Setop Merokok Saat Menyusui!

Setop Merokok Saat Menyusui!

Bumil merokok (Foto: Corbis)

BANYAK wanita perokok berusaha keras berhenti merokok ketika hamil. Tapi begitu selesai melahirkan, kebiasaan itu datang lagi. Karena mulut tak bisa diajak kompromi, rokok yang telah ditinggalkan selama 9 bulan, kembali disentuh dan dihisap.
 
Padahal usai melahirkan, si ibu harus menyusui si kecil. “Ah, kan nggak masalah...” Benarkah? Salah besar! Simak secara lengkap ulasan dr Patria Vittarina SpA dari RS Muhammadiyah Taman Puring Jakarta.
 
Racun di Rambut dan Baju
 
Tahukah Anda, bayi atau anak akan tetap terkena racun dari asap rokok saat melakukan kontak dengan perokok, tak peduli dimanapun seseorang itu merokok? Partikulat beracun dari asap rokok akan menempel di rambut, kulit atau baju tiap kali Anda merokok.
 
Selain itu, seorang perokok biasanya akan tetap menghembuskan racun dari napasnya selama beberapa menit setelah mematikan rokok.
 
Nah, jika si ibu yang merokok tadi melakukan kontak dengan bayinya, ada kemungkinan si bayi akan menghirup racun rokok dari mulut, rambut, kulit atau baju ibunya. Atau, racun nikotin tersebut akan ditransfer ke bayi saat si ibu menyusui bayinya. Artinya, meskipun Anda tidak merokok langsung di depan si kecil, dia tetap bisa tertular dari rokok. Sungguh disayangkan...
 
Jahatnya Rokok!
 
Sebaiknya, berhenti merokok. Atau, tahanlah diri Anda untuk tidak merokok selama tahap menyusui. Bahkan, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa anak-anak yang orang tuanya merokok lebih mungkin untuk menderita pneumonia, bronkitis, infeksi telinga, asma, radang paru-paru, iritasi pada mata dan SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).
William Sear MD dalam bukunya yang berjudul “The Baby Book” memaparkan angka statistik yang tragis. Ia menyebutkan bahwa anak-anak dari orangtua yang merokok lebih sering mengunjungi dokter – dua atau tiga kali lebih sering – biasanya karena infeksi saluran pernapasan atau penyakit-penyakit yang berhubungan dengan alergi.
 
Selain itu, merokok dapat mengurangi volume ASI karena akan mengganggu hormon  prolaktin dan oksitosin untuk produksi ASI. Merokok juga bisa membuat rasa dan aroma ASI berubah sehingga bayi enggan menyusu. Akibatnya, bayi menjadi lebih rewel, gelisah dan susah tidur. Padahal ASI sangat diperlukan bayi karena zat antibodi dalam ASI berperan melindungi bayi dari penyakit.  
 
Lindungi Bayi Anda
 
Ingat Moms, jangan pernah merokok sambil memegang atau menyusui dia. Begitu pun dengan pasangan Anda atau anggota keluarga lain. Jangan merokok di depan bayi!
 
Penting untuk dicatat, bayi akan “mengonsumsi” lebih banyak nikotin dari paparan asap rokok di udara daripada yang diterimanya lewat ASI.
Bila Anda seorang perokok dan tak bisa menahan diri untuk merokok, satu batang rokok cukup untuk satu hari! Dan lakukan setelah bayi minum ASI atau sesaat setelah Anda menyusuinya. Ini memungkinkan untuk dibersihkannya nikotin dari tubuh Anda sebelum Anda menyusui bayi lagi di kesempatan berikutnya.
 
Sekali lagi, tidak merokok sama sekali saat menyusui adalah yang terbaik. Jika Anda kesulitan melakukannya, carilah bantuan pada ahlinya. Semoga berhasil! (sumber: Moms & Kiddie)
(tty)

Baca Juga

Rak Buku Makin Sumpek, Yuk Moms Bikin Rak Buku Terbalik yang Unik!

Rak Buku Makin Sumpek, Yuk Moms Bikin Rak Buku Terbalik yang Unik!