Mitos Seputar Bayi, Ikuti atau Luruskan? (I)

|

-

(Foto: gettyimages)

Mitos Seputar Bayi, Ikuti atau Luruskan? (I)
SELAKU ibu baru, Anda tak sabar ingin segera mengasuh bayi Anda. Tapi beragam pendapat seputar bayi baru lahir yang Anda dengar, membuat Anda gamang sekaligus bingung.

“Ingat ya, enggak boleh keluar rumah sebelum 40 hari!,” kata Ibu Mertua. Lain waktu, Anda disalahkan Ibu Anda karena memandikan bayi Anda pada sore hari. Belum lagi anjuran-anjuran lain yang menurut Anda mustahil.

Solusinya? Tanyakan mitos-mitos yang membingungkan itu pada dokter Anda. Atau, bekali diri Anda dengan pengetahuan yang cukup.

Prof dr Mohammad Juffrie, SpA(K), Ph.D dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta, akan membantu Anda meluruskan beberapa di antaranya!

Tidak boleh menyusui bayi jika si ibu sedang sakit

Tidak benar. Menyusui boleh saja Anda lakukan, asal Anda tidak mengalami sakit berat seperti infeksi berat (sepsis). Tetapi bila Anda hanya mengalami sakit yang tergolong ringan, jangan sampai hal itu menghalangi Anda untuk memberikan ASI yang sangat banyak manfaatnya untuk si kecil.

Menggunting bulu mata bayi agar lentik

Sebaiknya jangan dilakukan! Karena sesungguhnya bulu mata berfungsi untuk melindungi mata dari benda-benda yang akan masuk ke mata, misalnya debu. Lagipula, panjang atau pendek bulu mata bayi bukan terjadi akibat faktor buatan, melainkan natural. Artinya, hal itu merupakan bawaan dari lahir atau turunan dari orangtuanya (genetik).

Sebelum usia 40 hari bayi tidak boleh keluar rumah

Bayi boleh saja dibawa keluar rumah agar mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan. Mungkin yang tepat adalah jangan pergi ke tempat yang terlalu ramai alias banyak orang. Banyak orang berarti banyak kuman penyakit. Pasalnya kekebalan bayi masih sangat rentan saat usianya di bawah 40 hari.

Jadi, bila tak perlu, tak usah bawa bayi ke tempai yang ramai, kecuali memang sangat penting dan hanya sebentar, misalnya, membawa bayi ke rumah sakit untuk imunisasi.

Suara ‘gebrakan’ yang dibuat secara sengaja (misal memukul meja, membanting pintu) akan membuat bayi tidak mudah kaget

Tidak ada bukti mengenai hal ini. Umumnya, bayi baru lahir memang akan mudah kaget bila mendengar suara keras, misalnya meja dipukul, atau suara ribut-ribut. Hal ini adalah normal karena refleks primitif yang terdapat pada bayi baru lahir hingga  berusia 3 bulan. Semakin bertambah usianya, sifap ‘kagetan’ ini akan menghilang pelan-pelan, dan itu bukan karena dibiasakan mendengar suara keras.

Sebelum usia 40 hari, kuku bayi tidak boleh digunting

Tidak benar. Justru bila kuku bayi sudah panjang, sebaiknya langsung digunting karena dikhawatirkan akan melukai si bayi sendiri. Kuku yang panjang juga bisa menjadi sumber penyakit karena dapat membawa kotoran.

Hidung bayi sering ditarik-tarik agar mancung

Hidung bayi mancung atau pesek adalah faktor keturunan, ditentukan oleh genetik kedua orangtuanya, tidak bisa diintervensi.

Bayi yang lahir secara cesar kelak akan lebih pintar daripada bayi yang dilahirkan secara normal

Salah persepsi! Kepintaran bergantung keadaan lain, seperti genetik, nutrisi, penyakit yang dialami, dan stimulasi yang diterima anak mulai umur 0 - 6 tahun, dimana saat itu adalah masa otak anak berkembang. (Sumber: Tabloid Mom & Kiddie) (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Solusi Menangani Anak yang Aktif Berbicara