Halaman Tak Tampil Monoton

|

SINDO -

Paving block hiasi rumah (Foto: Ehow)

Halaman Tak Tampil Monoton
PAVING block dapat dijadikan material pengganti semen dan aspal di pekarangan rumah. Pengaplikasiannya mudah, halaman Anda pun tak akan tampil “begitu-begitu saja”.

Rumah yang baik adalah yang ramah lingkungan. Seperti apa kategori rumah ramah lingkungan? Tentu yang sebagian besar komponennya “bersahabat” dengan alam. Misalnya, jumlah bukaan atau jendela banyak sehingga cahaya maupun udara alami dapat masuk ke dalam rumah. Atau taman yang didesain sedemikian rupa sehingga tampak hijau sekaligus indah. Ya, taman di pekarangan memang memiliki andil besar dalam upaya kita memelihara lingkungan.

Berapa pun luas taman di rumah Anda, jangan semuanya ditutup dengan semen. Semen beton akan membuat air tak bisa menyerap ke dalam tanah sehingga di kemudian hari Anda mungkin bakal kekurangan air. Menutup tanah dengan rumput adalah langkah yang bijaksana. Namun, jika Anda ingin sedikit variasi dengan “menyemen” sebagian kecil lahan Anda, gunakan saja paving block, con block, ataupun grass block. Material pengganti aspal dan cor beton tersebut lazim digunakan di area carport.
 
Menurut staf pemasaran PT Bintang Timbul, produsen paving, Santoso, istilah paving block, con block, dan grass block memiliki makna yang nyaris sama. Yang membedakan mereka hanya bentuk dan motifnya.
 
Grass block adalah paving block yang memiliki lubang-lubang untuk tanah dan rerumputan sehingga area yang tertutup perkerasannya lebih sedikit. Grass block mempunyai motif yang bercabang. Bentuknya kotak, namun terdapat rongga di tengahnya yang dapat diisi rumput. Sementara con blocklebih ke motif. Dia itu bata yang bahannya terbuat dari semen dan pasir,” kata Santoso.
 
Sesuai uraian Santoso, con block merupakan bata yang terbuat dari campuran semen dan pasir. Dengan menggunakan con block, jalan di lingkungan Anda bisa menjadi lebih kuat. Terutama jika jalan itu sering banjir atau tergenang air dalam jangka waktu tertentu. Dilihat dari segi ukuran, paving block semacam bata berukuran 21x10, 5x6, bentuk cacing berukuran 22,5x11,2x6 hingga 10, sedangkan trihek ukurannya 19,7x9,6x6 hingga 10. Dalam hal warna, paving block memiliki palet merah, kuning, abu-abu,dan hitam. Sementara grass block jenis L5 mempunyai ukuran 40x40x8, sedangkan jenis L8 berukuran 39x19x10. Warna yang ditawarkan adalah abuabu dan merah.

Ada lagi jenis jalusi, ukuran 39x19x10 dan warnanya abu-abu. Keunggulan paving block, con block, maupun grass block, selain mampu menyerap banyak air,juga bisa membuat halaman atau taman menjadi lebih bagus dan bersih. Material tersebut juga bisa memperindah hunian melalui motif yang dimiliki. Paving, con, maupun grass block termasuk material awet dan tahan lama. Merenovasinya pun tidak sesulit kalau Anda ingin mengganti aspal, misalnya.
 
“Misalnya paving yang rusak selebar satu meter. Anda tinggal merenovasi yang rusak saja,” kata Santoso. Anda bisa mengaplikasikan ketiga material pengganti semen itu di halaman rumah agar tampilan pekarangan tidak monoton. Soal bentuk dan motifnya, itu bergantung selera Anda sendiri. Begitu juga dengan bagian lahan yang ingin diaplikasikan paving. Hanya, yang harus diperhatikan adalah luas halaman yang ingin di-paving.
 
“Terkadang di rumah-rumah yang ukuran halamannya kecil, susah untuk meletakkan paving karena tempat tersebut sudah dimaksimalkan buat keperluan lain, seperti kotak pompa, kotak septic tank, ataupun teras. Biasanya lantainya sudah diaspal, padahal untuk pemasangan paving kita membutuhkan tanah yang padat,” ujar arsitek Caroline.
 
Tiga material tersebut sebetulnya cocok diaplikasikan di segala jenis tanah. Hanya, tanah yang dianjurkan adalah yang sudah padat.
 
Penerapan paving bisa membuat pekarangan tampil lebih indah. Motif dan bentuknyalah yang menjadikan material ini unggul. “Dilihat dari selera pengguna, banyak orang berminat pada bata berbentuk kotak. Sebab, bata ini simpel dan mudah diaplikasikan dibandingkan yang memiliki corak,” ujar dia.
 
Paving block, con block, dan grass block dapat dibuat secara manual, bisa pula dengan bantuan mesin. Jika dibuat secara manual, kita hanya perlu mencampur semen dengan pasir, lalu ditaruh di dalam cetakan. Sementara block yang dibuat menggunakan mesin harus melalui dua tahap, yakni vibrasi dan hidrolis.
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tabrani Hasbullah Dijagokan Jadi Menkes?