Sarana Bermain Outdoor untuk Anak

Selasa, 5 April 2011 - 08:57 wib | SINDO -

Sarana bermain untuk anak. (Foto: Getty Images)

Sarana Bermain Outdoor untuk Anak
SAAT ini, memiliki taman bermain anak di rumah sangat dibutuhkan. Tak hanya sebagai sarana rekreasi, taman bermain juga berguna untuk mengasah potensi serta daya peka si kecil terhadap lingkungan sekitar.

Bagi sebagian orang, memiliki taman bermain pribadi merupakan suatu kebutuhan sebagai area privat. Selain lebih privat, taman bermain pribadi adalah area tempat penghuninya dapat menuangkan segala ide saat menatanya.Lebih dari itu, Anda sebagai orangtua pun tidak perlu terlalu khawatir karena tak harus setiap saat mengawasi secara ketat si buah hati.

Lantas, bagaimana merancang taman bermain yang baik untuk anak? Rumah merupakan tempat pertama atau saksi bisu yang melihat perkembangan anak Anda. Hampir tiap menit, si anak mencerna dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar rumah.

Untuk itu, menciptakan kondisi rumah yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang si kecil sangat dibutuhkan. Tidak terkecuali saat merancang taman bermain yang aman untuk si buah hati. Merancangnya pun bukan sekadar merencanakan jenis mainan apa yang dipilih, tapi utamanya adalah faktor keselamatan.

“Keselamatan menjadi hal yang utama karena si anak bukan seperti kita orang dewasa yang peka terhadap ancaman bahaya. Dia bermain apa yang menurut dia suka dan nyaman. Untuk itu, penting bagi Anda sebagai orang tua memperhatikan keselamatan anak,” ungkap arsitek Haris Prabawa.

Misalnya, Haris menyebutkan, memilih penutup lantai atau dasar arena bermain yang lunak. Lunak dalam arti, seperti rumput atau pasir putih. Kalau pun ingin menggunakan material keras, Anda bisa memanfaatkan jalan setapak sebagai batas atau start menuju arena permainan. Luas lahan yang Anda miliki menjadi pertimbangan berikutnya.

Menurut Haris, luas lahan rumahlah yang bakal menentukan jenis permainan apa yang dipilih. Selain itu, luas lahan juga menentukan apakah taman bermain akan diletakkan di depan atau di belakang rumah.

“Biasanya rumah dengan luas lahan terbatas cenderung meletakkan taman bermain di depan karena penghuninya bisa memanfaatkan garis padan bangunan yang ada di rumah. Sementara, rumah dengan luas lahan yang cukup luas biasanya memilih di belakang karena keamanannya lebih terjamin dan masih satu kesatuan dengan bangunan,” sebut Haris.

Adapun standar minimal luas lahan yang dibutuhkan untuk taman bermain adalah lahan sisa bangunan rumah dikalikan lebar rumahnya berapa. Ambil contoh, Haris menyebutkan, lahan sisa bangunan lima meter lalu dikalikan dengan lebar rumah Anda. Hasil itulah yang kemudian dijadikan ukuran jenis permainan berikut pelengkap mainannya.

Dalam area itu pula, paling minimal Anda sudah melengkapi taman bermain dengan ayunan yang tidak terlalu tinggi, berukuran 1,5 x 2 meter. Jangan lupa bagian dasarnya diberikan pasir putih sebagai pijakan atau landasannya. Selain luas dan keselamatan, yang perlu diperhatikan adalah kenyamanan.

Tentu Anda tidak ingin sang anak bermain panas-panasan, hanya karena bagian atapnya tidak dilindungi. Untuk itu, Haris menyarankan, sebaiknya di area tersebut Anda pasang sebuah kanopi supaya saat si anak sedang bermain pada siang hari tidak terkena matahari secara langsung.

Bahan kanopi bisa menggunakan fiber atau polycarbonate agar cahaya tetap bisa masuk. Hanya, kelemahan bila menggunakan kanopi, bahan dasar lantainya tidak bisa menggunakan rumput. Sebab, rumput tidak akan berkembang. Alternatifnya bisa menggunakan elemen lunak yang lain seperti pasir.

“Kalaupun ingin tetap rumput, mungkin bisa menggunakan rumput buatan. Hanya, pastikan material rumput tersebut ramah terhadap anak,” saran Haris.

Mengenai keamanannya, Haris mengatakan, hal ini berkaitan dengan jenis permainan. Permainan yang aman tentu mesti disesuaikan dengan usia si buah hati. Jangan sampai anak yang masih batita Anda beri permainan yang cukup ekstrem seperti lompat-lompatan dengan alat jumping, atau ayunan berukuran besar, atau permainan lain yang sekiranya tidak sesuai dengan usianya.

Hal yang lain tentu berkaitan dengan keamanan permainan. Biasanya, beberapa permainan cenderung menggunakan baut atau ada bagian-bagian tertentu dari permainan yang mesti diberi oli agar tidak keras dan berkarat.

Nah, halhal seperti ini terkadang kurang diperhatikan orangtua. Maka itu, saran Haris, wajib bagi Anda untuk rajin mengecek kekuatan alat permainan secara berkala.Tentu bila permainan kira-kira sudah mulai rusak, sebaiknya segera diperbaiki secara dini, atau bila memang tidak bisa digunakan lagi, lebih baik diganti. Lalu, kita bicara material permainan.

“Besi memang material kuat, hanya cenderung berkarat bila perawatannya tidak diperhatikan dengan baik dan benar. Namun, saat ini sudah banyak juga kok permainan yang menggunakan material alami seperti kayu. Mungkin material itu yang bisa Anda pilih sebagai alternatif,” kata sang arsitek.

Sebagai sentuhan terakhir, buatlah taman bermain yang color full agar si anak lebih peka terhadap warna-warna yang ada di sekitarnya. Warna tersebut bisa Anda adopsi dari warna alat permainan, misalnya merah, kuning, dan biru. Lalu warna hijaunya bisa Anda ambil dari rumput. Sementara warna lain mungkin dari elemen pelengkap yang lain pada taman bermain tersebut. (nsa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Setahun Sekali, Armand Maulana Pasti Liburan Keluarga