Pertanyaan "Wajib" Saat Moms Kontrol Kehamilan

|

-

(Foto: gettyimages)

Pertanyaan
BERAPA beratnya, Dok? Cowok apa cewek ya, Dok? Bisa kan saya melahirkan normal?
Pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang paling sering diajukan setiap kali kontrol kehamilan.

Bukan tanpa alasan, sejumlah pertanyaan memang perlu diajukan kepada dokter kandungan untuk mengetahui perkembangan kehamilan dari bulan ke bulan. Nah, agar kunjungan ke dokter benar-benar bermanfaat, catatlah semua pertanyaan yang ingin diutarakan sedari rumah. Jangan sampai ketika di dalam ruang periksa, Moms bingung memikirkan pertanyaan apa yang ingin diajukan.

dr Riyana Kadarsari SpOG dari RSB Permata Sarana Husada Pamulang memberikan ‘pedoman’ apa saja yang bisa ditanyakan saat memeriksa kehamilan.

1. Saat Moms Hamil Trimester Pertama

Apakah saya hamil?

Biasanya Moms pergi ke dokter kandungan setelah ada tanda-tanda kehamilan. Misalnya, mual-mual, terlambat haid atau hasil testpack menunjukkan hasil positif. Nah, pertanyaan Moms tersebut akan benar-benar terjawab-dinyatakan positif hamil-kalau terdeteksi adanya aktivitas jantung janin melalui alat laennec - alat seperti teropong yang ditempelkan di perut ibu -, doppler, atau pemeriksaan USG.

Berapa usia kehamilan saya?

Usia kehamilan penting diketahui baik bagi dokter maupun bumil sendiri. Hal ini untuk mengetahui seberapa jauh perjalanan kehamilan, karena tiap-tiap usia kandungan akan berbeda. Misalnya, berat janin usia 4 minggu tentu berbeda dengan berat janin usia 12 minggu.

Selain itu mengetahui usia kehamilan dapat membantu taksiran persalinan. Bila tidak akurat, bisa menyebabkan bayi lahir prematur atau sebaliknya bayi lahir lewat waktu. Usia kehamilan dapat dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir - berlaku pada siklus haid 28 hari yang teratur -, atau berdasarkan USG.

Apakah ada kelainan pada kehamilan saya?

Berdasarkan usia kehamilan dan pemeriksaan USG, kemungkinan pertama yang harus muncul adalah adanya kantong kehamilan. Jika kantong ini tidak berkembang sesuai usia kehamilan dan tidak ditemukan janin di dalamnya berarti ada kelainan yang disebut telur kosong.

Jika diketahui memiliki kista dengan diameter lebih dari 5 cm Moms umumnya akan diobservasi selama kehamilan. Jika kista membesar akan dilakukan operasi pengangkatan pada awal trimester kedua (berkisar usia kehamilan 15-16 minggu). Kista yang dibiarkan dikhawatirkan akan membesar dan terpuntir sehingga dapat mengganggu pertumbuhan janin.

Letak plasenta pun bisa diketahui berdasarkan pemeriksaan USG. Normalnya plasenta berada di dinding depan, belakang atau puncak rahim dan tidak menutupi mulut rahim. Letak yang tidak normal biasanya mendekati mulut rahim (plasenta letak rendah) atau menutupi sebagian maupun total mulut rahim (plasenta previa), jika letak ini menetap pada akhir kehamilan maka harus dilakukan tindakan cesar untuk mengeluarkan sang bayi.

Perlukah saya melakukan pemeriksaan laboratorium?

Pemeriksaan laboratorium perlu dilakukan, antara lain pemeriksaan darah perifer lengkap, golongan darah, tes toleransi glukosa, skrining berbagai penyakit (hepatitis, HIV, TORCH -Toksoplasma Rubella, CMV, Herpes) dan pemeriksaan urine.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui status keadaan Moms pada awal kehamilan secara laboratorium, misalnya kurang darah (anemia) ataupun ada tidaknya infeksi.

Haruskah saya minum vitamin?

Bumil biasanya dianjurkan untuk mengonsumsi asam folat pada 3 bulan pertama sebelum kehamilan atau paling tidak selama trimester awal. Tujuannya untuk mencegah terjadinya cacat bawaan pada janin.

Kok saya mual-mual terus dan sering pusing, ya?

Biasanya mual dan muntah terjadi akibat peningkatan hormon HCG, rasa begah terjadi karena meningkatnya gas dan rasa panas pada ulu hati akibat naiknya asam lambung. Alhasil, bumil sering merasa malas untuk makan.

Hati-hati Moms, kosongnya lambung akan memperberat keluhan tersebut. Sehingga dianjurkan makan sedikit tetapi sering dan kurangilah makanan yang merangsang asam lambung berlebihan.

