"Hamil, Tidak, Hamil, Tidak..."

|

Mom& Kiddie -

Sebaiknya, gunakan alat uji kehamilan sesuai prosedur dan rentang waktu yang ditentukan. (Foto: gettyimages)

HAMIL, nggak ya?” Untuk mencari tahu jawabannya, Moms pilih cara yang mana? Beli pregnancy test (test pack) atau melakukan tes darah ke laboratorium? Mungkin kebanyakan Moms berpikir, “Beli test pack saja, mudah juga praktis!”. Tinggal pergi ke toilet, lalu gunakan alat uji kehamilan itu. Dalam hitungan beberapa menit, tertera sudah hasilnya: positif atau negatif.

Bahkan tak jarang banyak yang percaya begitu saja dengan ‘label’ akurasi mencapai 99 persen, padahal itu belum tentu benar, loh! Seorang teman pernah mengalaminya. Setelah menggunakan test pack berulangkali, hasilnya selalu negatif. Anehnya, saat dia mengunjungi dokter kandungan, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dia positif hamil. Wah, mengapa begitu? Agar lebih jelas, ikuti penjelasan tentang test pack dari dr. Prima Progestian, SpOG dari Brawijaya Women and Children Hospital!

Ukur Hormon hCG

Sebenarnya apa yang diukur dalam test pack? “Meneliti apakah ada peningkatan hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG) - hormon yang diproduksi oleh trophoblast (calon plasenta) dari hasil pembuahan sel telur oleh sperma. Untuk memastikan kehamilan, peningkatan hormon hCG inilah yang dideteksi lewat urin atau darah. Khusus test pack, pengambilan sampel dilakukan melalui urin,” terang alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) ini.

Kapan Melakukan Test Pack?

Rupanya, test pack ini tidak asal pakai loh, Moms! “Ya, Moms pastikan kapan masa subur itu datang. Kapan berhubungan intim. Lalu, menunggu sel membelah hingga membuat trophoblast yang memerlukan waktu 1 minggu,” jelas dokter yang juga memiliki situs kesehatan pribadi, www.drprima.com.

Kalau dihitung-hitung jaraknya cukup lama, berkisar 3 - 4 minggu sejak Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).

“Kalaupun tidak ingin menunggu lebih lama, Moms bisa melakukan uji kehamilan pribadi pada 7-14 hari setelah ovulasi,” ucap dr. Prima yang menyarankan melakukan test pack pada pagi hari karena kadar konsentrasi hormon hCG tinggi.

Ada Kemungkinan Salah Perhitungan

Lagi ingatnya, test pack ini bukan untuk mengetahui masa subur. Namun, dia berfungsi sebagai tes reliabel untuk mengetahui kehamilan jika dikerjakan dengan baik dan waktu yang tepat.

Sebagai contoh, seringkali masa subur Moms jadwalnya mundur, sehingga terjadi salah perhitungan. Artinya, uji itu dilakukan Moms saat Window Period, 7 hari sebelum janin menempel di rahim. Karena itu, tidak heran bila hasilnya adalah false negative (negatif palsu), yakni pernyataan dalam alat uji kehamilan menyatakan bahwa Anda tidak hamil, padahal sebenarnya memang hamil.

“Sebaliknya, ada pula kasus false positive (positif palsu). Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain misalnya penggunaan obat-obatan saat reproduksi, hamil anggur, atau menderita penyakit liver. Tapi, kasus ini jarang terjadi,” kata dokter yang berpraktik pula di RSIA Muhammadiyah Taman Puring ini.

Membaca Hasil Uji

Sudah coba test pack berulangkali, tapi hasilnya masih samar-samar? Kasus ini sering terjadi dan tak jarang membuat Moms bertanya-tanya.

Sebaiknya, gunakan alat uji kehamilan sesuai prosedur dan rentang waktu yang ditentukan. Dan jika bicara tingkat akurasi, alat uji kehamilan pribadi ini akurasinya 75 persen ketimbang pemeriksaan yang dilakukan dokter dimana bisa mencapai tingkat akurasi 97 persen.

Saat membaca hasil uji kehamilan, coba perhatikan hasil yang tertera, bisa berupa: garis, warna, simbol (+ atau -). Biasanya, semua keterangan itu bisa dilihat dalam kemasannya.

“Kalau akhirnya muncul garis samar-samar, lakukan lagi uji ulangan pada 24 - 48 jam berikutnya. Kalau ditemukan garis samar untuk kedua kalinya, hal itu bisa menegaskan hasil positif, yang artinya terjadi pembuahan,” saran dr. Prima.

Jenis Alat Uji Kehamilan Pribadi

Biarpun alat uji kehamilan pribadi (home pregnancy test) ini dijual bebas, ada baiknya Moms mengenali jenis-jenisnya:

1. Uji rendam. Setelah menempatkan urin dalam wadah, lalu celuplah gagang pengukur, dan akan terlihat hasil ujinya.

2. Uji alir. Cara menggunakannya dengan menempatkan alat uji sedemikian rupa sehingga terlewati oleh aliran urin saat buang air kecil.

Alasan Muncul Garis Samar

Kok bisa timbul garis samar? Wah, jangan-jangan karena terjadi hal-hal berikut ini:

- Melakukan uji kehamilan terlalu cepat. Ya! Moms melakukan uji kurang dari 8-10 hari setelah pembuahan, sehingga hCG belum dalam porsi cukup dalam memberi hasil positif.

- Alat uji kurang sensitif. Tentu saja ini membuat Moms tidak memperoleh hasil akurat dari pertama kali menggunakannya.

- Sampel urin sangat encer. Akibat dari pasokan cairan yang berlebihan atau seringnya berkemih.

- Hamil ‘Secara Kimia’. Artinya, embrio sudah tertanam dalam rahim dengan produksi hCG dalam tempo singkat. Sayangnya, saat itu terjadi keguguran sebelum tanda kehamilan terlihat secara fisik.

Tip Sukses Gunakan Test Pack!

1. Upayakan menggunakan urin yang pertama kali muncul (biasanya pagi hari). Sebab, kadar hCG pada kondisi ini gampang dideteksi.

2. Sebelum melakukan uji kehamilan, minumlah sewajarnya. Mengingat minum berlebihan akan memperbanyak volume urin dan mengencerkan konsentrasi hCG.

3. Cek tanggal kedaluwarsa pada kemasan. Pastikan bahwa alat uji itu belum kedaluwarsa. Kalaupun Moms membeli uji alat kehamilan itu, namun masih digunakan tidak pada saat itu juga, simpanlah di tempat yang kering. Sebab, bila Moms menyimpannya di kamar mandi yang lembab suhunya, dapat memperburuk kondisi alat itu.

4. Bacalah seluruh petunjuk sebelum menggunakan uji kehamilan.

5. Lakukanlah uji sesuai dengan petunjuk.

6. Bila Moms menggunakan obat. Coba cari tahu, apakah hal itu akan memengaruhi hasil. Perhatikan peringatan yang tercantum dalam kemasan. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Salah Bergaul Penyebab Anak Jadi Pecandu Narkoba