Memilih Daging Sapi yang Baik

|

Johan Sompotan - Okezone

Daging sapi (Foto: Google)

Memilih Daging Sapi yang Baik
DAGING sapi enak disuguhkan menjadi rendang, steak, maupun makanan berkuah seperti rawon dan sup. Nyatanya, memilih daging sapi yang baik bukan seperti membalikkan telapak tangan.

Salah pilih daging sapi untuk olahan menu tertentu, bukan tidak mungkin akan membuat masakan tidak lezat lantaran daging sapinya dimasak terlalu keras.

Berikut saran dari Winda, pemilik resto Steak Hotel Holycow saat ditemui okezone di restorannya, Jalan Bhakti No. 15 Senopati, Jakarta Selatan, dalam memilih daging sapi berkualitas terbaik.

Warnanya harus cerah

Dalam memilih daging sapi, Anda harus melihatnya dari segi warna. Bila berwarna cerah, maka daging sapi layak dikonsumsi. Berbeda dengan daging sapi yang jelek, warnanya sudah keabu-abuan dan kehijauan.

Tidak berlendir

Selain memerhatikan warnanya, perhatikan dan rasakan pula teksturnya. Daging sapi yang fresh tidak akan mengeluarkan lendir, baunya pun tidak menyengat.

Daging sapi lokal dan impor

Daging lokal berwarna merah terang, sedangkan daging impor memiliki warna merah tua. Pasalnya, daging impor melalui proses aging setelah dipotong, lalu dikuliti, dan karkasnya akan digantung untuk mengeluarkan darah, dan merelaksasikan otot.

Kualitas akan terlihat bila diolah menjadi steak

Secara kasat mata bisa terlihat, apalagi kalau steak, cara masak yang sangat premium dan masak steak itu kan tidak lama, cuma sebentar. Kalau masak steak itu akan terlihat daging itu tidak fresh.
(nsa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Mochi Tiramisu, Es Krim Jepang yang Menggoda