HARI kedua royal wedding putri Keraton Yogyakarta selain dilakukan prosesi siraman untuk kedua calon mempelai, juga ada beberapa ritual lain, yakni tantingan. Prosesi ini hanya dilakukan oleh calon pengantin putri, Gusti Kanjeng Ratu Bendoro atau GRAj Nurastuti Wijareni.
Prosesi tantingan dilakukan di Emper Prabayeksa Keraton Yogyakarta sekira pukul 18.00 WIB oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan GKR Hemas untuk bertanya kesiapan Reni membina rumah tangga. Tantingan disaksikan saudara-saudara calon mempelai putri (GKR Pembayun, GKR Condrokirono, GKR Maduretno dan GRaj Nur Abra Juwita) dan kerabat Keraton Yogyakarta lainnya.
“GKR Bendara akan ditanya kesiapan menikah. Sudah siap atau belum untuk menikah. Kalau sudah kemudian dilanjutkan prosesi lainnya,” kata panitia royal wedding KRT Yudahadiningrat, Senin (17/10/2011).
Setelah prosesi tantingan, rangkaian pernikahan dilanjutkan malam midodareni di Bangsal Sekar Kedaton sekira pukul 19.30 WIB. Menurut cerita rakyat “Jaka Tarub dan Nawang Wulan”, malam midodareni merupakan malam bagi calon pengantin putri menunggu datangnya bidadari ke bumi.
Sementara itu, prosesi selanjutnya adalah Sultan HB X beserta GKR Hemas dan rombongan menuju Bangsal Kasatriyan untuk meninjau semua persiapan calon pengantin pria sekira pukul 21.00 WIB.
“Akan ditinjau ulang, apakah semua persiapan sudah beres atau belum,” tutupnya. (ftr)