Pintar Bergaul, Sukses Bekerja

Sabtu, 4 Desember 2010 - 11:03 wib | Genie - Genie

Pintar Bergaul, Sukses Bekerja (Foto: gettyimages) DUA sebab akibat yang tidak bisa dipisahkan, pintar bergaul dan sukses bekerja. Sukses tidaknya seseorang bisa dilihat dari pergaulannya. Hmm, benarkah?

Bila Anda masuk ke dalam dunia pekerjaan tentu membawa pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Menjadi orang yang lebih mampu dan bisa terampil menangani tugas biasanya digunakan sebagai acuan seseorang bahwa ia adalah karyawan sukses dan memiliki hasil kerja yang baik.

Walaupun dalam satu bagian kerja bisa terdiri dari anggota kelompok yang memiliki pendidikan atau usia yang sama, namun tiap orang bisa merasakan adanya keunggulan pribadi yang dimiliki, dibandingkan yang lainnya. Misalnya pengalaman kursus komputer yang pernah diikuti, pengalaman sekolah atau bekerja di luar negeri atau adanya pengalaman kerja di perusahaan besar.

Kadangkala, keunggulan ini yang lalu membuat Anda menganggap hanya Anda sendiri yang dapat menangani tugas dengan baik di pekerjaan, sehingga tidak butuh orang lain baik untuk bekerja sama, maupun untuk menerima masukan.

Untuk berprestasi dalam dunia pekerjaan tidak hanya butuh kepintaran atau kerja keras. Sebagai contoh, coba lihat atasan mana yang paling menjadi favorit dan mendapatkan dukungan saat ada kesulitan? Atau karyawan mana yang dikatakan memiliki kemampuan kerjasama yang baik? Tentunya mereka yang bisa bergaul. Kedua contoh ini menunjukkan bahwa hanya orang-orang yang memiliki hubungan yang baik dengan sesamanya akan memperoleh dukungan dari teman sekerjanya.

Howard Gardner (1983) mengatakan bahwa setiap manusia memiliki interpersonal intelligence, yaitu kemampuan membentuk hubungan dengan orang lain. Kemampuan ini akan berbeda porsinya pada diri tiap orang. Hal ini menyangkut kemampuan berempati dan memahami orang lain, serta bekerja sama dengan orang lain secara efektif. Beberapa posisi kerja memang secara pasti membutuhkan kemampuan ini. Misalnya pekerjaan yang sering berhubungan dengan orang lain, seperti guru, psikolog, sales, dokter, ahli politik, pengusaha dan lainnya.

Akan tetapi bidang-bidang lain juga memerlukan kemampuan membina hubungan antar manusia dalam kadar yang berbeda. Seperti tujuan dibuatnya perusahaan, tiap posisi atau orang yang berada didalam, dibuat untuk saling berhubungan agar target kelompok tercapai. Jadi tentu dengan tidak hanya mengandalkan kemampuan pribadi, kita sebagai mahluk sosial mebutuhkan orang lain dan juga tampil bagi yang lain.

Dalam dunia kerja yang terdiri dari banyak orang, gunakan dan kembangkan kemampuan bergaul Anda. Mulailah dengan tidak merasa dirimu lebih dari yang lain. Jangan sombong karena akan menjadi menjauh. Berikutnya, coba menerima umpan balik dari teman agar Anda menjadi lebih tahu bagaimana orang lain menilai Anda, sehingga dapat membantu proses peningkatan diri. Lalu tunjukkan empati, atau kemampuan memahami emosi dan perasaan yang dialami  orang lain. Misalnya gunakan pertanyaan yang baik terhadap bawahan yang datang terlambat ke kantor.

Bantu bawahan Anda untuk memecahkan masalahnya, seperti Anda ada pada posisinya. Peka pada kondisi kelompok yang terjadi dan cobalah untuk mengajukan masukan bagi kepentingan bersama. Melihat kesulitan pengeluaran ide kreatif di bagian marketing, ajukan ide untuk melihat data kompetitor dan kebutuhan market. Bicarakan pula pembagian tugas yang sesuai dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing anggota tim. Intinya cobalah untuk selalu bersikap ramah pada teman-teman Aa, maka merekapun akan senang pada Anda.

Seperti biasa, dalam mengembangkan kemampuan, jangan lupa untuk motivasi diri dan latih atau kembangkan terus kemampuan Anda. Menjadi karyawan yang pintar bergaul dan terampilan menangani semua konflik perbedaan  pendapat di pekerjaan biasanya membuat orang bisa lebih berbahagia.

Perlu Anda ketahui, banyak sekali masalah dalam pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan baik bila Anda memelihara hubungan dengan orang lain akan membantu Anda dalam berkerja sama baik dengan atasan, bawahan maupun teman sejawat yang lain. Hubungan yang harmonis dengan sesama karyawan seyogyanya tidak hanya dibina di dalam kantor, tetapi juga di luar jam kerja. Semoga Anda dapat bersikap ramah pada teman-teman Anda di kantor dan membuat suasana yang menyenangkan untuk tiap orang. (ftr)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »