13 Pantai di Bali Tercemar Sampah Hotel

|

Rohmat - Okezone

Tumpukan Sampah di Pantai Kuta (foto: Rohmat/Okezone)

13 Pantai di Bali Tercemar Sampah Hotel
DENPASAR- 13 titik Pantai di Bali sudah tercemar sampah dari hotel-hotel yang berada tak jauh dari lingkungan pantai. Perhari Bali menghasilkan 15 ribu kubik sampah yang tak tertampung di tempat pembuangan akhir (TPA).

Menanggapi hal ini Pemprov Bali terus mencari solusi untuk bisa menekan volume sampah. "Sampah yang mencemari pantai di antaranya berasal dari hotel-hotel di sekitar pantai," ungkap Kepala Badan Lingkungan Hidup Bali Anak Agung Alit Sastrawan ditemui di kantor Gubernur Bali di Renon, Denpasar, Kamis (5/5/2011).

Pihaknya tengah merancang kegiatan yang berkaitan penanganan sampah yang melibatkan semua pihak. "Icon kegiatan ini adalah, sampah, nanti kami akan berikan penyuluhan tentang sampah, baik dari pembuangan sampah dan bagaimana cara pengolahan sampah,“ katanya.

Penanganan sampah di Bali, kata dia, saat ini tengah diarahkan bagaimana membentuk mind set dan orientasi, untuk pengurangan sampah dari tingkat hulu sampai hilir.

Terlebih dengan keterbatasan lahan yang ada serta kapasitas TPA yang semakin tidak mampu menampung volume sampah, sehingga perlu dukungan masyarakat untuk bisa mengelola sampah secara mandiri.

Sastrawan menyebutkan, berdasar data di BPH Bali, produksi sampah yang tidak terkontrol mencapai 15.000 meter kubik. Sampah-sampah tersebut, berasal dari hulu sungai hingga ke hilir yang bermuara di laut.

Saat ini, di Bali terdapat 2.766 tempat sampah dan 62 mobil truk sampah, namun jumlah itu tidak memadai karena kapasitas daya tampung sampah di TPA Suwung, Denpasar, hanya mempu menampun maksimal 5.500 kubik sampak perhari.

Akibatnya, sebagian besar sampah lainnya terbuang atau berceceran hingga mencemari pantai-pantai seperti di Bali Selatan. Pemerintah kabupaten/kota kewalahan mengatasi masalah sampah karena keterbatasan anggaran maupun jumlah petugas kebersihan.

Dia menambahkan, dari pengamatan semua sampah yang tidak terkontrol dan dibiarkan tercecer di mana-mana tersebut, 60-70 persen merupakan sampah organik, sisanya sampah plastik atau kimiwai.

Sebenarnya, jika sampah-sampah tersebut bisa dikelola secara baik seperti diolah kembali menjadi bahan bermanfaat lainnya termasuk kompos bisa mengurangi beban sampah di Bali.

Untuk sampah dari hulu ke hilir,sambung Sastrawan pihaknya telah gencar mengkampanyekan dengan sistem 3 R (reduce, reusde dan recycle). Selain itu, tahun ini, pihaknya dalam kampanye pengurangan sampah melibatkan partisipsi 100 sekolah di seluruh Bali, dengan dukungan dana hingga Rp500 juta. (uky)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Harapan Puteri Pariwisata 2012 pada Menparekraf Baru