Hal itu membuat pria menjauh; mereka jadi merasa ditolak dan tidak dihargai,” papar Gray.
Bagi kaum wanita, membutuhkan orang lain bukan saja membingungkan; dikecewakan atau ditinggalkan juga terasa sangat menyakitkan, sekalipun dengan cara-cara yang paling sepele. Tidak mudah baginya untuk bergantung kepada orang lain dan kemudian diabaikan, dilupakan, atau disingkirkan. Membutuhkan orang lain membuat kedudukannya rawan. Diabaikan atau dikecewakan akan terasa lebih menyakitkan. Sebab hal itu memperkuat keyakinannya yang keliru bahwa ia tak berarti.
(tty)