Indonesia Konsumen Makanan Terbesar Asia Tenggara

Rabu, 29 September 2010 - 16:36 wib | Fitri Yulianti - Okezone

Indonesia Konsumen Makanan Terbesar Asia Tenggara Peresmian Food Ingredients (Fi) Asia 2010 oleh Benny Wahyudi Dirjen Industri Agro dan Kimia. (Foto: Fitri Yulianti/Okezone)

SAAT ini tengah berlangsung pameran produk dan inovasi terbaru dalam Food Ingredients (Fi) Asia 2010. Sebagai konsumen, Indonesia memegang predikat konsumen terbesar di Asia.

Ketertarikan tinggi hingga Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Fi Asia 2010 untuk pertama kalinya disebabkan ekonominya yang stabil dan pertumbuhan kelas menengah yang merangsang konsumsi makanan praktis (processed food). Perlu diketahui, Indonesia adalah konsumen bahan makanan terbesar yang mencakup alokasi 51 persen di wilayah Asia Tenggara. Dengan sumber daya manusia dan alam yang kaya, Indonesia merupakan negara yang menarik untuk investasi.

“Indonesia merupakan pasar potensial, di mana pada 2009 pertumbuhan sebesar 11,29 persen terjadi pada bidang pangan. Diharapkan target mencapai 16 persen per tahun. Kementrian Perindustrian dan Perdagangan memprioritaskan industri food untuk dikembangkan,” papar Benny Wahyudi, Dirjen Industri Agro dan Kimia dalam sambutannya mewakili Menteri Perindustrian dan Perdagangan di pembukaan Food Ingredients Asia 2010, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/9/2010).

“Industri pangan yang semakin berkembang juga sejalan dengan peningkatan kesejahteraan penduduk Indonesia,” katanya.

Fi Asia, ditambahkan Benny, merupakan ajang yang baik untuk para produsen dan distributor makanan di Asia Tenggara bertemu dan bertukar informasi seputar ingredients. Tujuannya adalah meningkatkan daya saing di tengah pasar global.“Para supplier dalam negeri bisa bertemu dan bertukar informasi dengan supplier bahan perisa, pewarna, dan sebagainya dari luar negeri. Fi Asia bisa dijadikan kesempatan mencari bahan berkualitas dalam rangka meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar global. Sekaligus, mendapatkan informasi terbaru untuk menghasilkan produk yang berkualitas,” imbuhnya.

“Fi Asia ini penting. Kami menyambut baik investasi dalam bidang food ingredient. Ini prospek yang sangat bagus mengingat pasar dalam negeri yang potensial,” jelasnya.

Namun, ditegaskan Benny, ingredients yang dipamerkan harus standar keamanan makanan, dari segi kesehatan maupun kehalalan.

“Harus sesuai dengan food grade, standar keamanan makanan dan menguntungkan untuk industri makanan di Indonesia. Diharapkan, pengusaha asing akan menginvestasikan modalnya di Indonesia juga diharapkan Food Ingredient Asia bias berlanjut di Indonesia,’’ tukasnya.
(tty)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »