Kok, Matanya Kedip-kedip?

|

-

Mata anak berkedip-kedip. (Foto: Getty Images)

Kok, Matanya Kedip-kedip?
JIKA mata anak Anda yang masih berusia balita sering berkedip-kedip, sering disebut sebagai ciri-ciri anak cacingan, benarkah? Bagaimana mengatasi mata berkedip-kedip pada anak?

Mengenai hal itu,  dr M. Vinci Ghazali, Sp.A memberikan penjelasannya. Berkedip adalah suatu refleks mata yang normal terjadi. Pada keadaan normal, rata-rata anak mengedipkan kelopak matanya sebanyak 5-24x/menit. Gerak refleks ini berfungsi memberikan kelembapan pada mata.

Namun jika si kecil berkedip melebihi normalnya, hal tersebut mungkin disebabkan:

1. Alergi

Salah satunya disebabkan alergi pada mata (conjunctivitis), misalnya karena debu dan serbuk sari. Alergi dapat mengakibatkan mata merah, mata terasa panas, perih dan gatal.

2. Cacingan

Prinsipnya cacing adalah benda asing sehingga tubuh akan melakukan usaha untuk mengeluarkannya, misalnya cacing Ascaris lumbricoides (penyebab Ascariasis). Walaupun cacing tersebut berada di saluran pencernaan atau di tempat lainnya - bukan di mata - tubuh tetap akan bereaksi secara keseluruhan.

Dan salah satu bentuk reaksi terhadap rasa gatal akibat alergi adalah berkedip, sebagai usaha untuk ‘mengeluarkan’ benda asing tersebut. Gejala lain yang menyertainya adalah tidak nafsu makan, mual muntah, diare atau konstipasi.

3. Iritasi

Bisa disebabkan oleh segala sesuatu yang mengenai organ penglihatan, seperti angin, debu, asap, penyejuk udara, bahan kimia dan polusi udara lainnya. Tanda yang bisa dijumpai antara lain mata merah, berair, terasa perih dan gatal.

Gejala iritasi ringan mata akan berkedip, kelopak mata menutup dan mengeluarkan air mata. Namun jika iritasi berat, seperti terkena bahan kimia sebaiknya segera membawa si kecil ke dokter untuk segera dibersihkan matanya. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya gangguan yang lebih serius pada mata.

Untuk mencegah iritasi, mata harus dihindarkan dari sumber iritasi misalnya dengan menggunakan kaca mata pelindung bila hendak menaiki motor.

4. Gangguan refraksi

Gangguan ini bisa berupa miopi (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat) atau astigmat (silinder). Pada keadaan ini mata tidak mampu melihat secara jelas, sehingga kadang anak mengedipkan matanya dengan harapan dapat melihat lebih jelas. Penggunaan kaca mata bisa mengurangi gangguan pada mata.

5. Gangguan neurologi (saraf)

Tic merupakan sebuah gerakan involunter (yang tidak disadari), seperti tremor pada penderita Parkinson. Tic sering muncul pada usia 5-10 tahun, biasanya muncul sebagai gerakan otot-otot wajah, seperti mata berkedip-kedip, mulut monyong ke depan atau menyeringai.

Penyebabnya belum diketahui secara pasti namun umumnya setelah 12 bulan akan hilang dengan sendirinya atau jika perlu dilakukan terapi pengobatan oleh dokter. (Sumber: Mom & Kiddie)
(nsa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Wakatobi Masih Kekurangan Tenaga Medis