Singkawang, Kota Seribu Kelenteng di Kalimantan Barat

Senin, 4 April 2011 - 16:48 wib | Pasha Ernowo - Okezone

BAGAI Taiwan berwujud kota, Singkawang begitu kental dengan budayanya, namun tak sesak oleh wisatawan dan suasana metropolitan. Asap dari tong berisi sup mie Tionghoa bercampur kepulan jelaga dari sotong pangkung membumbung dan menebarkan bayangan sebuah pasar malam terbaik di Asia.

Sebuah distrik kuliner menampilkan barisan gerobak kaki lima beraneka warna tersusun rapi di Jalan Setiabudhi yang beraspal hitam dan bersih. Kerapian kota di Kalimantan Barat ini tak terusik, karena hampir tak pernah digerus gerigi peradaban kota besar yang penuh kemelut dan polusi.

Singkawang begitu damai di siang hari, saat panas di jalur nol derajat di Khatulistiwa menghujani kota kecil ini. Sebaliknya di malam hari, warga kota memilih berada di luar rumah demi sejenak kenikmatan angin malam dan kehangatan suasana temaram berbias sinar lampu.

Kota ini lekat dengan kebudayaan China yang sejarahnya jauh menghujam di bumi Kalimantan Barat. Saat pencarian biji emas di sungai yang membelah Kota Monterado di abad ke-19, para pekerja pertambangan menjadikan Kota Singkawang sebagai kota persinggahan. Budaya yang dibawa oleh para pekerja pertambangan dari China ini mewarnai hari-hari bahkan keseharian di kota kecil ini hingga menjadi satu ciri khas yang mengakar.

Kelenteng dan sang Budha mewarnai kota ini selain keyakinan warga terhadap ajaran Kong Hu Cu yang disebar Konfusius. Tak heran, kota ini dikenal sebagai “Kota Seribu Kelenteng” yang merah melentik di depan langit biru, tersebar di seluruh kota dan di luarnya. Namun kemeriahan datang tepat pada waktunya. Seluruh warga Tionghoa beragama Budha ataupun Kong Hu Cu menjadi satu dalam sebuah perayaan besar.

Kota Singkawang tak lagi sunyi, jauh dari lengang. Di hari ke-15 setelah Imlek, seluruh negeri merayakan Cap Go Meh, dan Singkawang bagaikan Hong Kong untuk para wisatawan budaya.

Hari di mana Cap Go Meh adalah satu-satunya hal yang terpenting di Singkawang maka saat itulah seluruh kota bersolek dan merias diri. Patung Naga Liong yang meliuk di tiang lampu tengah kota semakin memancarkan keemasannya. Kelenteng di tengah kota yang dikenal unik, semakin sering berpose di depan kamera para pemburu gambar. Senyuman semakin dipermanis, kehangatan semakin dihembuskan dari panjangnya kesunyian kota.

Dari semua kota yang meramaikan Imlek dan Cap Go Meh di Indonesia, Singkawang adalah benchmark dari semua kemeriahan. Sejak 1834 saat George Windsor Earl menulis kata “Sinkawan” dalam bukunya “The Eastern Seas”, nama Singkawang semakin berbinar.

Kata Singkawang sendiri berasal dari nama tanaman di hutan tropis sekitar, yaitu “tengkawang”. Pedagang dan pelaut China menyebutnya San Keuw Jong (Shankou Yang), atau Sungai Mulut Gunung.

Memang faktanya ialah bahwa sungai Singkawang yang berdelta menjadi waterfront di sore hari membelah kota ini terus ke pedalaman yang bergunung. Singkawang adalah destinasi ideal bagi yang mengharapkan teduhnya kedamaian di bawah atap-atap rumah pecinan dan bersihnya kepolosan gambar warga untuk diabadikan dan dibagikan pada masyarakat dunia.
(nsa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 20:05 WIB

      Pesta Rakyat Hidupkan Budaya Indonesia

      Kebudayaan Indonesia mulai tersisih, kehadiran budaya barat mulai mewabah. Pesta Rakyat penting mengembalikan kejayaan budaya Indonesia.

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 19:13 WIB

      Dewi Gita: Sea World, Gak Perlu Ditutup

      Dewi Gita kaget ditutupnya Sea World. Menurutnya Sea World tidak perlu ditutup sebab telah menjadi tempat edukasi anak soal biota laut.

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 18:00 WIB

      Parade Sambut Presiden, Simbol Pemersatu Bangsa

      WARGA Jakarta larut dalam parade budaya di Bundaran HI saat menyambut Presiden Jokowi. Parade ini dianggap sebagai simbol pemersatu bangsa.

       

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 17:05 WIB

      Pengalaman Miss Earth di Thailand

      Thailand merupakan wisata Asia Tenggara. Miss Earth Margenie Winarti menceritakan pengalaman menjelajah wisata di negeri Gajah Putih.

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 16:03 WIB

      Thailand, Negeri Penuh Histori

      Thailand merupakan negara di Asia Tenggara memiliki wisata histori. Hal tersebut diceritakan Miss Earth Air 2014 Margenie Winarti.

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 15:00 WIB

      Ke Thailand, Sambangi Sukhothai

      Thailand merupakan negara di Asia Tenggara yang harus dikunjungi ketika berwisata. Salah satu tak boleh dilewatkan adalah Sukhothai.

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 14:19 WIB

      Lepas Lampion, Warga Jakarta Kecewa

      Ada yang kurang memuaskan dari acara syukuran rakyat di Monas. Pelepasan lampion yang dinanti tidak berjalan seperti diharapkan.

       

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 14:02 WIB

      Miss Earth Air 2014 Betah di Thailand

      Asia dikenal ramah tamahnya, termasuk Thailand. Hal ini diakui Miss Earth Air 2014 Margenie Winarti. Baginya merasa betah ada di Thailand

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 12:00 WIB

      "Pesta Rakyat Kok Sisakan Sampah"

      Syukuran rakyat Salam Tiga Jari telah usai digelar di Monas, tapi meski usai Monas menyisakan banyak sekali sampah bekas makanan.

    • Travel
      Selasa, 21 Oktober 2014 11:36 WIB

      Pesta Rakyat, Monas Tampil Beda

      Monumen Nasional berbeda dari biasanya saat syukuran rakyat. Monas yang biasa tampil polos, kini dihias beberapa simbol bertema Indonesia.

    Baca Juga

    Pesta Rakyat Hidupkan Budaya Indonesia