Taman Bunga Nusantara, Indahnya Tanaman Kelas Dunia

|

Pasha Ernowo - Okezone

Taman Bunga Nusantara Cipanas (foto: Pasha Ernowo/okezone)

Taman Bunga Nusantara, Indahnya Tanaman Kelas Dunia
INGIN menikmati keindahan aneka ragam tumbuhan bunga, sekaligus menambah wawasan tentang berbagai jenis tumbuhan, Taman Bunga Nusantara Cipanas, Puncak, tempat yang tepat untuk dikunjungi.

Taman yang diresmikan pada akhir 1995 lalu oleh Presiden Soeharto ini, mempunyai luas 35 hektare. Lahan dibagi menjadi beberapa fungsi, yaitu 23 hektare untuk taman bunga, tujuh hektare sebagai taman bermain anak-anak, dua hektare untuk taman pembibitan, dan tiga hektare untuk fasilitas restoran.

“Taman Bunga Nusantara ini adalah objek wisata yang bersifat museum hidup,” kata Marketing dan Humas Yanuar Hidayat (40) saat ditemui okezone, Minggu, (19/12/2010).

Di areal taman bunga ini, disediakan tempat khusus untuk berkumpul. Pengunjung dapat menggelar tikar untuk makan bersama dan mengadakan berbagai acara, seperti perlombaan dan permainan. Hal ini sengaja dibuat agar pengunjung tidak mengganggu areal taman bunga.

Masuk taman yang tertata rapi, pengunjung akan menemukan display burung merak, yakni rangkaian bunga yang terhampar membentuk pola ekor merak yang berwarna-warni.

Display burung merak ini, dibentuk 20.000 bunga musiman yang seluruhnya berasal dari luar negeri, seperti bunga pentunia. Bunga ini disebut bunga musiman karena memiliki masa hidup dan berbunga antara 2-3 bulan saja.
Bunga-bunga ini mendapatkan perawatan ekstra, termasuk penyediaan lahan yang subur, penyiraman dengan takaran air yang tepat, dan pemberian insektisida secara teratur. Jadi dapat dibayangkan setiap 2-3 bulan sekali pengelola taman bunga ini mengganti seluruh tanaman bunganya.

Oleh karena itu jangan heran jika kita berkunjung lagi ke sana, kita akan mendapat dekorasi warna bunga yang berbeda. Display lain yang menarik perhatian adalah jam taman. Jam taman ini cukup besar. Jarum jamnya pun sekitar 4 meter. Jam taman ini dirancang oleh teknisi dari Jepang.

Jam ini berdentang setiap setengah jam sekali yang diiringi suara bel dan musik. Tak jauh dari jam taman, saya memerhatikan taman air yang sepintas biasa-biasa saja. Di sana terdapat beberapa tumbuhan air seperti lotus atau bunga teratai dan teratai raksasa (Victoria amazonica). Namun kesan biasa-biasa itu berubah menjadi luar biasa, setelah memperoleh informasi lotus itu berasal dari Asia Timur dan Australia, sedangkan teratai raksasa berasal dari Amerika Selatan.

Di taman air, terdapat tanaman dari Amerika Serikat bagian tenggara yang mempunyai nama latin Thalia delbata. Selain itu, ada juga pohon papyrus yang berasal dari Mesir. Pohon papyrus ini digunakan sebagai bahan pembuat kertas oleh bangsa Mesir sejak 2750 SM.

Taman bunga ini menyimpan kekayaan fauna meskipun hanya terbatas pada jenis burung dan jumlahnya pun tidak banyak. Di kawasan taman air ini, juga terdapat angsa berwarna putih dan hitam, serta beberapa burung belibis. Angsa putih ini khusus didatangkan dari Eropa, angsa hitam berasal dari Australia, sedangkan belibis dari Belanda. Tentunya hewan-hewan ini pun membutuhkan pemeliharaan yang ekstra ketat.

Mengelilingi taman bunga dengan berjalan kaki, tentu sangatlah melelahkan karena luasnya area. Untuk mengefektifkan waktu, kita dapat menggunakan fasilitas mobil yang sudah disediakan pengelola untuk berkeliling ke seluruh area taman ini. Dengan menggunakan kendaraan, kita akan melihat bagian unik lainnya dari taman ini, di antaranya ada taman Prancis. Taman Prancis ini, dibuat berdasarkan pola taman bunga di negara Prancis yang disebut parteri. Taman ini seperti hiasan sulaman.

“Agar pengunjung dapat menikmati pemandangan taman bunga, maka kami menyediakan kendaraan seperti dotto trains seharga Rp 25.000,- dan kendaraan taman seharga Rp 4.000,” tambahnya.

Kita juga bisa menyempatkan diri menikmati lahan sejuk yang dipenuhi pohon palem. Berbagai jenis palem sengaja didatangkan dari beberapa negara, di antaranya palem alexandria dari Queensland, Australia, palem raja dari Kuba, dan palem kipas dari Meksiko. Selain itu ada juga taman Jepang yang mengambil pola taman-taman gaya Jepang yang serba mini.

“Untuk dapat merasakan pemandangan bunga yang menarik di Taman Bunga Nusantara buka setiap hari dari jam 08.00 sampai 17.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp 20.000,” tutup bapak tiga anak ini. (uky)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Aceh, Tempat Paling Pas Hilangkan Penat