Semua Metode KB Kurangi Risiko Kanker Ovarium

|

Fitri Yulianti - Okezone

(Foto: gettyimages)

Semua Metode KB Kurangi Risiko Kanker Ovarium
PIL KB telah lama dikenal mampu mengurangi risiko kanker ovarium (indung telur). Namun sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa semua jenis kontrasepsi, bahkan vasektomi memiliki manfaat protektif.

Para peneliti menemukan bahwa wanita yang menggunakan segala jenis kontrasepsi—pil KB, tubektomi, IUD, vasektomi—memiliki antara 40-65 persen risiko lebih rendah mengembangkan kanker ovarium.

"Tidak peduli apa pun metode kontrasepsi yang Anda gunakan, tampaknya semua berfungsi menjadi pelindung," kata Dr Roberta Ness, penulis studi dari University of Texas School of Public Health, seperti dilansir dari Health24, Senin (27/12/2010).

Dampak di masa mendatang

Lebih dalam, Ness dan timnya melihat apakah semua jenis kontrasepsi punya dampak terhadap risiko kanker ovarium pada masa depan pemakainya.

Mereka mewawancarai 869 wanita yang telah mengembangkan kanker ovarium, dan 1.779 lainnya yang belum mengembangkan penyakit ini, tentang sejarah kontrasepsi mereka. Wanita dianggap tidak menggunakan kontrasepsi jika mereka bergantung pada KB alami.

Hasilnya, seperti telah diduga, wanita yang telah ditubektomi, mengonsumsi pil KB, atau memakai IUD di masa lalu, baik untuk kontrasepsi atau alasan lainnya, kecil kemungkinan untuk mengembangkan kanker ovarium.

Setelah menggunakan alat statistik untuk menghilangkan pengaruh faktor-faktor yang dapat memengaruhi hubungan kontrasepsi dengan kanker, Ness dan timnya menemukan bahwa mengandalkan vasektomi atau IUD menurunkan risiko wanita terkena kanker ovarium masing-masing 50 persen dan 60 persen. Penelitian ini sendiri telah dipublikasikan dalam jurnal Annals of Epidemiology.

Mengapa?

Ada kemungkinan bahwa sperma dapat meningkatkan peradangan saat berada di dalam Miss V, dan peradangan ini, dari waktu ke waktu bisa meningkatkan risiko kanker ovarium. Ness menyarankan setiap teknik KB yang akan mengurangi eksposur wanita terhadap sperma, yakni vasektomi, tubektomi, ataupun IUD. Sehingga, Miss V bisa terlindungi dari risiko peradangan.

Pil KB juga memengaruhi peradangan, yang juga dapat menjelaskan manfaatnya. Pil KB mengurangi frekuensi ovulasi wanita, di mana masing-masing ovulasi dikaitkan dengan peningkatan risiko peradangan.

Wanita yang telah melahirkan juga memiliki risiko lebih rendah terkena kanker ovarium. Namun, kehebatan yang diberikan untuk mengurangi risiko tersebut masih kalah dengan vasektomi, IUD, dan metode penghalang (tubektomi dan vasektomi).

Ness menambahkan, hubungan antara kanker ovarium, dan pil KB menunjukkan bahwa sebelum seorang wanita memutuskan kontrasepsi, patut mempertimbangkan dampak risikonya di masa depan, salah satunya dari kanker.

"Saya pikir topik ini harus menjadi bagian dari percakapan bila wanita ingin membuat pilihan kontrasepsi," tegasnya. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ada Filosofi Hidup di Selembar Kain Batik