MESKI acara kirab pernikahan putri bungsu Sri Sultan Hamengkubuono X, GRAj Nurastuti Wijareni (GKR Bendara) dan Achmad Ubaidillah yang bergelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara sore tadi berlangsung meriah, namun kekecewaan juga dirasakan ribuan orang di sepanjang jalan dari Keraton Yogyakarta hingga Kepatihan. Apa pasal?
Usut punya usut, banyak dari masyarakat yang tidak bisa menyaksikan secara langsung prosesi kirab tersebut. Sebab, ribuan manusia berjubel dan berdesak-desakan hingga memadati jalanan yang dihiasi janur kuning.
Bahkan, tidak sedikit warga mengerutu karena momen tersebut belum tentu ada. “Saya jauh dari Bantul ingin melihat secara langsung iring-iringan penganting Putri Raja, tapi tidak bisa melihat,” ucap Rita (25) kepada okezone.
Meski kecewa namun tidak menjadi masalah, sebab perempuan berparas cantik ini memaklumi hampir semua orang di Yogyakarta ingin melihatnya.
“Ya meski gimana lagi, kecewa sih iya, tapi ya tidak apa-apalah,” imbuhnya.
“Tadi saya itu sudah dikasih tahu supaya melihat di televisi saja karena pasti banyak orang, tapi saya tetap ingin melihat. Sampai di sini ternyata tidak bisa melihat,” gerutunya.
Sementara itu, dari pantauan okezone beberapa anak-anak kecil banyak yang menangis karena berdesak-desakan dengan orang dewasa. Meski anak-anak kecil itu sudah bersama kerabat dan orangtuanya, ketika terjebak dalam lautan manusia mereka susah untuk kembali mundur. Tidak sedikit dari mereka setelah berhasil menghindari kerumunan orang, kemudian beristirahat di beberapa ruas jalan yang berada di kawasan tersebut.
(tty)