Wisata Ramah Lingkungan di Korea

|

Mutya Hanifah - Okezone

Gua Baengyong/CNNGo

Wisata Ramah Lingkungan di Korea
OBJEK pariwisata memang memiliki banyak keuntungan, baik bagi pengunjung maupun bagi masyarakat lokal. Industri pariwisata dapat menjadi sumber mata pencaharian penduduk lokal, namun apabila terlalu dieksploitasi dari segi materialisme dapat menyebabkan kerusakan tersendiri bagi lokasi pariwisata tersebut.

Namun saat ini pariwisata ramah lingkungan telah popular dan menjadi tren dunia, dengan semakin meningkatnya kesadaran kita terhadap kerusakan lingkungan. Seperti dilansir CNNGo, Selasa (25/10/2011), Intermational Eco-Tourism Society bahkan telah ada sejak tahun 1990-an.

Korea Selatan adalah salah satu negara yang giat mengembangkan konsep pariwisata ramah lingkungannya. Berikut ini adalah beberapa pariwisata ramah lingkungan di Korea Selatan:

1. Gua Baengyong

Menempuh 4,5 jam perjalanan dengan mobil dari Seoul, Ibu Kota Korea Selatan, Anda akan menjumpai Gua Baengyong, salah satu kekayaan nasional yang diakui oleh negara dan juga wisata ramah lingkungan yang sangat menarik.

Awalnya akses menuju Gua Baengyong ini hanya dapat dilakukan dengan berperahu, namun sekarang telah tersedia tangga yang dibangun sepanjang tebing hingga mulut gua. Untuk menelusuri Gua Baengyong hanya diperbolehkan apabila ditemani seorang pemandu, yang dengan senang hati akan menunjukkan stalaktit dan stalagmite gua yang menakjubkan itu.

Untuk tujuan pelestarian, fotografi tidak diperbolehkan dalam gua, dan hanya boleh memuat 20 orang dalam sekali kunjungan.

2. Jeungdo

Pulau Jeungdo mungkin salah satu pulau kecil yang secara visual menakjubkan, dengan pemandangan indah yang tercipta dari persawahan garam dan Lumpur.

Setelah pembukaan jembatan yang menghubungkan pulau ini dengan daratan, Jeungdo mencapai peningkatan yang cukup signifikan dalam segi pariwisata, dan penduduk sekitar berusaha menjadikannya tetap menjadi pariwisata ramah lingkungan seperti dengan cara tidak menjual rokok di kawasan pulau, menyediakan mobil listrik bagi pengunjung yang mau berkeliling. Penginapan-penginapan bahkan menyediakan penyewaan sepeda gratis.

Pulau ini juga memiliki agen pariwisata lokal ramah lingkungan yang menangani tur untuk mengamati satwa liar.

3. World Wide Opportunities on Organic Farms (WWOOF)

Seperti namanya WWOOF adalah organisasi internasional yang mempromosikan pertanian ramah lingkungan dan kebiasaan konsumen dengan membantu menjembatani kesenjangan antara konsumen dan bertanggung jawab terhadap lingkungan petani.

Pengunjung yang ingin merasakan pengalaman kembali menjadi ke alam dan menyatu dengan pertanian dapat menghubungi organisasi ini dan mengatur sendiri tur seperti apa yang diinginkan. (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Alasan Turis Asing Doyan Ke Indonesia