Susuk KB Satu Batang Pilihan Minim Efek Samping

|

Fitri Yulianti - Okezone

(Foto: gettyimages)

Susuk KB Satu Batang Pilihan Minim Efek Samping
ANIMO wanita terhadap susuk KB tergolong cukup tinggi. Untuk memberikan pilihan lebih variatif, pengembangan susuk KB satu batang kian diperlukan.

Susuk KB adalah alat kontrasepsi yang dipasang di bawah kulit, mengandung progestin dan digunakan untuk jangka 1-5 tahun. Salah satu di antaranya adalah susuk KB levonorgestrel.

Dalam perkembangannya, Norplant menjadi susuk KB yang efektivitasnya tinggi untuk jangka 5 tahun. Namun karena terdiri dari 6 batang, susuk ini memerlukan waktu lama dalam memasang dan mencabutnya. Muncul kemudian susuk 2 batang pada pertengahan 1990 dengan efektivitas 3 tahun yang dinamakan Norplant-2. Dan pada 2000-an dikembangkan susuk KB satu batang dengan nama Implanon.

Meskipun telah dipasarkan beberapa jenis susuk KB di dunia, setiap jenisnya mempunyai kelebihan dan kekurangan, baik efektivitas maupun efek sampingnya. Oleh karena itu, upaya yang dilakukan dalam mencari jenis terbaik terus dikerjakan.

Pengembangan diperlukan mengingat tingginya animo masyarakat terhadap susuk KB dan menurunnya daya beli mereka. Salah satu pengembangan dilakukan lewat studi farmakologi dan klinik “Susuk KB-Lenovorgestrel Satu Batang” oleh Eka Rusdianto Gunardi. Studi dilakukan terhadap 30 subjek wanita berusia 20-40 tahun yang datang ke Klinik Raden Saleh Jakarta dalam jangka 6 bulan.

“Ide penelitiannya adalah memperbanyak pilihan kontrasepsi. Makin banyak pilihan, makin besar kemungkinan orang pakai. Ibarat orang makan, karenanya sistem pelayanan kontrasepsi disebut sistem kafetaria. Beragam kontrasepsi, terserah mana yang mau dipakai. KB kan termasuk selera,” kata Prof Dr dr Biran Affandi SpOG(K) kepada okezone usai menguji sidang desertasi Eka Rusdianto Gunardi di FKUI, Salemba, Jakarta, Kamis (21/7/2011).

Meski susuk KB memiliki efektivitas tinggi, efek samping minimal, namun pemasangan dan pencabutannya sulit dan lama, serta harganya mahal. Susuk KB-levonorgestrel satu batang, seperti disimpulkan Eka dalam penelitiannya, menjadi pilihan terbaik karena hanya terdiri dari satu batang sehingga pemasangan dan pencabutannya lebih mudah, efektif, dan aman untuk setidaknya 3 tahun.

“Susuk mula-mula 6 batang, 2 batang, ini 1 batang. Dulu memang sudah ada 1 batang, Implanon, tapi harganya mahal, lebih dari Rp1 juta,” imbuh Prof Biran.

Seperti disarankan dalam penelitian, susuk KB-levonorgestrel satu batang memerlukan penelitian fase 3 yang melibatkan sampel yang lebih banyak sebelum dipasarkan. Inilah yang kelak akan memastikan efek terapi obat, dalam hal ini efek kontrasepsi.

“Sekarang begini, orang mau pakai KB, tapi dia enggak punya uang, gimana coba? Ada beberapa kemungkinan sebenarnya; pemerintah kasih gratis atau dia beli sendiri karena harganya menjadi tidak terlalu mahal, dia beli sendiri. Itu yang kita tuju, dua-duanya,” tukasnya.

“Sebagai tindak lanjut, kita mesti uji coba ke sampel yang lebih luas. Hasilnya benar sama atau tidak? Kalau sama, produksinya bisa diperluas. Tapi enggak boleh langsung banyak, harus dicoba dulu dan dilakukan secara terkontrol lewat uji fase 3. Diharapkan makin banyak diproduksi, harga lebih murah,” tandasnya. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Regina 'Idol' Suka Pencet Jerawat