Sementara rasa pusing, penglihatan terasa gelap bahkan tidak jarang pingsan jika berdiri lama, disebabkan karena hipotensi dan aliran darah ke otak berkurang. Sehingga dianjurkan tidak berdiri terlalu lama dan tidak mengubah posisi duduk-berdiri dengan cepat.

2. Kehamilan Trimester Dua

Berapa berat janin saya sekarang, Dok?

Berat badan janin bisa diketahui lewat pemeriksaan USG. Tujuannya untuk mengetahui apakah pertumbuhan janin sesuai dengan usianya.

Apakah gerak janin saya normal?

Gerakan janin biasanya akan terasa pada usia kehamilan 20 mingguan. Namun, bagi Moms yang baru pertama kali hamil umumnya lebih lambat merasakan gerakan janin. Gerakan janin pada awalnya hanya berupa getaran kecil. Semakin bertambah usia kehamilan, gerakannya akan bervariasi dengan frekuensi semakin sering.

Apa jenis kelamin anak saya, Dok?

Perkiraan jenis kelamin bayi bisa diketahui sejak usia kandungan berkisar 14 minggu. Namun, ada beberapa keadaan yang menyulitkan pemeriksaan seperti posisi janin yang membuat interpretasi jenis kelaminnya kurang jelas terlihat.

Bolehkah saya makan makanan yang dibakar?

Saat Moms hamil sebaiknya hindari makanan mentah atau setengah matang. Karena makanan tersebut ditakutkan berpotensi terinfeksi bakteri atau parasit, seperti makan sate, steak, telur setengah matang. Selain itu hindari juga makanan yang mengandung bahan pengawet, misalnya MSG karena pada dosis tertentu mungkin dapat membahayakan janin.

3. Kehamilan Trimester Tiga

Berapa berat janin saya dok?

Meski pada trimester sebelumnya sudah ditanyakan, masalah ini harus ditanyakan kembali karena akan berkaitan dengan proses persalinan kelak. Berat bayi normalnya berkisar 2500 - <4000 gram.

Apa saja tanda-tanda bahaya kehamilan yang musti saya perhatikan?

Meski bahaya kehamilan tak datang pada trimester sebelumnya, tak ada salahnya bumIl menanyakannya kembali pada trimester ini, Pasalnya, perdarahan disertai rasa nyeri terus-menerus disertai faktor risiko tekanan darah tinggi atau trauma pada perut, mungkin terjadi solusio plasenta - terlepasnya bagian plasenta - tetap bisa mengancam janin dan Moms.

Jika merasakan kontraksi terus menerus, perhatikan apakah ada keputihan yang tidak biasa, infeksi di gigi atau infeksi di saluran kemih. Hal ini berpotensi menyebabkan persalinan prematur.

Awasi pula jika tiba-tiba keluar air bening tidak berbau seperti “ngompol”, kemungkinan Moms mengalami pecah ketuban dini. Jika kaki bengkak, segeralah ukur tekanan darah, kemungkinan preeklampsia atau keracunan kehamilan. Apalagi jika disertai nyeri kepala hebat, nyeri ulu hati atau pandangan kabur.

Apakah saya bisa melahirkan normal?

Kemungkinan untuk lahir normal atau cesar bisa diketahui dari hasil pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya dan pemeriksaan secara keseluruhan pada trimester ketiga. Seperti pemeriksaan dalam untuk mengetahui apakah ukuran panggul Moms memungkinkan untuk melahirkan normal atau tidak, faktor berat janin (terlalu besar atau tidak) dan sebagainya.

Kalau letak sungsang bisa tidak melahirkan normal?

Jika posisi bayi sungsang sebelum 36 minggu masih memungkinkan akan berputar kembali ke posisi normal. Namun, bila di atas usia 36 minggu posisi janin tetap sungsang, perlu dicari kemungkinan sebabnya, apakah ada lilitan atau kelainan di rahim yang mungkin menghalangi kepala masuk ke jalan lahir. Kalau sudah begitu, biasanya dokter akan menyarankan untuk cesar.

Apa saja tanda-tanda persalinan?

Dengan diketahuinya HPL (Hari Perkiraan Lahir), Moms tentu bisa mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kehadiran sang bayi. Namun, ada beberapa hal yang patut Anda ketahui saat menanti detik-detik persalinan, misal, keluarnya lendir bercampur darah (bloody show) diikuti kontraksi rahim yang teratur dengan intensitas di puncak rahim dan menyebar ke pinggang. Keluarnya air-air bisa disertai kontraksi atau rasa mulas maupun tidak ada kontraksi. Jika ada tanda-tanda tersebut segeralah ke RS atau klinik bersalin. (sumber: Mom & Kiddie) (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kandidat Terkuat Bakal Calon Menteri Pariwisata