Brownies Tempe, Idola Baru Oleh-Oleh Khas Malang

|

Deny Irwansyah - Sindo TV

Brownies tempe (Foto: langsungenak)

Brownies Tempe, Idola Baru Oleh-Oleh Khas Malang
BERBURU oleh-oleh khas di Kota Malang setelah berlibur kini lebih bervariatif. Selain kripik tempe, apel, dan olahan apel, kini ada yang terbaru dan diburu wisatawan yakni brownies tempe. Protein tempe semakin digemari dengan kemasan dan pengolahan yang menarik berupa roti bantat brownies.

Adalah dapur rumah tempe Bu Noer di Jalan Ciliwung, Blimbing, Kota Malang yang menjadi  awal  proses pembuatan kripik tempe brownies atau roti bantat muncul. Sisa-sisa irisan tempe dan gorengan tempe yang tertinggal di penggorengan ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan dan campuran pembuatan brownies.

Selain bahan-bahan brownies pada umumnya, seperti mentega, telur, tepung terigu, coklat bubuk dan cokelat batang, ada bahan tambahan di sini. Tepung olahan tempe dan sisa potongan dan penggorengan tempe yang membuat brownies ini berbeda.

Proses pertama adalah mencairkan mentega dan dicampur cokelat bubuk dan cokelat batang. Baru kemudian adonan telur dan tepung terigu dicampur saat proses adonan mentega dan coklat yang telah mencair dicampur, baru terakhir tepung olahan tempe dan sisa potongan dan penggorengan tempe ditambahkan untuk menciptakan sensasi renyah.

Setelah seluruh bahan tercampur rata, adonan siap dicetak dalam loyang ukuran brownies. Proses selanjutnya, barulah dimasukkan oven dengan panas 150 derajat dalam waktu dua jam, brownies tempe baru matang.

Proses terakhir adalah menghias dengan larutan coklat putih yang dicairkan atau serutan keju diatas brownies tempe. Siapa menyangka, olahan tempe yang awalnya hanya memanfaatkan bahan yang tersisa dan untuk menarik anaknya yang enggan makan tempe, karya Bu Noer ini justru menjadi kudapan yang dicari para wisatawan yang berunjung ke Kota Malang, khususnya pada liburan sekolah dan akhir tahun ini.

Selain tidak lazim, sensasi rasa tempe khas Malang ternyata menggoda untuk menyantap brownies ini. Dengan harga jualnya yang cukup murah, Rp16 ribu per kotak, brownies tempe terus diburu. Jika pada hari biasa brownies tempe terjual hingga 300 loyang per hari, pada musim liburan seperti sekarang, brownies tempe terjual hingga 900 loyang atau tiga kali lipat peningkatannya. (ftr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Masakan Manado, Rio Febrian Pilih Nasi Kuning